Kepala Sekolah MTs Sukabumi Bantah Isu Bullying di Balik Kasus Siswi yang Tewas Gantung Diri

- Penulis

Sabtu, 1 November 2025 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Sekolah MTs Sukabumi Bantah Isu Bullying di Balik Kasus Siswi yang Tewas Gantung Diri

Kepala Sekolah MTs Sukabumi Bantah Isu Bullying di Balik Kasus Siswi yang Tewas Gantung Diri

DPRD Minta Sekolah Tidak Defensif dan Lakukan Evaluasi

Kasus ini turut mendapat sorotan dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, yang menilai pentingnya sikap transparan dari pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan tidak boleh menutup-nutupi masalah semacam ini, karena akan memperburuk kepercayaan publik.

Sekolah jangan hanya sibuk meredam isu. Harus ada evaluasi nyata agar sistem pengawasan terhadap siswa lebih kuat dan terbuka, tegas Ferry.

Menurutnya, fenomena bullying di sekolah-sekolah saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Banyak kasus yang tidak dilaporkan karena siswa takut atau malu, sementara pihak sekolah seringkali menyepelekan tanda-tandanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bullying bukan persoalan sepele. Dampaknya bisa merusak kejiwaan anak dan berujung fatal, seperti kasus yang kita lihat ini, katanya.

DPRD Kabupaten Sukabumi berencana melakukan sosialisasi dan edukasi besar-besaran ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan orang tua tentang bahaya perundungan. Langkah ini juga akan melibatkan psikolog, aktivis pendidikan, dan lembaga perlindungan anak.

Kami akan mengadakan pelatihan dan kampanye anti-bullying agar anak-anak tahu ke mana harus mengadu. Sekaligus, memberikan sanksi tegas bagi pelaku perundungan, pungkas Ferry.

Suara Warganet dan Dorongan Publik untuk Evaluasi Sistem Pendidikan

Kasus ini juga menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen menyuarakan empati sekaligus kemarahan atas kematian AK. Tagar #StopBullying dan #JusticeForAK sempat menjadi tren di platform X (Twitter) dan TikTok. Sebagian warganet mendesak Kementerian Agama, selaku lembaga pembina madrasah, agar menurunkan tim investigasi independen.

Aktivis pendidikan anak, Retno Listyarti, menilai kasus ini mencerminkan lemahnya mekanisme pencegahan bullying di sekolah berbasis keagamaan. Ia menegaskan bahwa sekolah semestinya tidak hanya berfokus pada akademik, tapi juga pada pendidikan karakter dan kesehatan mental siswa.

Anak-anak harus merasa aman di lingkungan sekolah. Jika sampai ada yang memilih bunuh diri, artinya ada sistem yang tidak berjalan, ujar Retno.

Evaluasi Lintas Sektor Didorong

Psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia, Dr. Rahmi Handayani, menyebut bahwa setiap kasus bunuh diri remaja perlu diselidiki secara menyeluruh, bukan sekadar dikaitkan dengan bullying. Menurutnya, faktor psikologis, tekanan akademik, serta situasi keluarga juga harus dipertimbangkan.

Kita tidak bisa langsung menuding satu faktor. Namun, sekolah tetap memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan yang suportif dan empatik bagi siswa, ungkapnya.

Rahmi juga mendorong agar setiap sekolah memiliki unit konseling yang aktif dan responsif, bukan hanya formalitas administrasi. Guru BK harus menjadi tempat aman bagi siswa yang butuh dukungan emosional, tambahnya.

Kesimpulan:

Kasus kematian AK membuka kembali perdebatan panjang tentang efektivitas sistem anti-bullying di sekolah Indonesia. Meski pihak sekolah MTs Sukabumi membantah adanya perundungan, masyarakat menilai perlu adanya transparansi, evaluasi menyeluruh, dan pengawasan ketat di lingkungan pendidikan. Pemerintah daerah, DPRD, hingga lembaga perlindungan anak kini tengah mendorong langkah konkret agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri
Mengenal Dampak El Nino terhadap Cuaca, Pertanian, dan Kehidupan Sehari-hari
Muncul di Gunung Dempo Bawa Senjata, Pria Ini Diamankan Polisi Usai Bikin Warga Resah
Jadwal Full Moon 2026 Lengkap, Catat Tanggal Buck Moon hingga Cold Moon
Terbaru! Contoh Proposal Kegiatan Lomba 17 Agustus Lengkap dengan Susunannya
Kasus Pencuri Ayam di Bali Viral, Simak Kronologi hingga Perkembangan Terbarunya
Korwil BGN Kayong Utara Dimutasi ke Papua Usai Momen Main HP Saat Arahan Kepala BGN Viral
Heboh! Kasat Resnarkoba Tangsel Ditangkap dalam Dugaan Kasus Narkotika, Ini Faktanya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:59 WIB

Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:46 WIB

Mengenal Dampak El Nino terhadap Cuaca, Pertanian, dan Kehidupan Sehari-hari

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:47 WIB

Muncul di Gunung Dempo Bawa Senjata, Pria Ini Diamankan Polisi Usai Bikin Warga Resah

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:47 WIB

Jadwal Full Moon 2026 Lengkap, Catat Tanggal Buck Moon hingga Cold Moon

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:34 WIB

Terbaru! Contoh Proposal Kegiatan Lomba 17 Agustus Lengkap dengan Susunannya

Berita Terbaru

Rayap Datang Diam-Diam, Kenali 8 Tanda Sebelum Rumah Rusak

Bisnis

Rayap Datang Diam-Diam, Kenali 8 Tanda Sebelum Rumah Rusak

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WIB