Program Barak Militer untuk Siswa Bermasalah di Jawa Barat Akan Dihentikan, Dialihkan ke Kurikulum Sekolah

- Penulis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Barak Militer untuk Siswa Bermasalah di Jawa Barat Akan Dihentikan, Dialihkan ke Kurikulum Sekolah

Program Barak Militer untuk Siswa Bermasalah di Jawa Barat Akan Dihentikan, Dialihkan ke Kurikulum Sekolah

Program Barak Militer untuk Siswa Bermasalah di Jawa Barat Akan Dihentikan, Dialihkan ke Kurikulum Sekolah
Program Barak Militer untuk Siswa Bermasalah di Jawa Barat Akan Dihentikan, Dialihkan ke Kurikulum Sekolah

Tujuannya agar siswa benar-benar tahu bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum memiliki konsekuensi. Jadi, mereka paham dan tidak hanya diberi hukuman fisik atau pelatihan keras, tapi juga pengertian yang membentuk kesadaran, lanjut Hasbullah.

Program barak militer sempat menuai berbagai tanggapan dari masyarakat dan pemerhati pendidikan. Banyak yang menyatakan kekhawatiran atas efektivitas program ini dalam jangka panjang. Beberapa pihak menilai bahwa pembinaan ala militer hanya memberikan efek jera sesaat dan tidak menyentuh akar masalah perilaku siswa. Apalagi, dari sisi anggaran, program ini tergolong mahal dan sulit diterapkan secara konsisten dalam skala besar.

Kalangan pendidik dan psikolog anak juga sempat mengkritik pendekatan militeristik karena dinilai terlalu keras dan tidak ramah terhadap perkembangan psikologis remaja. Mereka menilai bahwa proses pembentukan karakter seharusnya dilakukan melalui pendidikan yang humanis, dialogis, dan berfokus pada pemahaman nilai serta empati, bukan semata-mata disiplin fisik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal ini, pemerintah daerah mengambil jalan tengah dengan mengalihkan semangat dari program tersebut ke dalam kurikulum formal. Materi pembentukan karakter yang sebelumnya diajarkan di barak militer kini akan menjadi bagian dari Muatan Lokal yang disesuaikan dengan konteks masing-masing sekolah di Jawa Barat.

Muatan Lokal sendiri merupakan bagian dari kurikulum yang dapat disusun oleh daerah atau sekolah sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Dengan menyisipkan pendidikan karakter dalam muatan ini, sekolah diharapkan lebih fleksibel dalam menyampaikan nilai-nilai moral, hukum, dan sosial kepada siswa, tanpa harus mengandalkan metode pelatihan fisik yang ekstrem.

Keputusan ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan peran guru bimbingan konseling dan wali kelas dalam memetakan perilaku siswa, sekaligus memberikan pendekatan pembinaan yang lebih personal dan berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendidik anak diharapkan akan ditingkatkan, karena banyak kasus kenakalan remaja yang berakar dari kurangnya pengawasan dan komunikasi di lingkungan keluarga.

Kebijakan penghentian ini menjadi langkah strategis untuk menyempurnakan sistem pendidikan karakter di Jawa Barat agar lebih inklusif, terencana, dan efektif. Para kepala sekolah nantinya akan diberi pedoman dalam menyusun materi Muatan Lokal yang relevan dengan isu-isu karakter dan perilaku siswa.

Selain itu, pemerintah daerah juga disebut-sebut akan memperkuat sinergi dengan pihak-pihak terkait seperti kepolisian, kejaksaan, hingga BNN (Badan Narkotika Nasional) dalam menyusun kurikulum yang berbasis pemahaman hukum dan bahaya narkoba bagi pelajar. Sosialisasi di sekolah akan digiatkan agar siswa memahami konsekuensi hukum dari tindakan-tindakan yang menyimpang dan dapat membuat pilihan yang tepat dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Meskipun menuai banyak pro dan kontra, penghentian program ini menjadi penanda adanya evaluasi dan penyempurnaan dari sistem pendidikan di Jawa Barat. Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana menyusun materi kurikulum karakter yang efektif, menyentuh, dan mampu diterapkan secara menyeluruh di setiap satuan pendidikan tanpa menimbulkan resistensi dari guru maupun siswa.

Dengan pendekatan yang lebih kontekstual melalui kurikulum, diharapkan pembinaan siswa bermasalah akan lebih membumi, mudah diterima, dan bisa memberikan perubahan jangka panjang dalam pembentukan karakter generasi muda Jawa Barat.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas
Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya
Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Kendaraan Dinas 2026: Aturan Diperketat, Anggaran Mobil Eselon I Capai Rp931 Juta
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:56 WIB

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Berita Terbaru