Redaksiku.com – Film The Crow kembali menarik perhatian pencinta film aksi fantasi dan horor.
Versi terbaru yang dibintangi Bill Skarsgård menghadirkan interpretasi baru terhadap Eric, karakter ikonik yang sebelumnya sangat melekat dengan mendiang Brandon Lee melalui film The Crow tahun 1994.
Film yang disutradarai Rupert Sanders ini sebenarnya sudah dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 23 Agustus 2024. Namun perjalanannya secara internasional berlanjut cukup lama. Data Box Office Mojo bahkan mencatat The Crow baru mendapatkan perilisan bioskop di Jepang pada 6 Maret 2026.
Hingga Agustus 2026, film tersebut telah mencatat pendapatan box office global sekitar US$24,21 juta. Angka itu relatif rendah jika dibandingkan dengan estimasi biaya produksinya yang mencapai sekitar US$50 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu seperti apa sebenarnya cerita The Crow, siapa saja pemerannya, bagaimana respons penonton, dan apakah petualangan Eric akan berlanjut ke film kedua?
The Crow Dibintangi Bill Skarsgård
Tokoh utama The Crow dimainkan oleh Bill Skarsgård sebagai Eric.
Nama Skarsgård sebelumnya dikenal luas melalui perannya sebagai Pennywise dalam film It. Dalam The Crow, penampilannya berubah drastis menjadi sosok gelap dengan tato, riasan hitam di sekitar mata dan penampilan yang berbeda dari interpretasi Eric dalam film 1994.
Sementara karakter Shelly dimainkan musisi dan aktris FKA twigs.
Selain keduanya, film ini dibintangi:
- Bill Skarsgård sebagai Eric
- FKA twigs sebagai Shelly
- Danny Huston sebagai Vincent Roeg
- Josette Simon sebagai Sophia
- Laura Birn sebagai Marion
- Sami Bouajila sebagai Kronos
- Jordan Bolger sebagai Chance
- Isabella Wei sebagai Zadie.
Rupert Sanders duduk di kursi sutradara, sementara naskah ditulis Zach Baylin dan William Schneider berdasarkan dunia komik karya James O’Barr.
Sinopsis Film The Crow
Cerita berpusat pada Eric dan Shelly, dua orang yang mempunyai hubungan cinta sangat kuat.
Kehidupan mereka berubah ketika keduanya dibunuh setelah masalah dari masa lalu Shelly kembali menghantui mereka. Eric kemudian mendapatkan kesempatan kembali dari kematian.
Namun kebangkitannya mempunyai tujuan.
Eric harus menelusuri dunia antara kehidupan dan kematian serta memburu orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian dirinya dan Shelly.
Perjalanannya kemudian berubah menjadi kisah balas dendam brutal bercampur romansa, fantasi supernatural dan pengorbanan.
Konsep dasarnya masih mempertahankan elemen utama The Crow: seorang pria yang kembali dari kematian setelah kehilangan orang yang dicintainya.
Namun jalan cerita dan karakterisasi versi 2024 dibuat berbeda dari film klasik 1994.
Sutradara Tegaskan Bukan Remake Biasa
Sutradara Rupert Sanders sejak awal menolak anggapan bahwa filmnya hanya membuat ulang film Brandon Lee.
Ia menggambarkan versinya sebagai reinterpretasi baru terhadap karya James O’Barr dengan pendekatan yang berbeda. Sanders ingin memperkuat unsur kisah cinta Eric dan Shelly serta membuat hubungan mereka menjadi fondasi emosional cerita.
Karena itu, penonton yang mengenal The Crow 1994 akan menemukan sejumlah perubahan besar.
Film 2024 menghabiskan lebih banyak waktu membangun hubungan Eric dan Shelly sebelum keduanya mengalami tragedi.
Unsur fantasi mengenai dunia setelah kematian juga mendapatkan porsi cukup besar.

Durasi Film 1 Jam 51 Menit
The Crow mempunyai durasi sekitar 111 menit atau 1 jam 51 menit.
Film masuk dalam kategori aksi, fantasi dan kriminal, dengan tambahan unsur horor, thriller serta romansa.
