Redaksiku.com – Drama panas antara Sahara, pemilik usaha rental mobil asal Malang, dan Yai Mim, eks dosen UIN Malang, kembali jadi buah bibir.
Setelah konflik mereka sempat memanas, Sahara akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka lewat podcast Denny Sumargo (Densu). Namun, bukannya adem, publik justru heboh dan mendesak agar video tersebut tidak ditayangkan.
Kisah ini memperlihatkan bagaimana ruang digital, khususnya YouTube dan Instagram, kini punya pengaruh besar terhadap penyelesaian konflik publik. Meski niatnya baik, respons masyarakat bisa berbalik arah bila mereka merasa konten hanya memanfaatkan drama semata.
Permintaan Maaf Sahara
Podcast yang rencananya tayang pada Rabu, 1 Oktober 2025, menjadi ajang Sahara untuk menyampaikan penyesalan atas ucapannya kepada Yai Mim. Dalam cuplikan singkat yang sempat diunggah Densu ke Instagram Story, terlihat bagaimana Denny menjembatani komunikasi keduanya dengan menghubungkan Sahara dan Yai Mim lewat sambungan telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selamat sore, Assalamualaikum, sapa Sahara dengan suara lebih tenang dan sopan.
Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh, jawab Yai Mim dengan kalem.
Tanpa basa-basi panjang, Sahara kemudian menyampaikan permintaan maafnya:
Iya, saya mohon maaf atas omongan saya yang kasar, perkataan saya yang kurang baik kepada panjenengan.
Momen ini memperlihatkan ada iktikad baik dari Sahara untuk menyelesaikan konflik secara terbuka.
Potongan Video Bikin Netizen Panas
Meski sudah ada permintaan maaf, reaksi publik tidak serta-merta positif. Densu hanya menampilkan potongan pendek percakapan itu di Instagram, bukan keseluruhan isi podcast. Hal ini justru memicu rasa penasaran sekaligus spekulasi netizen.
Denny kemudian melakukan langkah yang tak biasa: membuka polling di Instagram untuk menanyakan apakah podcast itu sebaiknya ditayangkan atau tidak. Hasilnya mengejutkan, sekitar 70% netizen memilih menolak tayang.
Mayoritas warganet berpendapat bahwa menayangkan video tersebut justru akan memperpanjang konflik dan memberi kesan bahwa permintaan maaf hanya jadi bahan konsumsi konten.
Densu Dihantam Kritik
Awalnya, Denny Sumargo menghormati hasil polling tersebut. Ia bahkan sempat menyatakan akan menahan rilis podcast demi menghargai suara mayoritas audiensnya.
Namun, situasi jadi rumit. Densu tetap mendapat kritik keras, dituding mencari keuntungan dari konflik pribadi orang lain. Netizen menilai potongan video yang diunggah hanya membuat isu semakin viral, tanpa benar-benar menyelesaikan masalah.
Denny pun berada di posisi sulit: di satu sisi ia ingin transparan, di sisi lain ia tak ingin terlihat mengeksploitasi drama.
Arahan dari Yai Mim
Di tengah kebingungan, muncul arahan langsung dari Yai Mim. Tokoh yang sebelumnya berseteru dengan Sahara itu justru menyarankan agar podcast ditayangkan.
Alasannya sederhana: publik perlu melihat klarifikasi secara utuh dari kedua belah pihak. Dengan begitu, masyarakat bisa menilai sendiri bagaimana permintaan maaf berlangsung, tanpa terjebak dalam potongan-potongan video yang berpotensi bias.
Sikap Yai Mim ini cukup menenangkan, karena memperlihatkan kebesaran hati untuk membuka ruang dialog yang transparan.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Redaksiku
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.