Melalui sistem sibernya, BPOM mengidentifikasi ribuan tautan menyesatkan setiap harinya, lalu merekomendasikan pemblokiran kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Ini adalah bentuk sinergi antar-lembaga negara demi melindungi masyarakat dari penipuan produk kesehatan.
Namun, pemblokiran saja tidak cukup jika tidak disertai dengan edukasi. BPOM menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memeriksa legalitas produk sebelum membeli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satunya adalah melalui layanan cek BPOM yang dapat diakses melalui situs dan aplikasi resmi.
Dengan fitur ini, masyarakat bisa mengecek nomor registrasi, komposisi, dan status izin edar suatu produk.
Taruna Ikrar menambahkan bahwa konsumen perlu skeptis terhadap promosi yang terlalu muluk.
Jika ada produk yang menjanjikan hasil luar biasa dalam waktu singkat tanpa bukti ilmiah, besar kemungkinan itu ilegal atau bahkan berbahaya.
Tips Aman Belanja Produk Kesehatan dari BPOM
Sebagai bentuk perlindungan jangka panjang, Badan POM membagikan beberapa tips agar masyarakat tidak mudah tertipu tautan ilegal:
- Selalu periksa apakah produk memiliki nomor registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan..
- Hindari membeli barang dari penjual anonim atau yang tak menyertakan informasi jelas.
- Jangan percaya klaim medis berlebihan tanpa dukungan riset atau uji klinis.
- Gunakan marketplace yang sudah bekerja sama dengan BPOM dalam pengawasan produk.
Melalui edukasi ini, masyarakat Indonesia diharapkan semakin cerdas dalam memilah informasi dan semakin selektif dalam memilih produk yang dikonsumsi.
Belanja daring memang praktis, tapi harus tetap dibarengi dengan kesadaran akan risiko kesehatan yang mungkin mengintai.
Badan POM Tegaskan Komitmen Melindungi Konsumen Digital dari Produk Ilegal
Tahun 2024 menjadi catatan penting bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan. dalam menghadapi tantangan dunia digital.
Dengan 309 ribu tautan ilegal yang berhasil diidentifikasi, lembaga ini menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan masyarakat dari produk yang tidak sesuai standar.
Namun, tanggung jawab ini juga harus dibagi bersama masyarakat sebagai pengguna akhir.
Badan Pengawas Obat dan Makanan mengingatkan kembali bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya dari luar, tetapi juga dari keputusan bijak konsumen dalam berbelanja.
Jangan sampai iming-iming murah dan instan berujung petaka karena mengabaikan izin dan keamanan produk.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.