Petugas Dishub di Tangerang Dapat Protes Warga, Diduga Abai Tegakkan Aturan Truk Tronton

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dishub di Tangerang Dapat Protes Warga, Diduga Abai Tegakkan Aturan Truk Tronton

Petugas Dishub di Tangerang Dapat Protes Warga, Diduga Abai Tegakkan Aturan Truk Tronton

Redaksiku.com – Sebuah video beredar luas di media sosial menampilkan ketegangan antara sekelompok warga dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) serta sopir truk tronton yang kedapatan melintas di siang hari.

Peristiwa itu terjadi di kawasan perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang, Selasa (16/9/2025).

Dalam rekaman yang viral tersebut, terlihat sejumlah pria mendatangi pos Dishub Kabupaten Bogor. Mereka masuk ke pos sambil menyampaikan kekecewaan karena menilai petugas Dishub tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, terutama dalam menindak pelanggaran aturan jam operasional truk tronton.

Video Protes Warga Jadi Viral

Video berdurasi beberapa menit itu memperlihatkan warga dengan nada tinggi memprotes keberadaan truk tronton yang masih beroperasi pada siang hari. Sejumlah warga bahkan sempat menghadang kendaraan besar tersebut di jalan, kemudian mengejar sopirnya hingga ke dalam pos Dishub.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi semakin memanas ketika warga menuding petugas Dishub hanya berdiam diri dan tidak mengambil tindakan tegas. Beberapa suara dalam video terdengar melontarkan cacian kepada sopir truk serta mengkritik kinerja petugas Dishub yang dianggap abai.

Kerja dong! Jangan diam aja, demikian suara salah seorang warga yang terekam dalam video tersebut.

Aturan Perbup Jadi Sorotan

Kemarahan warga ini tidak lepas dari adanya Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 56 Tahun 2021 yang sudah jelas mengatur pembatasan jam operasional truk tronton. Dalam aturan itu disebutkan, kendaraan berat dengan kapasitas besar dilarang beroperasi di siang hari untuk mengurangi risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Sejumlah truk tronton masih terlihat melintas di tengah aktivitas warga. Kondisi ini membuat masyarakat geram karena selain menimbulkan polusi dan kebisingan, kendaraan besar juga dianggap membahayakan pengguna jalan lain, terutama pengendara roda dua.

Petugas Dishub di Tangerang Dapat Protes Warga, Diduga Abai Tegakkan Aturan Truk Tronton
Petugas Dishub di Tangerang Dapat Protes Warga, Diduga Abai Tegakkan Aturan Truk Tronton

Warga Nilai Penegakan Lemah

Kekecewaan warga bukan tanpa alasan. Mereka menilai aparat Dishub yang bertugas di pos perbatasan seakan menutup mata terhadap pelanggaran aturan tersebut. Padahal, mereka berharap petugas menjadi garda terdepan dalam menindak tegas truk-truk yang membandel.

Kalau ada aturan tapi tidak ditegakkan, buat apa? Kami yang jadi korban di jalan, ujar salah seorang warga yang terekam dalam video.

Masyarakat merasa aparat Dishub perlu lebih aktif, bukan hanya bersantai di pos. Sebab, keberadaan truk tronton di siang hari sudah sering dikeluhkan.

Reaksi di Media Sosial

Tak butuh waktu lama, video protes ini langsung memantik perhatian netizen. Banyak komentar bermunculan yang mendukung aksi warga. Sejumlah warganet menilai tindakan warga merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama, meski dilakukan dengan cara yang cukup emosional.

Apa yang dilakukan warga itu benar, kalau Dishub diam saja, siapa lagi yang peduli? tulis salah satu akun.

Namun, ada juga yang mengingatkan agar protes dilakukan dengan lebih tertib dan tidak disertai caci maki, mengingat petugas Dishub memiliki mekanisme sendiri dalam menindak pelanggaran.

Dishub Diminta Tegas

Hingga kini, pihak Dishub Kabupaten Bogor maupun Tangerang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, desakan publik semakin kuat agar Dishub tidak hanya menjadi penonton di tengah maraknya pelanggaran aturan jam operasional kendaraan berat.

