Redaksiku.com – Drama panjang selebgram Lisa Mariana kembali jadi topik panas di jagat maya.
Kali ini, kemarahannya dipicu oleh hasil tes DNA yang diumumkan Bareskrim Polri terkait dirinya, Ridwan Kamil (RK), dan sang anak berinisial CA. Hasilnya bikin publik heboh: tim ahli memastikan tidak ada kecocokan alias non-identik.
Reaksi Lisa pun langsung meledak di media sosial. Dalam sebuah live di TikTok, ia mengekspresikan rasa kecewa sekaligus melontarkan kalimat yang cukup nyeleneh. Kalau positif (hasilnya) itu jujur, kalo negatif berarti ini anak tuyul dong. RK tuyul dong, ujar Lisa dengan nada tinggi. Ia bahkan menambahkan, Seumur hidup lu ga bakal tenang. Tanggung jawab di akhirat nanti.
Pernyataan Lisa ini langsung jadi bahan perbincangan publik. Banyak yang mempertanyakan, apakah benar hasil tes DNA bisa dimanipulasi seperti yang diisyaratkan Lisa? Untuk menjawab pertanyaan ini, redaksiku menghubungi seorang pakar forensik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bisa Dimanipulasi? Ahli Forensik Angkat Bicara
Dr. dr. Ade Firmansyah Sugiharto, SpFM, Subsp FK(K), seorang spesialis forensik dan medikolegal, menjelaskan bahwa dalam dunia ilmu pengetahuan, manipulasi memang bukan hal yang mustahil. Semua hal di dunia bisa saja dimanipulasi, ujarnya saat diwawancara, Rabu (20/8/2025).
Namun, dr Ade menegaskan kalau tes DNA yang dilakukan di laboratorium berstandar internasional sudah memiliki sistem pengamanan ketat. Khususnya pada lab yang telah mengantongi sertifikasi ISO 17025, prosedur pengolahan sampel benar-benar dikontrol agar hasilnya tidak bisa sembarangan diutak-atik.
Pada laboratorium pemeriksa yang sudah terstandar ISO 17025, standar penanganan sampelnya tidak mungkin berbeda dan terjamin mengeluarkan hasil pemeriksaan yang tepat, tegasnya.
Seberapa Akurat Tes DNA?
Menurut dr Ade, tes DNA yang diperiksa di laboratorium resmi biasanya melibatkan 23 sampai 26 lokus DNA. Semakin banyak lokus yang diperiksa, semakin tinggi pula tingkat akurasinya.
Jika semua tahapan mulai dari pengambilan sampel, preservasi (penyimpanan), transportasi, hingga pemeriksaan di laboratorium dilakukan sesuai prosedur, maka hasil DNA bisa dibilang sangat presisi. Hasil pemeriksaan DNA memiliki akurasi yang tinggi. Bisa dengan tepat menentukan hubungan paternitas ini, jelasnya.
Dalam konteks kasus Lisa Mariana dan RK, artinya jika semua proses sesuai standar, maka hasil non-identik yang keluar hampir pasti valid secara ilmiah.
Faktor yang Bisa Mempengaruhi Hasil DNA
Walau hasil DNA sangat akurat, bukan berarti tidak ada faktor risiko. Dr Ade menyebut ada beberapa hal yang bisa bikin tes DNA kurang tepat bila terjadi kesalahan, di antaranya:
-
Proses pengambilan sampel misalnya jika alat atau teknik yang digunakan tidak steril.
-
Preservasi sampel bagaimana cara menyimpan sampel agar tidak rusak atau terkontaminasi.
-
Transportasi sampel proses pemindahan sampel dari tempat pengambilan ke laboratorium juga harus aman.
-
Metode pemeriksaan di laboratorium meskipun lab berstandar, jika metode tidak sesuai, bisa menimbulkan masalah.
Dengan kata lain, kalau semua langkah ini dijalankan dengan benar, hasil tes DNA hampir mustahil salah atau bisa dimanipulasi.
Gratis Kalau untuk Kepentingan Hukum
Menariknya, dr Ade juga menegaskan bahwa tes DNA yang dilakukan untuk kebutuhan hukum, seperti kasus Lisa Mariana dan RK, tidak dipungut biaya. Hal ini karena tes dilakukan berdasarkan permintaan resmi kepolisian.
Jadi, tes DNA bukan dilakukan secara pribadi atau komersial, melainkan lewat jalur resmi negara yang memang punya mekanisme ketat untuk menjamin keakuratan hasil.
Lisa Mariana Masih Melawan?
Meski penjelasan ilmiah dari para pakar jelas, sikap Lisa Mariana masih terus jadi perhatian publik. Sikap emosionalnya di media sosial menunjukkan bahwa ia belum bisa menerima kenyataan hasil tes. Banyak netizen berspekulasi bahwa drama ini masih akan berlanjut, mengingat Lisa kerap melontarkan pernyataan yang memancing kontroversi.
Di sisi lain, ada juga yang menyarankan agar Lisa mengambil langkah hukum jika benar merasa ada manipulasi. Namun, dengan adanya jaminan dari pakar forensik bahwa hasil tes DNA di laboratorium berstandar internasional hampir mustahil dimanipulasi, peluang klaim itu terbukti tampaknya sangat kecil.
Ilmu Forensik vs Opini Publik
Kasus ini jadi pengingat bahwa dalam isu sensitif seperti tes DNA, seringkali opini publik terbagi dua: ada yang percaya pada sains, ada juga yang lebih percaya pada narasi emosional pihak tertentu. Padahal, dalam ranah hukum, sains tetap jadi pegangan utama.
Tes DNA sudah lama jadi metode paling akurat untuk menentukan hubungan biologis. Bahkan dalam kasus pidana, DNA sering dijadikan bukti kuat di pengadilan. Jadi, tudingan manipulasi tanpa bukti kuat jelas tidak bisa mengalahkan data ilmiah.
Penutup
Drama Lisa Mariana dengan hasil tes DNA bersama Ridwan Kamil memang masih jadi topik hangat. Namun, penjelasan dari ahli forensik menunjukkan bahwa proses tes DNA di laboratorium berstandar internasional punya akurasi tinggi dan hampir mustahil dimanipulasi.
Dengan kata lain, hasil non-identik yang keluar mestinya bisa jadi titik terang. Tinggal bagaimana pihak-pihak yang bersangkutan bisa menerima kenyataan dan melanjutkan hidup tanpa memperpanjang drama.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






