Eks Polisi Kasus Penembakan Siswa Dipindah ke Nusakambangan, Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Lapas

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Polisi Kasus Penembakan Siswa Dipindah ke Nusakambangan, Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Lapas

Eks Polisi Kasus Penembakan Siswa Dipindah ke Nusakambangan, Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Lapas

Redaksiku.com – Pemindahan narapidana kembali menjadi sorotan setelah seorang mantan anggota kepolisian yang tersandung kasus pidana berat dipindahkan dari Lapas Kelas I Semarang ke kompleks lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan.

Langkah ini diambil menyusul dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam pengendalian jaringan narkotika dari balik jeruji.

Narapidana tersebut adalah Robig Zaenudin, mantan anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang yang sebelumnya telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) akibat keterlibatannya dalam kasus penembakan terhadap seorang siswa di Semarang. Selain sanksi etik, ia juga telah dijatuhi hukuman pidana penjara selama 15 tahun.

Pemindahan sebagai Langkah Antisipatif

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menjelaskan bahwa keputusan pemindahan ini dilakukan sebagai bentuk langkah preventif setelah pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan tersebut mengindikasikan adanya dugaan bahwa Robig masih memiliki kendali terhadap jaringan peredaran narkoba di luar lapas. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.

Dalam prosesnya, Polda Jawa Tengah melalui Direktorat Reserse Narkoba turut melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Pemindahan Massal Warga Binaan

Pemindahan Robig bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Dalam kebijakan yang sama, sebanyak 40 warga binaan turut dipindahkan dari Lapas Kelas I Semarang ke Nusakambangan.

Dari jumlah tersebut, 20 orang dipindahkan ke Lapas Gladakan Nusakambangan, sementara 20 lainnya ditempatkan di Lapas Nirbaya Nusakambangan.

Langkah ini mencerminkan pendekatan sistemik dalam mengelola potensi risiko keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan, terutama terhadap narapidana dengan profil risiko tinggi.

Eks Polisi Kasus Penembakan Siswa Dipindah ke Nusakambangan, Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Lapas
Eks Polisi Kasus Penembakan Siswa Dipindah ke Nusakambangan, Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Lapas

Dasar Hukum Pemindahan

Kebijakan pemindahan narapidana tersebut mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya Pasal 45 ayat (1). Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa pemindahan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kebutuhan pembinaan, potensi gangguan keamanan, serta kondisi kapasitas lapas.

Selain itu, aspek lain seperti pembinaan sosial, pengembangan kemandirian warga binaan, permintaan keluarga, hingga kepentingan proses hukum juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Dengan dasar hukum tersebut, pemindahan narapidana ke Nusakambangan dinilai sebagai langkah yang sah sekaligus strategis dalam menjaga stabilitas sistem pemasyarakatan.

Nusakambangan sebagai Lapas Berisiko Tinggi

Pulau Nusakambangan dikenal sebagai lokasi berbagai lembaga pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi. Penempatan narapidana di wilayah ini umumnya ditujukan bagi mereka yang dianggap memiliki risiko tinggi, baik dari sisi keamanan maupun potensi pelanggaran.

Dengan sistem pengawasan yang lebih ketat, diharapkan aktivitas ilegal seperti pengendalian jaringan kejahatan dari dalam lapas dapat diminimalkan.

Pemindahan Robig ke Nusakambangan menunjukkan bahwa aparat memandang kasus ini sebagai isu serius yang memerlukan penanganan khusus.

Dugaan Pengendalian Jaringan Narkoba

Isu utama dalam kasus ini adalah dugaan bahwa Robig masih memiliki pengaruh terhadap jaringan narkoba di luar lapas. Jika terbukti, hal ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan yang memungkinkan narapidana tetap menjalankan aktivitas ilegal.

Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia, sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam memperkuat sistem pengamanan dan pengawasan di lembaga pemasyarakatan.

Upaya deteksi dini dan penguatan sistem intelijen di dalam lapas menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Latar Belakang Kasus Pidana

Sebelum terseret dalam dugaan baru ini, Robig telah lebih dahulu terlibat dalam kasus penembakan terhadap seorang siswa SMKN 4 Semarang bernama Gamma. Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat penegak hukum.

Akibat perbuatannya, Robig tidak hanya dikenai sanksi etik berupa pemecatan dari institusi kepolisian, tetapi juga dijatuhi hukuman pidana.

Putusan pengadilan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara, dan upaya banding yang diajukan telah ditolak. Meski demikian, yang bersangkutan masih memiliki hak hukum untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tantangan Sistem Pemasyarakatan

Kasus ini kembali menyoroti tantangan dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia, khususnya terkait pengawasan terhadap narapidana berisiko tinggi.

Keterlibatan narapidana dalam aktivitas ilegal dari dalam lapas menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan, baik melalui teknologi maupun sumber daya manusia.

Selain itu, koordinasi antara lembaga pemasyarakatan dan aparat penegak hukum juga menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa sistem berjalan secara efektif.

Upaya Reformasi dan Penguatan Sistem

Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terus berupaya melakukan reformasi sistem pemasyarakatan. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kapasitas pengawasan serta memperkuat program pembinaan bagi warga binaan.

Pemindahan narapidana ke lapas dengan pengamanan tinggi seperti Nusakambangan merupakan bagian dari strategi tersebut.

Selain itu, program pembinaan yang terintegrasi diharapkan dapat membantu warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih baik, sekaligus mengurangi risiko residivisme.

Penutup

Pemindahan mantan polisi yang terlibat kasus penembakan ke Nusakambangan menjadi langkah tegas dalam merespons dugaan pelanggaran baru di dalam lapas. Dengan dasar hukum yang jelas serta pendekatan pengamanan yang lebih ketat, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat ditekan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan di lembaga pemasyarakatan harus terus diperkuat, terutama terhadap narapidana dengan risiko tinggi. Transparansi, akuntabilitas, dan koordinasi antar lembaga menjadi kunci dalam memastikan sistem pemasyarakatan berjalan sesuai dengan tujuan utamanya.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mita Hilang Usai Menelepon Ibunya, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya
Berkat Laporan 110, Polisi Barru Gercep Evakuasi Pensiunan PNS
Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api
Daftar Promo Spesial Kemerdekaan Agustus 2026, Cocok untuk Nongkrong dan Makan Rame-Rame
Rangkaian Acara HUT ke 81 RI yang Wajib Diketahui, Ada Pesta Rakyat hingga Merdeka Run 8.1
Nama Febrio Adiono Muncul dalam Kasus Sutrimo, Kejagung Ungkap Status Sebenarnya
Deadline Refund Lewat, Jaminan Tampia Tour ke UMKO Kini Dipertanyakan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Mita Hilang Usai Menelepon Ibunya, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Berkat Laporan 110, Polisi Barru Gercep Evakuasi Pensiunan PNS

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Daftar Promo Spesial Kemerdekaan Agustus 2026, Cocok untuk Nongkrong dan Makan Rame-Rame

Berita Terbaru

Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap turun langsung memantau kondisi sumber air baku di Bendung Batu Bessi

Internasional

Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air

Selasa, 11 Agu 2026 - 20:59 WIB

Polres Barru menggelar apel gelar pasukan, Selasa (11/8/2026).

Internasional

Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:44 WIB

Polisi bersama warga langsung turun tangan. Pohon dievakuasi dan material yang menutup jalan dibersihkan.

Internasional

Jalan Kena ‘Palang’ Pohon, Polisi Pujananting Langsung Gercep!

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:02 WIB

Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Life Style

5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:34 WIB