Danantara Pangkas 29 Anak Usaha Brantas Abipraya

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danantara Pangkas 29 Anak — Gedung perkantoran di Jakarta terkait perampingan anak usaha PT Brantas Abipraya oleh Danantara.

Danantara segera merampungkan pemangkasan 29 anak usaha PT Brantas Abipraya untuk mengembalikan fokus BUMN Karya pada bisnis inti.

Danantara Pangkas 29 Anak.

Redaksiku.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia mengumumkan bahwa pemangkasan 29 entitas usaha PT Brantas Abipraya (Persero) di Jakarta akan segera rampung pada Kamis, 3 September 2026. Langkah strategis ini ditempuh sebagai bagian dari transformasi menyeluruh untuk mengembalikan fokus BUMN Karya pada bisnis inti sebagai kontraktor.

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa melalui proses perampingan tersebut, struktur perusahaan akan disederhanakan secara signifikan. Hanya perusahaan induk yang akan dipertahankan sebagai entitas bisnis kontraktor utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, berbagai anak usaha yang dinilai tidak lagi memberikan kontribusi langsung terhadap penopang bisnis inti akan dihapuskan. Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi operasional secara masif.

Menurut Dony, momentum ini menjadi kesempatan emas bagi Brantas Abipraya untuk memperkuat fundamental keuangannya. Ia mendorong perusahaan tersebut untuk bergerak cepat menuntaskan agenda bersih-bersih struktur organisasi.

Danantara Pangkas 29 Anak: Transformasi dan Fokus Bisnis

Dony mengungkapkan harapannya agar proses pembersihan struktur korporasi ini dapat segera tuntas tanpa hambatan berarti. Dengan demikian, perusahaan dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada proyek-proyek konstruksi.

“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat,” ujar Dony, Rabu (3/9).

Transformasi ini juga dibarengi dengan evaluasi ketat terhadap portofolio proyek yang dikerjakan oleh perseroan. Manajemen diarahkan untuk lebih selektif dalam mengambil kontrak baru guna menghindari risiko finansial di masa mendatang.

Langkah penataan ulang ini dipandang krusial di tengah dinamika industri konstruksi nasional yang semakin kompetitif. Danantara berkomitmen mengawal proses tersebut hingga tuntas demi tercapainya kestabilan jangka panjang.

Tantangan Utang BUMN Karya

Di sisi lain, Danantara menghadapi tantangan besar terkait total utang keseluruhan BUMN Karya yang telah menembus angka Rp 180 triliun. Hingga saat ini, lembaga pengelola investasi tersebut masih mematangkan langkah pasti untuk menambal seluruh kewajiban finansial tersebut.

Dony mengakui bahwa proses transformasi di sektor karya belum sepenuhnya berjalan mulus akibat beban utang yang masif. Dari total tujuh perusahaan Karya di bawah naungan Danantara, hanya tiga entitas yang dinilai memiliki kondisi keuangan sehat.

Ketiga perusahaan dengan kondisi keuangan yang relatif aman tersebut meliputi PT Nindya Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Hutama Karya. Danantara berupaya keras melindungi ketiga perusahaan ini agar tidak terperosok ke dalam masalah serupa.

Danantara memprioritaskan penjagaan kesehatan keuangan pada tiga BUMN Karya yang masih stabil agar terhindar dari krisis likuiditas.

Empat BUMN Karya lainnya saat ini masih bergulat dengan persoalan keuangan yang cukup mendalam dan kompleks. Pemerintah dan Danantara sepakat bahwa restrukturisasi tidak boleh sekadar bersifat kosmetik atau bertujuan mempercantik laporan keuangan semata.

Pembenahan wajib menyentuh aspek fundamental, termasuk merumuskan kembali peta jalan bisnis masing-masing perusahaan secara komprehensif. Tantangan terbesar terletak pada kenyataan bahwa nilai aset BUMN Karya terkadang tidak mencukupi untuk menutup beban utang jumbo.

“Ada utangnya, asetnya tidak cukup untuk meng-cover utangnya. Ini kan persoalan yang harus diselesaikan satu persatu untuk karya ini,” tegas Dony.

Total beban utang yang melilit sektor BUMN Karya saat ini telah mencapai kisaran Rp 180 triliun.

Setelah melakukan kajian mendalam selama lebih dari enam bulan, Danantara menetapkan target ambisius. Seluruh persoalan rumit yang membelit BUMN Karya ditargetkan tuntas sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

Pertanyaan Umum

Kapan pemangkasan entitas usaha Brantas Abipraya diselesaikan?

Proses pemangkasan 29 entitas usaha PT Brantas Abipraya dijadwalkan segera rampung pada September 2026 sebagai bagian dari transformasi Danantara.

Berapa total utang BUMN Karya saat ini?

Total utang dari sektor BUMN Karya yang berada di bawah pengawasan Danantara telah mencapai angka Rp 180 triliun.

Berapa banyak BUMN Karya yang dinilai sehat?

Dari tujuh BUMN Karya yang ada, hanya tiga perusahaan yang dinilai memiliki kondisi keuangan sehat, yaitu PT Nindya Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Hutama Karya.

Ringkasan

Danantara memangkas 29 anak usaha PT Brantas Abipraya untuk mengembalikan fokus BUMN Karya pada bisnis inti kontraktor dan meningkatkan efisiensi operasional.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Izin Pembangunan Mr DIY Bayongbong Garut yang Masih Disorot
Kecelakaan Tol Palembang-Indralaya Bukan karena Karhutla
Tol Palembang-Indralaya Sempat Buka-Tutup Akibat Kabut, 6 September
GP Ansor Jatim Tantang PAN Buktikan Klaim Partai Anak Nahdliyin
Perbedaan Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia: Mana yang Akurat?
Perempuan Grime Nawa: Bersatu dan Berkarya di Jayapura
Pertumbuhan Ekonomi Banten Ditargetkan Buka Lapangan Kerja
Pertumbuhan Ekonomi Banten 2026 Ditargetkan Sejahterakan Warga

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:47 WIB

Polemik Izin Pembangunan Mr DIY Bayongbong Garut yang Masih Disorot

Minggu, 6 September 2026 - 23:04 WIB

Kecelakaan Tol Palembang-Indralaya Bukan karena Karhutla

Minggu, 6 September 2026 - 22:55 WIB

Tol Palembang-Indralaya Sempat Buka-Tutup Akibat Kabut, 6 September

Minggu, 6 September 2026 - 22:20 WIB

GP Ansor Jatim Tantang PAN Buktikan Klaim Partai Anak Nahdliyin

Minggu, 6 September 2026 - 22:08 WIB

Perbedaan Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia: Mana yang Akurat?

Berita Terbaru

PSM Makassar melayangkan kritik tajam terhadap kualitas rumput Stadion GBLA usai kalah 3-1 dari Persib Bandung.

Olahraga

PSM Kritik Kualitas Rumput Stadion GBLA Kontra Persib

Senin, 7 Sep 2026 - 14:28 WIB

Kementerian Keuangan mengusulkan pagu anggaran Rp49,8 triliun untuk tahun anggaran 2027 guna mendanai lima program strategis nasional.

Keuangan

Kemenkeu Usulkan Pagu Anggaran Rp49,8 Triliun untuk 2027

Senin, 7 Sep 2026 - 14:23 WIB

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan lonjakan harga sebesar 6,67% pada perdagangan Senin, 7 September 2026.

Keuangan

Saham BUMI Melejit 6,67% Usai Akuisisi Perusahaan Australia

Senin, 7 Sep 2026 - 14:20 WIB