Menkeu Purbaya Akui Dimarahi Anggota DPR karena Dituding Terlalu Ikut Campur

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Akui Dimarahi Anggota DPR karena Dituding Terlalu Ikut Campur

Menkeu Purbaya Akui Dimarahi Anggota DPR karena Dituding Terlalu Ikut Campur

Redaksiku.com – Menteri Keuangan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membagikan kisah menarik di balik upayanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam sebuah pernyataan terbuka, ia mengaku pernah dimarahi sejumlah pihak, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, lantaran dianggap terlalu banyak ikut campur dalam urusan yang bukan ranahnya secara langsung.

Purbaya mengungkapkan bahwa reaksi keras itu muncul saat dirinya tengah berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia agar bisa menembus angka 5,5 persen secara tahunan (year-on-year) dalam jangka pendek dan menengah.

Dalam jangka pendek-menengah, saya mencoba menggerakkan sektor swasta dan sektor pemerintahan secara bersamaan. Pemerintah sudah saya dorong sedikit lebih cepat, meski ada yang marah di sana-sini, tapi biarkan saja, ujar Purbaya saat berbicara dalam sebuah forum ekonomi, Senin (27 Oktober 2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika Dorongan Ekonomi Dianggap Terlalu Agresif

Menurut Purbaya, sebagian kalangan menilai langkahnya terlalu jauh dalam mendorong percepatan ekonomi nasional. Ia disebut-sebut terlalu aktif memengaruhi berbagai kebijakan lintas sektor, termasuk di ranah yang bukan langsung berada di bawah kewenangannya.

Ya, ada beberapa orang yang marah. Ada yang dari parlemen juga, katanya saya ikut campur sana-sini. Tapi saya tidak ikut campur, kok, ujarnya dengan nada tegas, disambut tawa audiens yang hadir.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa semua langkah yang ia lakukan semata-mata demi kepentingan pertumbuhan ekonomi nasional, bukan untuk mencampuri urusan lembaga lain. Saya hanya ingin ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat dari 5,5 persen. Itu saja, tambahnya.

Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Purbaya menjelaskan, target pertumbuhan 5,5 persen yang ia tetapkan bukan sekadar ambisi politik atau pencitraan ekonomi, melainkan tujuan realistis berdasarkan indikator makroekonomi terkini.

Menurutnya, untuk mencapai pertumbuhan tersebut, Indonesia harus mampu menyeimbangkan peran sektor publik (pemerintah) dan sektor swasta. Pemerintah diharapkan mendorong stimulus fiskal yang tepat, sementara sektor swasta perlu diberikan ruang untuk berinovasi dan ekspansi tanpa hambatan birokrasi.

Kalau dua-duanya bergerak bersama, pertumbuhan bisa lebih cepat. Tapi kalau salah satu mandek, hasilnya tidak maksimal, katanya.

Purbaya juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian dalam mendorong aktivitas ekonomi, terutama di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Ia menilai, kebijakan fiskal dan moneter harus saling mendukung agar daya dorong ekonomi tidak melemah.

Menkeu Purbaya Akui Dimarahi Anggota DPR karena Dituding Terlalu Ikut Campur
Menkeu Purbaya Akui Dimarahi Anggota DPR karena Dituding Terlalu Ikut Campur

Menjawab Kritik DPR: Saya Tidak Ikut Campur, Hanya Bekerja Cepat

Menanggapi tudingan terlalu ikut campur dari beberapa anggota DPR, Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan yang ia ambil tetap sesuai dengan mandat konstitusional dan prinsip tata kelola keuangan negara.

Kadang kalau kita kerja cepat, dianggap ikut campur. Tapi sebenarnya saya hanya memastikan semua berjalan sesuai target. Jangan sampai sektor pemerintah lambat karena alasan prosedural, ujarnya.

Ia menambahkan, dalam konteks ekonomi nasional, kolaborasi antarlembaga justru menjadi kunci. Ketika satu kebijakan fiskal tidak diikuti dengan langkah koordinatif di bidang lain, dampaknya bisa meluas terhadap kecepatan pertumbuhan ekonomi.

Saya percaya, ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi kalau kita semua bergerak seirama. Jadi, bukan ikut campur, tapi mempercepat sinergi, jelasnya.

Kebijakan Moneter dan Fiskal Jadi Andalan

Purbaya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas kebijakan fiskal dan moneter untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, kebijakan fiskal akan difokuskan pada penguatan belanja produktif, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan program perlindungan sosial yang tepat sasaran.

Sementara dari sisi moneter, Purbaya menyoroti pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, serta memastikan suku bunga tetap kondusif bagi pelaku usaha.

