4 Mitos Pernikahan Adat Jawa yang Masih Dipercaya

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mitos Pernikahan Adat Jawa yang Masih Dipercaya

Mitos Pernikahan Adat Jawa yang Masih Dipercaya

Redaksiku.com Ada beberapa mitos adat jawa yang sampai saat ini masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat jawa, terkhususnya mitos mengenai pernikahan adat jawa. Banyak orang yang mempercayai mitos ini demi kelancaran rezeki dan keselamatan bersama, sehingga tidak berani untuk melanggarnya.

Hubungan Kandas Karena Larangan Adat Jawa

Banyak orang jawa yang terpaksa harus mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya, karena harus mematuhi peraturan adat jawa meskipun berat. Karena mereka juga sadar bahwa hubungan yang terhalang oleh larangan adat jawa, sangat sulit untuk mendapatkan restu dari orang tua.

Kalau seseorang memang bukan ditakdirkan untuk menjadi jodoh kita, pasti akan ada saja permasalahan dan berbagai halangan untuk memisahkan.  Sebaliknya, jika dua orang ditakdirkan untuk berjodoh pasti akan selalu ada jalan keluar dan hubungan memperoleh kelancaran.

Mitos pernikahan adat jawa yang masih sering dipercayai sampai saat ini, diantaranya sebagai berikut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah Beberapa Mitos Pernikahan Adat Jawa

1. Hitungan Weton

Weton merupakan sebuah hitungan penjumlahan hasil dari penggabungan hari dan pasaran lahir, misalnya lahir pada hari selasa pahing maka jumlah wetonnya 12. Mengapa 12? 12 diperoleh dari hasil penjumlahan selasa = 3 dan pahing = 9, jadi 3+9=12.

Jika sudah mengetahui jumlah weton kita selanjutnya menghitung jumlah weton pasangan dan kemudian digabungkan, jika hasil dari penggabungan weton kedua pasangan ketemu 24 atau 25 maka dibeberapa tempat tidak dianjurkan untuk diteruskan lanjut ke jenjang pernikahan karena dianggap kurang baik.

2. Arah Rumah

Melihat arah rumah kedua calon pengantin juga sangat perlu dan penting untuk dilakukan, larangan arah rumah adat jawa yang tidak diperbolehkan yaitu ngalor ngulon. Artinya arah ke utara lalu ke barat, mungkin larangan ini bagi beberapa orang terdengar aneh tetapi adat jawa mempunyai alasan dan tentunya untuk bermaksud untuk kebaikan.

Mitos ataupun ramalan tentang arah rumah ngalor ngulon mungkin sudah sering terdengar dan tidak asing lagi, dibeberapa tempat ada yang tetap memperbolehkan pernikahan arah ngalor ngulon dengan beberapa persyaratan dan ada juga yang tidak. Ada juga beberapa orang yang melanggar dan merasakan akibatnya, entah kebetulan ataupun tidak.

3. Anak Pertama dan Ketiga

Di adat jawa tentang pernikahan juga melarang anak pertama dengan ketiga untuk menikah, karena dipercaya rumah tangganya tidak langgeng. Seperti banyak perselisihan, sering bertengkar dan banyak keributan sehingga bisa menyebabkan perpisahan atau perceraian.

Mungkin hal ini bisa disebabkan karena anak pertama dan terakhir memiliki watak yang sama-sama keras kepala, tidak mau mengalah dan ingin menang sendiri terlalu bersikap egois. Tetapi itu semua tergantung pada kepribadian masing-masing dan setiap rumah tangga pasti akan ada saja, konflik yang mungkin bisa terjadi.

4. Wage dan Pahing

Pemilik weton wage dan pahing juga dilarang untuk menikah, bahkan diibaratkan seperti minyak dan air yang tidak bisa bersatu. Banyak yang percaya jika weton wage dan pahing bersatu akan menemukan ketidakharmonisan dalam rumah tangganya karena banyak sekali perbedaannya, sampai mempengaruhi kesehatan fisik dan juga karir.

Wage dan pahing biasa disingkat GeHing, banyak orang tua dulu yang menyarankan anak cucunya pemilik weton wage dan pahing untuk menaati peraturan tersebut. Tetapi semua juga kembali tergantung dengan karakter masing-masing orang, tidak ada salahnya juga jika ingin mematuhi adat.

Itulah beberapa mitos pernikahan adat jawa yang masih dipercaya oleh banyak orang, tetapi tenang saja karena dibeberapa tempat ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan jika tetap ingin bersama. Biasanya akan diadakan acara slametan dan lainnya sebagai tolak balak, tetapi semua kembali pada kepercayaan masing-masing dan tergantung kebijakan daerah setempat tapi sudah sepatutnya kita menghormati peraturan.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

 

Penulis : Argafica

Editor : Argafica

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Ide Hadiah Lomba Agustusan Mewah Tapi Murah Meriah untuk Anak-anak
5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon
Wanita Tidak Bercerita Tapi Sering Melakukan 5 Hal ini
Mengenal Weaponized Incompetence Dalam Hubungan Asmara
Ramalan Shio Hari Ini 2026: Peruntungan 12 Shio dari Karier, Keuangan hingga Asmara
Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia
Hari Girlfriend Day 2026 Jatuh pada Tanggal Ini, Sejarah dan Cara Merayakannya
Rayap Datang Diam-Diam, Kenali 8 Tanda Sebelum Rumah Rusak

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06 WIB

5 Ide Hadiah Lomba Agustusan Mewah Tapi Murah Meriah untuk Anak-anak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:34 WIB

5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Wanita Tidak Bercerita Tapi Sering Melakukan 5 Hal ini

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Mengenal Weaponized Incompetence Dalam Hubungan Asmara

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Ramalan Shio Hari Ini 2026: Peruntungan 12 Shio dari Karier, Keuangan hingga Asmara

Berita Terbaru

Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Pendidikan

5 Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:50 WIB

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Hiburan

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:34 WIB