Redaksiku.com – Kritik tajam datang dari kubu PSM Makassar setelah melakoni laga perdana mereka di kompetisi BRI Super League 2026/2027 melawan tuan rumah Persib Bandung. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA tersebut berakhir dengan kekalahan 3-1 bagi tim tamu berjuluk Juku Eka. Di balik hasil minor tersebut, sorotan utama justru diarahkan pada kondisi permukaan lapangan stadion yang dinilai jauh dari standar kelayakan untuk pertandingan kasta tertinggi sepak bola nasional.
Pelatih kepala PSM, Darije Kalezic, tidak menutup kekecewaannya usai peluit panjang berbunyi. Juru taktik asal Bosnia itu menilai bahwa kualitas rumput yang buruk sangat memengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan.
Menurut Kalezic, sebuah klub sebesar Persib Bandung yang menyandang status sebagai salah satu raksasa sepak bola Indonesia seharusnya memiliki fasilitas infrastruktur penunjang yang jauh lebih baik, termasuk rumput lapangan yang memadai demi menjaga marwah dan reputasi klub di kancah nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kalezic bahkan mengaku heran mengapa pertandingan tetap dilangsungkan di atas permukaan lapangan yang dinilainya belum siap pakai. Ia menyebutkan bahwa dirinya telah memantau kondisi lapangan sehari sebelum pertandingan resmi dimulai dan sudah merasa janggal dengan kualitas yang ada.
Manajemen klub sebesar Persib Bandung dinilai perlu segera membenahi fasilitas stadion demi menjaga reputasi dan kenyamanan kompetisi.
Keluhan senada juga diungkapkan oleh penggawa lini tengah PSM, Rizky Ekapratama. Sang gelandang menjelaskan bahwa buruknya kualitas rumput GBLA secara langsung merusak skema taktik dan gaya bermain yang selama ini sudah dibangun oleh tim kepelatihan dalam sesi latihan rutin.
Tim asal Sulawesi Selatan tersebut dikenal mengandalkan aliran bola pendek serta penguasaan bola atau ball possession yang rapat. Akan tetapi, kondisi permukaan rumput yang tidak rata membuat aliran bola menjadi tidak akurat dan sulit dikontrol dengan sempurna oleh para pemain di atas lapangan.
(Kondisi rumput yang belum maksimal di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com)
Berdasarkan penelusuran di lapangan, Stadion GBLA memang diketahui sedang berada dalam periode pemulihan dan tahap perbaikan rumput sejak masa pramusim BRI Super League digulirkan. Namun, meski kompetisi resmi sudah resmi dimulai, pengerjaan tersebut tampak belum sepenuhnya rampung secara sempurna.
Bahkan, secara visual masih terlihat jelas adanya banyak tambalan rumput di berbagai titik area permainan. Hal inilah yang kemudian memicu ketidaknyamanan dari tim tamu yang merasa dirugikan secara teknis akibat kondisi fasilitas yang belum seratus persen siap menampung laga intensitas tinggi.
Dinamika Perbaikan Fasilitas Stadion
Isu mengenai infrastruktur stadion di Indonesia memang kerap menjadi sorotan utama setiap kali musim kompetisi baru dimulai. Standar kualitas lapangan yang ideal menjadi faktor krusial tidak hanya untuk keselamatan pemain dari risiko cedera parah, tetapi juga untuk menyajikan tontonan sepak bola yang menarik secara estetika.
Pihak pengelola stadion maupun klub pengampu diharapkan bisa mempercepat proses renovasi lanjutan agar insiden serupa tidak kembali terulang pada pertandingan-pertandingan kandang berikutnya. Kompetisi level atas menuntut standar profesionalisme yang menyeluruh, mencakup aspek teknis di atas rumput hijau hingga kenyamanan fasilitas pendukung di stadion.
Pertanyaan Umum
Mengapa PSM Makassar melayangkan protes terhadap Stadion GBLA?
Protes dilayangkan karena buruknya kualitas rumput lapangan yang dinilai tidak layak untuk pertandingan kasta tertinggi dan merusak skema permainan tim tamu.
Bagaimana kondisi aktual rumput di Stadion GBLA saat pertandingan berlangsung?
Rumput stadion masih berada dalam tahap perbaikan dan terlihat banyak tambalan di berbagai titik karena belum mencapai kondisi maksimal saat kompetisi dimulai.
Bagaimana dampak buruknya lapangan bagi gaya bermain PSM?
Permukaan lapangan yang tidak rata menyulitkan para pemain PSM untuk menerapkan taktik penguasaan bola atau ball possession secara optimal.
Ringkasan
PSM Makassar mengkritik keras buruknya kualitas rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) setelah kalah 3-1 dari Persib Bandung dalam laga BRI Super League. Pelatih dan pemain PSM menilai kondisi lapangan yang masih penuh tambalan dan belum rampung diperbaiki merusak skema permainan umpan pendek tim serta tidak layak untuk kompetisi kasta tertinggi.