Ratingnya di Amerika Serikat adalah R karena mengandung kekerasan berdarah yang kuat, gore, bahasa kasar, seksualitas atau ketelanjangan dan penggunaan narkoba.
Adegan kekerasan menjadi salah satu ciri paling menonjol dalam paruh akhir film.
Salah satu bagian yang paling banyak mendapatkan perhatian adalah rangkaian pertarungan di gedung opera ketika Eric mulai menggunakan kemampuan supernaturalnya menghadapi sejumlah musuh.
Eric Bisa Bangkit Setelah Terluka
Kemampuan Eric merupakan elemen penting dalam cerita.
Setelah kembali dari kematian, ia tidak lagi sepenuhnya manusia biasa.
Tubuhnya mampu pulih dari berbagai luka yang seharusnya mematikan manusia normal. Kemampuan tersebut membuat Eric dapat menghadapi banyak musuh dalam situasi yang sangat brutal.
Tetapi kekuatannya berkaitan erat dengan cinta dan keyakinannya terhadap Shelly.
Hal ini membuat The Crow bukan sekadar film superhero tentang karakter yang tidak dapat mati.
Rupert Sanders memang menggambarkan filmnya sebagai kisah cinta gelap yang menggunakan kekerasan sebagai bagian dari perjalanan emosional Eric.
Penampilan Eric Berbeda Jauh dari Brandon Lee
Perubahan visual Eric sempat menjadi salah satu topik paling ramai ketika foto pertama The Crow dirilis.
Eric versi Bill Skarsgård memiliki banyak tato di tubuh, potongan rambut pendek, riasan wajah gelap serta gaya yang lebih dekat dengan budaya alternatif modern.
Sementara Eric Draven versi Brandon Lee memiliki rambut panjang hitam, pakaian kulit, dan riasan wajah putih-hitam yang kemudian menjadi salah satu tampilan paling ikonik dalam sejarah film cult.
Sanders mengatakan interpretasinya memang sengaja dibuat untuk berdiri sendiri dan bukan mencoba menggantikan film terdahulu.
Brandon Lee Membuat The Crow 1994 Legendaris
Membahas The Crow sulit dipisahkan dari film tahun 1994.
Film tersebut dibintangi Brandon Lee, putra legenda bela diri Bruce Lee.
Brandon meninggal dunia pada usia 28 tahun setelah mengalami kecelakaan akibat senjata properti ketika proses produksi The Crow berlangsung.
Tragedi tersebut kemudian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah film.
The Crow tetap diselesaikan dan dirilis, kemudian berkembang menjadi film cult dengan basis penggemar yang sangat kuat.
Warisan Brandon Lee itulah yang membuat setiap adaptasi baru The Crow hampir selalu dibandingkan dengannya.
Produksi Baru Bahkan Melarang Senjata Api Aktif
Tragedi Brandon Lee juga memengaruhi proses produksi film 2024.
Rupert Sanders mengungkapkan dirinya melarang penggunaan senjata yang dapat benar-benar menembakkan proyektil di lokasi syuting.
Produksi menggunakan senjata Airsoft dan replika yang tidak dapat menembak, sementara sejumlah efek tembakan ditambahkan melalui visual effects.
Keputusan tersebut diambil dengan keselamatan sebagai prioritas utama.
Sanders secara terbuka mengatakan kematian Brandon Lee serta tragedi lain dalam industri perfilman menjadi pertimbangan ketika membuat keputusan tersebut.
Box Office The Crow Tak Sesuai Harapan
Secara komersial, The Crow 2024 tidak mencatat hasil besar.
Box Office Mojo mencatat pendapatan domestiknya sekitar US$9,27 juta, sedangkan pasar internasional memberikan sekitar US$14,94 juta.
Total pemasukan bioskop globalnya mencapai sekitar:
US$24.217.442.
Sementara The Numbers mencatat estimasi biaya produksi film sekitar US$50 juta.
Jika membandingkan pendapatan bioskop dengan biaya produksi saja, film tersebut tidak mencapai angka yang setara dengan biaya pembuatannya.
Perhitungan keuntungan sebuah film memang lebih kompleks karena melibatkan pembagian pendapatan bioskop, pemasaran, hak distribusi, penjualan digital dan pemasukan lainnya.
