Redaksiku.com – Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan lingkungan pemerintahan.
Jenazah Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut diberangkatkan dari rumah duka di kawasan Jakarta Selatan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan pantauan di lokasi, prosesi pelepasan jenazah berlangsung sekitar pukul 13.50 WIB di kediaman almarhum yang terletak di Jalan Kartika Utama. Suasana haru menyelimuti keluarga dan para pelayat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Dilepas Sejumlah Anggota BPK dan Tokoh Negara
Sejumlah pejabat tinggi BPK turut hadir dalam prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Di antaranya adalah Nyoman Adhi Suryadnyana, Daniel Lumban Tobing, Bobby Adhityo Rizaldi, Fathan Subchi, serta Slamet Edy Purnomo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan besarnya penghargaan terhadap kontribusi Haerul Saleh selama menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara. Prosesi berlangsung khidmat dengan doa bersama sebelum jenazah diberangkatkan menuju bandara untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya.
Wafat dalam Insiden Kebakaran
Sebelumnya, kabar duka datang dari insiden kebakaran yang terjadi di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Haerul Saleh dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait telah mengonfirmasi kejadian tersebut, sekaligus memastikan bahwa korban merupakan pejabat aktif di lingkungan BPK RI. Insiden ini mengejutkan banyak pihak mengingat almarhum dikenal sebagai figur yang masih aktif dan produktif dalam menjalankan tugas negara.
Menteri Pertanian Jadi Pelayat Pertama
Salah satu tokoh yang hadir lebih awal untuk memberikan penghormatan adalah Andi Amran Sulaiman. Ia bahkan turut mendampingi proses awal pemulangan jenazah dari RSUD Pasar Minggu.
Dalam pernyataannya, Amran menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Haerul Saleh. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang sederhana, berdedikasi, dan memiliki komitmen tinggi terhadap integritas dalam pemerintahan.
Menurutnya, kepergian Haerul Saleh menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi negara yang selama ini mengandalkan kontribusinya dalam pengawasan keuangan.

Sosok Muda dengan Dedikasi Tinggi
Haerul Saleh wafat pada usia 43 tahun, usia yang tergolong masih produktif dalam karier birokrasi dan politik. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai figur muda yang memiliki komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
Sebagai Anggota IV BPK, ia berperan dalam mengawasi penggunaan anggaran negara agar tetap sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Perannya menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Latar Belakang Pendidikan dan Aktivisme
Haerul Saleh lahir di Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 12 Agustus 1981. Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia.
Selama masa kuliah, ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Aktivitas tersebut membentuk karakter kepemimpinan serta kemampuan organisasinya yang kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya di dunia politik dan pemerintahan.
Karier Politik di Parlemen
Sebelum menjabat sebagai anggota BPK, Haerul Saleh lebih dulu berkiprah di dunia legislatif sebagai politikus dari Partai Gerindra. Ia tercatat menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.
Selama berada di parlemen, ia menjadi bagian dari Komisi XI DPR RI yang membidangi sektor keuangan, perbankan, perpajakan, dan kebijakan fiskal. Dalam perannya tersebut, Haerul dikenal aktif menyuarakan berbagai isu strategis terkait pengelolaan ekonomi nasional.
Kontribusi di Sektor Keuangan Negara
Sebagai anggota Komisi XI, Haerul Saleh terlibat dalam berbagai pembahasan penting yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi nasional. Ia kerap memberikan pandangan kritis terhadap kebijakan fiskal serta pengelolaan anggaran negara.
Pengalamannya di legislatif kemudian menjadi bekal berharga ketika ia bergabung dengan BPK. Di lembaga tersebut, ia melanjutkan pengabdian dengan fokus pada pengawasan dan audit keuangan negara.
Duka dari Berbagai Kalangan
Kepergian Haerul Saleh tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan rekan kerja di BPK, tetapi juga oleh berbagai kalangan di dunia politik dan pemerintahan. Banyak pihak mengenangnya sebagai pribadi yang rendah hati, profesional, dan memiliki integritas tinggi.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai tokoh nasional yang pernah bekerja sama dengannya. Hal ini menunjukkan bahwa sosok Haerul Saleh memiliki pengaruh yang cukup besar dalam lingkup tugasnya.
Perjalanan Terakhir ke Kampung Halaman
Setelah prosesi pelepasan di Jakarta, jenazah Haerul Saleh diberangkatkan menuju Kolaka, Sulawesi Tenggara. Di sana, almarhum akan dimakamkan sesuai dengan rencana keluarga.
Pemilihan lokasi pemakaman di kampung halaman menjadi simbol kembalinya seorang putra daerah yang telah mengabdikan diri untuk negara. Prosesi pemakaman diperkirakan akan dihadiri oleh keluarga besar serta masyarakat setempat.
Refleksi atas Dedikasi Seorang Pejabat Negara
Wafatnya Haerul Saleh menjadi pengingat akan pentingnya peran pejabat publik dalam menjaga integritas dan transparansi pemerintahan. Dalam usia yang relatif muda, ia telah menunjukkan kontribusi nyata di berbagai bidang, baik di legislatif maupun lembaga pengawasan.
Kehilangan ini juga menjadi refleksi bagi institusi negara untuk terus melanjutkan nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh almarhum, terutama dalam hal akuntabilitas dan tata kelola keuangan.
Kesimpulan
Kepergian Haerul Saleh meninggalkan jejak yang tidak mudah dilupakan. Dari perjalanan sebagai aktivis kampus, anggota DPR, hingga pejabat BPK, ia menunjukkan dedikasi yang konsisten dalam mengabdi kepada negara.
Prosesi pelepasan jenazah yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi menjadi bukti penghormatan atas jasa dan kontribusinya. Di tengah duka yang mendalam, warisan nilai integritas dan profesionalisme yang ditinggalkannya diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : redaksiku
Editor : redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber






