Kasus Cacar monyet terdeteksi di Jakarta

- Penulis

Sabtu, 24 Februari 2024 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Cacar monyet terdeteksi di Jakarta

Kasus Cacar monyet terdeteksi di Jakarta

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, telah mengonfirmasi adanya kasus baru penyakit yang disebut “Mpox” atau cacar monyet yang terdeteksi di DKI Jakarta. Meskipun demikian, ia menenangkan masyarakat dan mengingatkan bahwa vaksin untuk penyakit ini sudah tersedia. Seiring dengan pemberitaan tentang kasus ini, pemerintah juga sedang melakukan tracing kontak erat pasien untuk memahami lebih lanjut tentang awal mula penyebaran penyakit ini dan seberapa luas kemungkinan kasus Mpox dapat ditemukan. Pemerintah memiliki keprihatinan bahwa kasus Mpox mungkin telah menyebar lebih luas dari yang tercatat karena beberapa kasus belum terdeteksi.

Menteri Budi Gunadi Sadikin menyatakan, “Itulah yang sedang kita cari melalui surveilans. Kasus-kasus baru sudah kami deteksi, dan sekarang kami sedang meminta P2P (Pusat Pencegahan Penyakit) untuk mengawasi perkembangan kasus ini, mengidentifikasi kontak eratnya, dan kami telah mempersiapkan pengobatannya. Vaksin untuk cacar monyet juga telah kami sediakan.”

Kasus Cacar monyet terdeteksi di Jakarta
Kasus Cacar monyet terdeteksi di Jakarta

Pemerintah dan tim kesehatan sedang berupaya keras untuk mengidentifikasi lebih banyak kasus dan memantau penyebaran penyakit ini. Kementerian Kesehatan RI berusaha keras untuk merinci data kasus, memastikan pengobatan dan perawatan pasien terjamin, serta mengedukasi masyarakat tentang tindakan pencegahan yang dapat diambil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, dr. Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, telah mengungkapkan bahwa pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mengidentifikasi setidaknya tujuh orang yang memiliki kontak erat dengan pasien Mpox. Tindakan tracing kontak ini penting untuk meminimalkan penyebaran penyakit dan memberikan perawatan kepada mereka yang mungkin terpapar.

Dalam kasus pasien Mpox kedua, gejalanya lebih parah, dengan lebih banyak lesi yang muncul di tubuhnya, bahkan mencapai 10 titik berbeda. Selain lesi, pasien juga mengeluhkan demam. Meskipun pasien masih mendapatkan perawatan intensif, kondisinya pada umumnya baik.

Penyakit ini menunjukkan gejala berikut, yang berkembang dari hari ke hari:

  1. Pasien awalnya datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan bintil seperti jerawat di wajah selama 2 hari, yang merupakan awal dari berkembangnya lesi.
  2. Gejala lesi mulai meluas, menjalar ke bagian tangan, tungkai, dan perianal.
  3. Pasien mengalami demam selama dua hari.
  4. Pasien juga merasa pegal dan nyeri secara umum selama tiga hari sebelum munculnya lesi.

Dengan adanya kasus baru dan perkembangan gejala yang berbeda pada pasien kedua, tim medis dan peneliti akan terus mengamati perkembangan penyakit ini dan berusaha untuk memahami lebih lanjut tentang cara penularannya.

Kasus penyakit ini telah memicu kekhawatiran di antara masyarakat, dan mereka diimbau untuk tetap tenang. Menteri Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa vaksin untuk penyakit ini sudah tersedia. Oleh karena itu, tindakan-tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat sedang dilakukan untuk menjaga agar penyebaran penyakit ini dapat dipersempit.

Seiring dengan perkembangan penyakit ini, peran media massa dalam menyebarkan informasi yang akurat dan edukatif sangat penting. Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang dapat dipercaya dan tindakan pencegahan yang tepat dalam menghadapi penyakit ini.

Sebagai catatan terakhir, perlu diingat bahwa informasi ini didasarkan pada laporan hingga tanggal 17 Oktober 2023. Perkembangan lebih lanjut tentang kasus ini akan terus diikuti dan diinformasikan kepada masyarakat seiring berjalannya waktu

 

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

eDabu BPJS Kesehatan Terbaru, Cara Login, Fungsi, dan Panduan Layanan Badan Usaha
BPJS Ketenagakerjaan 2026: Cara Cek Saldo, Manfaat Program, dan Syarat Klaim
Program Jaminan Kesehatan Indonesia Terus Diperkuat, Ini Perubahan dan Tantangan Terbarunya
Waspadai 6 Gejala Brain Fog di Kalangan Gen Z
Menjelang Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Aktivitas Seru Mengisi Liburan Bareng Si Kecil
Menstruasi Berlebihan Jangan Dianggap Normal! Bisa Jadi Itu Tanda Penyakit Tertentu
Wajib Tahu 7 Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif Lewat HP
Penting! 5 Fakta Menkes Kaget Dokter Kena Bullying

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:12 WIB

eDabu BPJS Kesehatan Terbaru, Cara Login, Fungsi, dan Panduan Layanan Badan Usaha

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:36 WIB

BPJS Ketenagakerjaan 2026: Cara Cek Saldo, Manfaat Program, dan Syarat Klaim

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:09 WIB

Program Jaminan Kesehatan Indonesia Terus Diperkuat, Ini Perubahan dan Tantangan Terbarunya

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:21 WIB

Waspadai 6 Gejala Brain Fog di Kalangan Gen Z

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:55 WIB

Menjelang Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Aktivitas Seru Mengisi Liburan Bareng Si Kecil

Berita Terbaru