Kebijakan fiskal dan moneter tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Harus sinergis agar dampaknya ke ekonomi riil terasa. Kita tidak ingin kebijakan hanya bagus di atas kertas, tapi tidak berdampak di masyarakat, ujarnya.

Stabilitas Sosial Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menyinggung pentingnya program makan bergizi gratis (MBG) sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan produktif.

Kalau anak-anak kita sehat dan gizinya cukup, mereka akan tumbuh menjadi tenaga kerja yang lebih produktif di masa depan. Itu artinya kontribusi terhadap ekonomi juga meningkat, jelasnya.

Ia menilai, keberhasilan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan makro, tetapi juga oleh pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Optimisme Menkeu: Ekonomi Indonesia Bisa Lebih Cepat dari 5,5 Persen

Meski menghadapi kritik dari sejumlah pihak, Purbaya tetap optimistis bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dari target 5,5 persen. Ia menilai, potensi besar Indonesiabaik dari sisi demografi, sumber daya alam, maupun digitalisasiharus dimanfaatkan secara maksimal.

Kita punya modal kuat untuk tumbuh. Tinggal bagaimana mengelolanya dengan bijak, disiplin, dan fokus, tegasnya.

Purbaya juga mengingatkan bahwa tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik, dan perubahan iklim tidak boleh menjadi alasan untuk stagnasi. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Konsistensi dan Disiplin Fiskal Jadi Kunci

Dalam konteks kebijakan keuangan negara, Purbaya menekankan pentingnya disiplin fiskal agar setiap kebijakan belanja pemerintah memberikan dampak optimal. Ia menolak pandangan bahwa dorongan pertumbuhan ekonomi hanya bisa dicapai dengan meningkatkan utang.

Kita harus bijak mengelola defisit dan utang negara. Jangan sampai program pembangunan membebani generasi mendatang, ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas anggaran publik menjadi prioritas dalam setiap kebijakan keuangan. Purbaya percaya, kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Hubungan Eksekutif dan Legislatif: Perlu Sinergi, Bukan Rivalitas

Meski sempat mengaku dimarahi anggota DPR, Purbaya menilai perbedaan pandangan antara pemerintah dan legislatif merupakan hal wajar dalam demokrasi.

Kalau ada yang tidak sepakat, itu bagian dari proses check and balance. Tapi pada akhirnya, kita semua punya tujuan yang sama: membawa ekonomi Indonesia tumbuh dan masyarakat sejahtera, ucapnya.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan parlemen terus dijaga agar perbedaan pendapat tidak menghambat implementasi kebijakan ekonomi.

Kalau kita bisa berdiskusi secara terbuka dan objektif, semua akan lebih mudah. Ekonomi tidak akan tumbuh tanpa stabilitas politik, katanya.

Penutup: Demi Ekonomi Indonesia yang Lebih Kuat

Kisah Purbaya tentang dirinya yang dimarahi anggota DPR menggambarkan tantangan besar di balik upaya mendorong transformasi ekonomi nasional. Di tengah perbedaan pandangan dan dinamika politik, ia tetap konsisten dengan misinya: mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,5 persen.

Tidak apa-apa kalau dimarahi, yang penting ekonomi kita bisa bergerak maju, ujarnya dengan nada santai.

Bagi Purbaya, kritik adalah bagian dari perjalanan menuju perubahan yang lebih besar. Selama tujuan akhirnya untuk kesejahteraan rakyat, ia siap menerima perdebatan.

Yang penting kita bekerja dengan niat baik, dengan data, dan dengan hati untuk bangsa, tutupnya.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka
Raja Juli Antoni Jadi Sorotan, Ini Profil Politisi Muda PSI yang Pernah Jadi Wamen ATR/BPN
Praperadilan dr Tifa Gugur, Kasus Dugaan Ijazah Jokowi Masuk Tahap Berikutnya
Kalimantan Hadapi Musim Kemarau, Ancaman Karhutla hingga Pembangunan IKN Terus Berjalan
Demo Hari Ini di Jakarta, BEM UI Bawa 8 Tuntutan ke Bundaran HI
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
CPNS 2026 Belum Resmi Dibuka, Waspada Link Pendaftaran Palsu

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Raja Juli Antoni Jadi Sorotan, Ini Profil Politisi Muda PSI yang Pernah Jadi Wamen ATR/BPN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Praperadilan dr Tifa Gugur, Kasus Dugaan Ijazah Jokowi Masuk Tahap Berikutnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Kalimantan Hadapi Musim Kemarau, Ancaman Karhutla hingga Pembangunan IKN Terus Berjalan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Demo Hari Ini di Jakarta, BEM UI Bawa 8 Tuntutan ke Bundaran HI

Berita Terbaru