Redaksiku.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang kini tengah menghadapi tantangan serius terkait lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meningkat tajam sepanjang tahun 2026. Berdasarkan catatan resmi, jumlah insiden kebakaran di wilayah ini melonjak hingga hampir dua kali lipat dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, memaksa otoritas setempat untuk segera mengonsolidasikan kekuatan lintas instansi guna menekan angka kerusakan lingkungan.
Kepala BPBD Sumedang, Bambang Rianto, memaparkan data terkini dalam Rapat Koordinasi Forkopimda pada Senin (7/9/2026) yang menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 104 kejadian kebakaran di seluruh wilayah Sumedang. Namun, hingga 6 September 2026, jumlah tersebut telah membengkak menjadi 203 kasus, yang mencakup 143 kebakaran hutan dan lahan serta 60 kebakaran di area non-hutan.
Kenaikan jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Sumedang tercatat mencapai 99 persen dibandingkan dengan total kasus pada tahun 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Baru Mitigasi Kebakaran
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa pola penanganan bencana harus bergeser dari sekadar respons saat api membesar menjadi upaya pencegahan yang lebih proaktif. Pemerintah daerah kini menggandeng TNI, Polri, BPBD, Perhutani, serta pemerintah tingkat kecamatan dan desa untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan.
Edukasi kepada masyarakat menjadi garda terdepan dalam upaya ini. Fokus utamanya adalah mengubah kebiasaan kecil yang sering kali menjadi pemicu awal kebakaran besar, seperti membuang puntung rokok sembarangan di area kering atau praktik membakar sisa tanaman pascapanen tanpa pengawasan ketat.
Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen meningkatkan intensitas patroli di kawasan rawan dan memperkuat kesiapan personel serta peralatan pemadaman di tingkat desa.
Pemanfaatan Teknologi dan Inovasi Lapangan
Salah satu kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah sulitnya medan di beberapa kawasan hutan, sehingga kendaraan pemadam kebakaran konvensional tidak mampu menjangkau titik api. Untuk mengatasi keterbatasan ini, pemerintah mulai melirik penggunaan drone sebagai solusi taktis.
Teknologi drone diharapkan mampu memantau titik api dari udara sekaligus membantu proses pemadaman di area yang sulit diakses manusia. Selain itu, terdapat usulan praktis dari unsur TNI untuk memperkuat ketahanan desa melalui pengadaan alat pemadam api ringan (APAR) gendong.
Pastikan setiap aktivitas pembakaran lahan atau sampah diawasi secara penuh hingga bara api benar-benar padam untuk mencegah penyebaran yang tidak terkendali.
Selain upaya di hutan, perhatian khusus juga diarahkan pada area sekitar infrastruktur vital, terutama di sepanjang koridor Tol Cisumdawu. Laporan dari kepolisian menunjukkan adanya beberapa titik api yang muncul di jalur tersebut, yang jika dibiarkan dapat mengganggu operasional jalan tol dan membahayakan pengguna jalan.
- Pemasangan papan imbauan larangan membuang puntung rokok di sekitar gerbang Tol Cisumdawu.
- Peningkatan koordinasi antarperusahaan di wilayah Sumedang untuk turut serta dalam upaya pemadaman jika terjadi insiden di sekitar area operasional mereka.
- Pengoptimalan seluruh aset pemadam kebakaran, baik milik pemerintah daerah maupun instansi vertikal, agar dapat dimobilisasi dengan koordinasi yang lebih cepat.
Pembakaran sisa tanaman pascapanen yang dilakukan tanpa pengawasan memadai menjadi salah satu penyebab utama kebakaran lahan yang sering ditemukan di wilayah Sumedang.
“Kami akan lebih memasifkan edukasi kepada warga masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan sembarangan.”
— Dony Ahmad Munir
Bupati Dony menekankan bahwa keberhasilan pencegahan ini sangat bergantung pada kecepatan koordinasi. Setiap elemen, mulai dari tingkat desa hingga perusahaan swasta, diminta untuk selalu siaga dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.
Pertanyaan Umum
Apakah ada peningkatan signifikan dalam jumlah kebakaran di Sumedang tahun ini?
Ya, terjadi peningkatan kasus kebakaran yang sangat tajam, yakni mencapai 99 persen dibandingkan dengan total kejadian pada tahun 2025.
Langkah apa yang diambil pemerintah untuk memadamkan api di lokasi yang sulit dijangkau?
Pemerintah merencanakan pemanfaatan drone untuk pemantauan dan pemadaman, serta mengusulkan pengadaan APAR gendong di tingkat desa agar penanganan tahap awal bisa dilakukan lebih cepat oleh warga atau petugas setempat.
Bagaimana masyarakat bisa berkontribusi mencegah Karhutla?
Masyarakat diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering, serta harus memastikan bara api benar-benar padam sepenuhnya jika terpaksa melakukan aktivitas pembakaran sisa tanaman pascapanen.
Ringkasan
Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sumedang melonjak 99 persen pada 2026, dengan 203 kejadian hingga September. Pemerintah kini memperketat patroli, mengedukasi warga terkait bahaya pembakaran lahan, serta berencana menggunakan drone dan APAR gendong untuk memadamkan titik api di medan sulit.