Namun performa theatrical The Crow jelas jauh dari kategori blockbuster.
Film Baru Masuk Jepang pada 2026
Ada detail menarik dalam perkembangan box office terbaru.
Meski sebagian besar negara mendapatkan The Crow pada 2024, data Box Office Mojo menunjukkan film ini baru dirilis di Jepang pada 6 Maret 2026.
Pendapatan bioskopnya di Jepang tercatat sekitar US$99.385.
Hal tersebut menjadikan perjalanan perilisan internasional film ini berlangsung hampir dua tahun setelah debut awalnya.
Total global terkini yang tercatat Box Office Mojo berada di kisaran US$24,2 juta.
Rating Kritikus The Crow Rendah
Respons kritikus terhadap film juga tergolong buruk.
Berdasarkan data Rotten Tomatoes yang diperiksa pada 10 Agustus 2026, The Crow memperoleh Tomatometer 22 persen dari 139 ulasan kritikus.
Namun respons penonton sedikit lebih positif.
Popcornmeter atau skor penonton terverifikasi berada di sekitar 62 persen berdasarkan lebih dari 1.000 rating.
Perbedaan tersebut memperlihatkan film ini mendapat respons yang cukup terbelah.
Sebagian kritikus menilai pacing dan identitas film kurang kuat, sementara sebagian penonton justru mengapresiasi gaya visual, kekerasan serta sejumlah adegan aksi.
Kenapa The Crow Mendapat Banyak Kritik?
Salah satu tantangan terbesarnya sebenarnya sudah muncul jauh sebelum film tayang.
Versi Brandon Lee memiliki status sebagai film cult sehingga interpretasi baru selalu menghadapi perbandingan langsung.
Rupert Sanders sendiri menyadari situasi tersebut.
Ia menekankan bahwa penonton tidak seharusnya masuk ke bioskop dengan anggapan sedang menyaksikan remake adegan demi adegan dari film 1994.
Versi baru lebih menekankan romansa Eric dan Shelly, sementara transformasi Eric menjadi The Crow berjalan lebih lambat.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat respons penonton terbelah.
Apakah Ada The Crow 2?
Pertanyaan berikutnya adalah nasib sekuel.
Hingga 10 Agustus 2026, belum terdapat pengumuman resmi dari Lionsgate mengenai produksi The Crow 2 dengan Bill Skarsgård.
Rupert Sanders sebelumnya mengatakan kisah dalam film tersebut dirancang agar dapat berdiri sendiri, sehingga penonton tidak diwajibkan menunggu sekuel untuk mendapatkan penyelesaian cerita.
Meski demikian, Sanders tidak menutup kemungkinan Eric dapat menjalani petualangan lain.
Menurutnya, karakter Eric pada akhir film telah berkembang menjadi sesuatu yang berbeda dan konsep perjalanan antara dunia hidup dan mati masih dapat dieksplorasi apabila cerita dilanjutkan.
Artinya, secara kreatif peluang sekuel pernah dibicarakan sebagai kemungkinan.
Namun kemungkinan tersebut berbeda dengan proyek yang sudah mendapat lampu hijau.
Sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi bahwa produksi film kedua sudah berjalan.
Box Office Bisa Jadi Tantangan untuk Sekuel
Performa film pertama tentu menjadi salah satu faktor yang membuat peluang sekuel menarik untuk diperhatikan.
Dengan budget sekitar US$50 juta dan pendapatan bioskop global sekitar US$24,2 juta, The Crow tidak mencatat hasil komersial yang kuat di layar lebar.
Karena itu, apabila sekuel benar-benar dibuat, proyek tersebut kemungkinan membutuhkan alasan bisnis yang kuat, misalnya performa digital atau streaming yang jauh lebih baik.
Namun tidak ada data publik yang cukup untuk menyimpulkan bahwa hal tersebut sudah terjadi.
Untuk saat ini, status paling aman adalah:
The Crow 2 belum diumumkan secara resmi.
Apakah The Crow Ada di Netflix Indonesia?
Bagi penonton Indonesia, ada kabar yang perlu diperhatikan.
Berdasarkan pengecekan JustWatch untuk Indonesia pada 10 Agustus 2026, The Crow 2024 belum tersedia melalui layanan streaming yang mereka pantau di Indonesia.