Pengamat transportasi menilai, kasus ini mencerminkan lemahnya pengawasan di lapangan. Padahal, dengan arus kendaraan yang semakin padat, konsistensi penegakan aturan sangat penting. Bila Dishub tidak tegas, potensi kecelakaan lalu lintas bisa meningkat.

Pentingnya Aturan Jam Operasional

Peraturan mengenai pembatasan jam operasional truk tronton sejatinya dibuat untuk menjaga kelancaran lalu lintas, terutama di jalur padat aktivitas. Kendaraan besar dengan dimensi panjang dan bobot berat kerap memicu kemacetan dan rawan kecelakaan jika melintas di jam sibuk.

Dengan adanya Perbup Nomor 56 Tahun 2021, pemerintah daerah berharap mobilitas masyarakat bisa lebih lancar. Namun, penerapannya tentu bergantung pada keseriusan aparat dalam mengawasi dan menindak pelanggar.

Identitas Warga Masih Misterius

Meski video protes sudah viral, identitas para pria yang mendatangi pos Dishub hingga kini belum diketahui secara pasti. Tidak jelas apakah mereka merupakan perwakilan warga setempat atau pengendara jalan yang kebetulan melintas dan merasa geram melihat pelanggaran aturan.

Polisi dan aparat terkait pun belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai apakah akan ada tindak lanjut dari insiden tersebut.

Tuntutan Warga: Penegakan Nyata, Bukan Sekadar Aturan

Masyarakat menegaskan bahwa yang mereka harapkan hanyalah kepastian hukum di jalan raya. Mereka ingin aturan jam operasional tidak hanya ada di atas kertas, melainkan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.

Kalau Dishub tegas, warga juga tidak perlu turun tangan, ujar seorang pengendara motor yang sempat menyaksikan insiden itu.

Kesimpulan

Kejadian di perbatasan Kabupaten Bogor dan Tangerang ini kembali menyoroti pentingnya konsistensi aparat dalam menegakkan aturan lalu lintas. Protes warga yang viral menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk tidak mengabaikan keresahan masyarakat.

Aturan pembatasan jam operasional truk tronton dibuat demi kepentingan bersama. Tanpa pengawasan yang ketat, aturan tersebut akan kehilangan makna dan justru menimbulkan gesekan di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dishub masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden viral tersebut, sementara warga terus menuntut adanya tindakan nyata.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPK Ungkap Cerita di Balik Tagihan Listrik Rumah Dinas Parepare
BPK Ungkap Temuan Perjadin Dinkes Parepare, Ada Apa?
Fan ENHYPEN Meninggal Setelah Dihujani Komentar Kebencian, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
TikTok Star Sydney Towle Meninggal di Usia 26 Tahun Setelah Berbagi Perjalanan Melawan Kanker
Kecelakaan Bus ALS Tewaskan Belasan Penumpang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
Sarwendah Disebut Setia Dampingi Ruben Onsu Saat Kondisi Kritis, Ini Kabar Terbarunya
Tarif Listrik PLN Terbaru Agustus 2026, Cek Besaran Tarif untuk Semua Golongan
Beasiswa Bakti BCA 2027 Resmi Dibuka, Cek Syarat, Manfaat, dan Jadwal Pendaftarannya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:27 WIB

BPK Ungkap Cerita di Balik Tagihan Listrik Rumah Dinas Parepare

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:20 WIB

BPK Ungkap Temuan Perjadin Dinkes Parepare, Ada Apa?

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Fan ENHYPEN Meninggal Setelah Dihujani Komentar Kebencian, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Kecelakaan Bus ALS Tewaskan Belasan Penumpang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Sarwendah Disebut Setia Dampingi Ruben Onsu Saat Kondisi Kritis, Ini Kabar Terbarunya

Berita Terbaru

Foto:Kantor Dinas Kesehatan Kota Parepare. BPK dalam LHP atas LKPD Pemerintah Kota Parepare Tahun Anggaran 2025 menyoroti pembayaran tagihan listrik

Viral

BPK Ungkap Temuan Perjadin Dinkes Parepare, Ada Apa?

Jumat, 7 Agu 2026 - 15:20 WIB