Novel : Bertahan di Atas Luka Part 15

- Penulis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Bertahan di Atas Luka Part 15

Sudah, Bu. Mas Bayu titip salam, nanti akan jemput Mira kalau sudah mau pulang.

Ibu diam mendengarkan.

Ibu mau dibawain apa? tanyaku lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nggak usah, Ibu udah susah makan apa-apa, takut nanti malah kumat sakit perutnya. Kamu hati-hati, ya.

Satu jam kemudian aku sudah duduk bersama Ibu di ruang tamu rumah kami yang nyaman.  Ibu membuat pisang dan singkong goreng. Kami berbincang sambil menikmati teh hangat.

Kamu mau bicara apa, Nduk? Kelihatanny serius banget.

Janji, Ibu nggak akan kaget, ya? Aku menatap wajah perempuan terkasih itu.  Mas Bayu memintaku untuk keluar dari pekerjaan supaya aku bisa hamil.

Ibu tampak kaget dan kecewa tetapi berusaha menyembunyikannya.

Memang kamu sudah berpikir masak-masak? Nanti kalau nggak kerja, mau ngapain di rumah?

Mira udah salat istikharah, Bu. Makanya Mira ke sini mau minta pendapat Ibu.

Lho, kalau sudah salat, ya mantapkan aja gimana hati nuranimu.  Apalagi ini yang nyuruh suami, kamu harus nurut, ujar Ibu mencoba bersikap tenang.

Tadinya aku menolak. Kalau aku berhenti, gimana Ibu sama si kembar? Tapi Mas Bayu bilang, Ibu nggak usah khawatir.  Ia masih bisa membantu Ibu. Kalau si kembar, sebentar lagi akan lulus dan kerja.

Ibu menarik napas panjang, lalu menatapku dalam.

Ibu terserah kamu saja. Semoga dengan kamu nurut sama suami, Allah akan mengabulkan semua keinginanmu untuk memiliki momongan.

Meski samar, aku seperti menangkap getaran suara Ibu. Kekhawatiran Ibu adalah kalau nanti aku tertekan karena berada di rumah saja.  Aku tahu, Ibu tidak akan khawatir soal rezeki, ia justru takut aku tidak bahagia dan kelak menyalahkan Mas Bayu.

Aku memeluk Ibu erat. Tanpa sadar, aku menangis tersedu-sedu. Seluruh bebanku selama ini seperti tumpah saat bersama Ibu. Bahuku berguncang.  Dengan lembut Ibu mengelus punggungku. Meskipun Ibu tidak berkata apa-apa, aku sudah merasa lega bisa menangis di pelukannya.

Maafin Mira kalau nanti ngecewain Ibu, nggak bisa ngasih Ibu lagi, ujarku di sela-sela tangisan.

Sudah. Kamu nggak boleh bilang kayak gitu. Insyaallah, Allah sudah mengatur rezeki Ibu. Patuh pada suami akan membuka jalanmu ke surga, Nak! Soal rezeki, Allah akan cukupkan. Insyaallah.

Ibu lalu menyeka air mataku dengan tangan tuanya.

Salat Isya dulu, nanti keburu suamimu datang jemput. Ibu lalu berdiri meninggalkanku seorang diri di ruang tamu.  Terdengar kumandang azan isya.  Kulirik ponsel, ada pesan masuk dari Mas Bayu. Ia bilang akan salat Isya dulu di masjid dekat rumah Ibu.

Sepanjang perjalanan dari rumah Ibu, aku lebih banyak membisu.  Masih terbayang luka di mata Ibu ketika mengetahui aku akan berhenti bekerja. Ibu memang tidak mengatakan apa-apa, tetapi aku bisa merasakan kalau Ibu kecewa.  Meskipun kecewa, Ibu sadar kalau aku harus patuh dan menuruti suami selama tidak mengajak ke jalan yang salah.

Apakah aku akan sanggup berdiam diri di rumah? Bagaimana dengan teman-teman? Meski aku memang kurang suka keramaian, tapi teman kantor adalah hiburanku. Kami terbiasa bersama, makan siang bersama, belanja, berkeluh kesah karena pekerjaan yang melelahkan, semua membuat kami merasa senasib dan menjadikan kami kompak.  Aku akan merindukan teman-temanku. Kalau aku tidak bekerja, aku tidak akan punya teman.

Aku ingin menjadi istri yang baik dengan mematuhi perintah suami. Semua yang Mas Bayu inginkan untuk kebaikan pernikahan kami.  Namun, di sisi lain aku belum siap untuk berdiam diri di rumah. Apa aku tidak akan merasa bosan? Bagaimana nanti kalau orang-orang tidak menghargaiku lagi? Apa aku siap hanya menjadi ibu rumah tangga?

Pergolakan batin membuatku bingung. Aku sudah mohon petunjuk Allah, tetapi mengapa hati ini masih ragu? Apa karena aku tidak yakin Allah akan mencukupkan rezeki kami berdua? Aku takut kalau tidak memiliki uang dan harus minta pada Mas Bayu. Harga diriku terlalu tinggi untuk menerima uang dari Mas Bayu meskipun ia suamiku.

Aku terlalu sombong. Baiklah, aku akan mencobanya.  Aku menarik napas panjang dan mengembuskannya dengan kencang.

Kenapa, Mir? tanya Mas Bayu kaget.  Ia menoleh padaku sejenak lalu kembali fokus melihat jalan.

Aku terperanjat, tidak menyangka kalau Mas Bayu memperhatikanku.

Eh ¦, nggak apa-apa, Mas, jawabku singkat dan kembali memandangi kerlap-kerlip lampu di sepanjang jalan pulang.

-bersambung-

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran
Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya
Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran
Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik
Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia
Larissa Chou Terbaru, Profil, Perjalanan Hidup, dan Aktivitas Terkini
Seindah Masa Remaja Jadi Sorotan, Sinopsis, Pemain, dan Fakta Terbaru Series Romantis Indonesia
Kanye West Jakarta Jadi Sorotan, Kabar Kedatangan Ye ke Indonesia dan Fakta Terbarunya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia

Berita Terbaru

Polres Barru menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) delapan pejabat utama dan kapolsek jajaran. Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat profesionalisme serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Internasional

Sertijab Polres Barru, Kapolres Dorong Pelayanan kepada Masyarakat

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:17 WIB