Viral Ammar Zoni Disebut Alami Krisis Mental, Keluarga Desak Pemerintah Bertindak

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Ammar Zoni Disebut Alami Krisis Mental, Keluarga Desak Pemerintah Bertindak

Viral Ammar Zoni Disebut Alami Krisis Mental, Keluarga Desak Pemerintah Bertindak

Redaksiku.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Indonesia. Aktor Ammar Zoni disebut alami krisis mental usai menjalani masa hukumannya di Lapas Nusakambangan.

Keluarga dan orang terdekat mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi fisik dan psikologisnya yang disebut kian memburuk.

Ibu angkat Ammar, Titik Haryanti, dan kekasihnya, Dokter Kamelia, menyuarakan keresahan mereka terkait perlakuan ketat di dalam lapas yang dinilai berpotensi mengancam kesehatan mental sang aktor.

Menurut mereka, tekanan yang dialami Ammar bukan hanya soal fisik, tetapi juga emosi yang bisa berujung pada depresi berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ungkapan mereka langsung menjadi viral di media sosial, setelah video wawancara keduanya beredar luas. Publik ramai membahas bagaimana Ammar Zoni disebut alami krisis mental dan menyerukan agar pihak berwenang segera turun tangan memberikan perhatian.

Keluarga Ungkap Kondisi Terkini Ammar Zoni

Pernyataan Ammar Zoni disebut alami krisis mental pertama kali diungkap oleh Titik Haryanti. Dalam wawancara di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, ia menilai tekanan psikologis yang dialami Ammar tidak bisa dianggap sepele.

Dia akan mengalami stres, kecemasan, sampai kepada depresi, dan nanti meningkat sampai kepada gangguan jiwa. Itu yang tidak diharapkan oleh kami semuanya, kata Titik dengan nada cemas. Ia menilai kondisi Ammar membutuhkan perhatian serius sebelum situasi menjadi semakin parah.

Menurut keluarga, perubahan perilaku Ammar terlihat dari cara bicaranya yang mulai tidak stabil dan emosional saat melakukan panggilan video.

Hal itu makin memperkuat dugaan Ammar Zoni disebut alami krisis mental yang dipicu oleh tekanan lingkungan di dalam lapas.

Perlakuan Ketat di Lapas Nusakambangan Jadi Sorotan

Kondisi Ammar Zoni disebut alami krisis mental juga dikaitkan dengan perlakuan ketat di Lapas Nusakambangan. Menurut keterangan keluarga, Ammar hanya diizinkan keluar sel selama satu jam per hari dan diwajibkan mengenakan penutup mata di luar jam tersebut.

Titik Haryanti menyebut prosedur itu sudah berdampak pada kesehatan fisik anak angkatnya. Kakinya mulai kebas karena untuk keluar itu hanya satu jam, jelasnya. Ia khawatir pembatasan ekstrem seperti ini justru memperburuk kesehatan mental dan fisik Ammar.

Pernyataan tersebut langsung memantik diskusi publik mengenai standar kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan Indonesia.

Banyak pihak mulai menilai perlu ada evaluasi terhadap cara penanganan tahanan agar lebih memperhatikan aspek psikologis.

Dokter Kamelia Beberkan Fakta Mengejutkan

Selain keluarga, kekasih Ammar, Dokter Kamelia, turut mengonfirmasi bahwa kondisi sebenarnya lebih buruk dari yang terlihat di media. Ia mengaku menyaksikan sendiri perubahan kondisi Ammar melalui panggilan video.

Nanti coba minta rekaman sama Om Jon, itu lebih menyedihkan sebenarnya dibanding yang tersebar, ujarnya.

Kamelia menggambarkan bahwa Ammar tampak tidak bersemangat dan menunjukkan tanda-tanda kehilangan stabilitas emosi.

Pernyataan tersebut memperkuat kesan bahwa Ammar Zoni disebut alami krisis mental bukan sekadar rumor atau spekulasi publik.

Ia bahkan meminta sistem hukum di Indonesia untuk lebih memperhatikan asas kemanusiaan dalam menjalankan aturan pemasyarakatan.

Seruan Kemanusiaan untuk Pemerintah

Setelah pernyataan keluarga viral, berbagai tagar seperti #JusticeForAmmarZoni dan #KemanusiaanUntukSemua ramai di media sosial. Publik menuntut agar pemerintah turun tangan memeriksa kondisi para tahanan, khususnya di Nusakambangan.