JustWatch menyebut film tersebut tersedia melalui berbagai platform di sejumlah negara lain, tetapi belum menemukan opsi streaming lokal Indonesia pada saat pengecekan.
Ketersediaan streaming dapat berubah sewaktu-waktu karena lisensi film berbeda untuk setiap negara.
Karena itu, penonton perlu mengecek kembali layanan legal masing-masing apabila status distribusinya berubah.
The Crow Sudah Dirilis Secara Digital Sejak 2024
Secara internasional, film sebenarnya sudah memasuki distribusi digital cukup lama.
Rotten Tomatoes mencatat tanggal streaming atau digital film pada 13 September 2024, tidak sampai satu bulan setelah debut bioskop Amerika.
Namun distribusi digital tidak berarti film otomatis tersedia melalui Netflix, Prime Video atau platform berlangganan di seluruh negara.
Hak tayang dipisahkan berdasarkan wilayah.
Itulah sebabnya film dapat tersedia di sebuah negara tetapi belum hadir secara legal melalui subscription streaming di Indonesia.
The Crow Tetap Punya Daya Tarik Sendiri
Meskipun mendapat kritik keras dan box office yang kurang kuat, The Crow 2024 mempunyai beberapa elemen yang membuatnya berbeda.
Pertama adalah penampilan Bill Skarsgård.
Karakter Eric dibuat jauh lebih modern dan agresif dibandingkan interpretasi sebelumnya.
Kedua adalah fokus terhadap hubungan Eric dan Shelly.
Alih-alih langsung masuk ke kisah balas dendam, film menghabiskan bagian awal untuk menjelaskan mengapa Eric begitu terdorong untuk menyelamatkan Shelly.
Ketiga adalah tingkat kekerasannya.
Film mendapatkan rating R dan tidak menghindari adegan berdarah ketika Eric akhirnya berubah menjadi sosok pembalas dendam supernatural.
Bagi penonton yang datang tanpa berharap melihat ulang film Brandon Lee, pendekatan tersebut menawarkan interpretasi berbeda terhadap mitologi The Crow.
The Crow 1994 atau The Crow 2024?
Kedua film mempunyai fondasi cerita serupa, tetapi pendekatannya sangat berbeda.
Film 1994 sangat melekat dengan estetika goth, musik rock dan penampilan Brandon Lee.
Sementara film 2024 lebih menekankan dark romance, dunia supernatural dan interpretasi visual Eric yang lebih modern. Rupert Sanders bahkan secara eksplisit mengatakan filmnya tidak dimaksudkan menjadi remake biasa dari versi terdahulu.
Karena itu, pilihan mana yang lebih baik sangat bergantung pada selera.
Bagi penggemar film cult dan estetika gothic klasik, versi 1994 tetap memiliki posisi khusus.
Sementara versi 2024 menawarkan reinterpretasi yang lebih modern dengan aksi berdarah, romansa yang lebih panjang dan Bill Skarsgård sebagai Eric.
Status Terbaru Film The Crow pada 2026
Jadi, berikut perkembangan terpenting The Crow hingga 10 Agustus 2026.
Film terbaru masih merupakan The Crow versi 2024 yang dibintangi Bill Skarsgård dan FKA twigs.
Perjalanan rilis bioskop internasionalnya bahkan masih berlanjut ke Jepang pada Maret 2026. Total pendapatan global yang tercatat Box Office Mojo kini sekitar US$24,2 juta.
Skor Rotten Tomatoes saat ini berada pada 22 persen dari kritikus dan 62 persen dari penonton terverifikasi.
Untuk Indonesia, JustWatch belum menemukan layanan streaming lokal yang menayangkan film tersebut saat pengecekan terbaru.
Sementara terkait masa depan franchise, belum ada konfirmasi resmi The Crow 2.
Rupert Sanders memang pernah membuka kemungkinan Eric kembali dalam petualangan baru, tetapi sejak awal ia juga menegaskan bahwa film pertama dirancang sebagai cerita yang dapat berdiri sendiri.
Artinya, hampir dua tahun setelah film Bill Skarsgård pertama kali terbang ke bioskop, masa depan The Crow masih menjadi tanda tanya.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






