Selain itu, mereka menyampaikan tuntutan terkait kepemimpinan di lingkungan kampus.
Dalam pernyataannya, massa menegaskan aksi tersebut merupakan penyampaian aspirasi secara damai.
Mereka menyebut aksi itu bukan bentuk penolakan terhadap Muhammadiyah maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebaliknya, aksi tersebut dilakukan sebagai dorongan untuk memperbaiki tata kelola institusi.
Sekitar pukul 15.06 Wita, jenderal lapangan membacakan pernyataan sikap yang memuat sejumlah poin tuntutan.
Aksi berakhir pada pukul 15.15 Wita.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Selama pengamanan, personel kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.
Polisi juga memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terlindungi tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., mengatakan Polri berkomitmen mengamankan setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum sesuai ketentuan hukum.
“Polri hadir untuk menjamin keamanan seluruh pihak, baik peserta aksi maupun masyarakat pengguna jalan, sehingga penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kami mengapresiasi seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi dengan damai serta mematuhi arahan petugas di lapangan,” ujar Kapolres.
Usai aksi berakhir, situasi di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Barru kembali normal.
Arus lalu lintas berjalan lancar.
Aktivitas masyarakat pun berlangsung seperti biasa tanpa gangguan kamtibmas.
Editor : Hengki
Halaman : 1 2