Kamelia secara terbuka meminta agar sistem hukum di Indonesia tidak diskriminatif. Aku sih cuma minta di Indonesia ini hukumnya jangan memilah-milah, ucapnya. Seruan itu menjadi bentuk keprihatinan atas perlakuan terhadap Ammar dan tahanan lainnya.

Gerakan warganet yang menyerukan evaluasi perlakuan di lapas menunjukkan dukungan moral besar terhadap Ammar.

Mereka berharap isu Ammar Zoni disebut alami krisis mental menjadi momentum untuk memperbaiki sistem penegakan hukum yang lebih manusiawi.

Desakan Gelar Sidang Tatap Muka

Keluarga kini terus mendesak agar sidang Ammar berikutnya digelar secara tatap muka, bukan daring. Mereka menilai Ammar harus diberi kesempatan berbicara langsung agar publik bisa melihat kondisi aslinya tanpa penyaringan.

Menurut kuasa hukum, desakan ini juga demi memastikan hak Ammar untuk membela diri tetap terjamin. Sidang tatap muka dianggap lebih adil karena memungkinkan hakim menilai langsung keadaan terdakwa.

Langkah ini dinilai penting oleh banyak pihak, mengingat Ammar Zoni disebut alami krisis mental dan memerlukan pendekatan yang lebih empatik dari sistem hukum. Hingga kini, pihak Lapas Nusakambangan belum memberikan tanggapan resmi.

Kasus Ammar Zoni disebut alami krisis mental membuka kembali perbincangan tentang perlakuan terhadap narapidana di Indonesia.

Banyak pihak menilai bahwa sistem pemasyarakatan perlu menyeimbangkan antara penegakan hukum dan hak asasi manusia.

Keluarga dan pendamping hukum Ammar Zoni terus berupaya agar ia bisa memperoleh perlakuan yang lebih adil dan kemanusiaan yang layak. Mereka berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi kesehatan mental para tahanan.

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau 

Berita Terkait

Daftar Mobil Kia di GIIAS Bandung 2026: Seltos, Sonet, dan Carens
KPK Geledah Kantor Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
Subak Gianyar Terhimpit Vila, Petani Krisis Air dan Hama
Lowongan Kerja Pramudi Bus Transjakarta September 2026
PowerA Rilis Controller dan Case Zelda untuk Nintendo Switch 2
Telkom Buka Suara Soal Floating Loss Saham GOTO Rp5,2 Triliun
Pengasuh Ponpes di Talun Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual
Paus Sperma Terdampar di Ternate, Gigi Jadi Rebutan Warga

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:45 WIB

Daftar Mobil Kia di GIIAS Bandung 2026: Seltos, Sonet, dan Carens

Jumat, 11 September 2026 - 22:45 WIB

KPK Geledah Kantor Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Jumat, 11 September 2026 - 22:29 WIB

Subak Gianyar Terhimpit Vila, Petani Krisis Air dan Hama

Jumat, 11 September 2026 - 22:19 WIB

Lowongan Kerja Pramudi Bus Transjakarta September 2026

Jumat, 11 September 2026 - 22:13 WIB

PowerA Rilis Controller dan Case Zelda untuk Nintendo Switch 2

Berita Terbaru

Panitia Pilkades Bojongsari resmi melantik 91 petugas KPPS sekaligus menggelar bimbingan teknis di Kampung Mareleng, Jumat (11/9/2026).

Politik

Panitia Pilkades Bojongsari Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:50 WIB

Lima mahasiswa Universitas Pamulang mengajukan uji materi Pasal 252 KUHP terkait santet ke Mahkamah Konstitusi.

Politik

Mahasiswa Unpam Uji Materi Pasal Santet KUHP di MK

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:49 WIB

Aunty Joy Wandin Murphy dari Wurundjeri memimpin upacara adat Welcome to Country menjelang pertandingan pembuka NFL di Melbourne.

88c5ebd6-2576-5480-98f8-0fd7c75f2ff1

Upacara Adat Penduduk Asli Buka Laga Perdana NFL di Melbourne

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:45 WIB

Penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait dugaan kasus korupsi.

Viral

KPK Geledah Kantor Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:45 WIB