Redaksiku.com – Kasus pemerkosa diseret motor di Gowa menjadi salah satu peristiwa paling viral dan menggemparkan media sosial minggu ini. Video yang beredar menunjukkan seorang pria terduga pelaku pemerkosaan mendapatkan tindakan persekusi brutal dari warga sebelum polisi tiba di lokasi.
Kejadian ini berlangsung di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (3/12). Dalam sejumlah video, warga terlihat menangkap terduga pelaku, mengikat tangan dan kaki pria tersebut, lalu menyeretnya menggunakan motor keliling kampung.
Aksi warga itu langsung memicu reaksi keras dari publik. Ada yang mengaku paham kemarahan warga, tetapi banyak pula yang mengecam tindak main hakim sendiri karena tindakan tersebut berujung pada kematian terduga pelaku.
Video Persekusi Viral dan Bikin Publik Tercengang
Rekaman momen pemerkosa diseret motor viral di berbagai platform media sosial. Dalam video, terduga pelaku tampak dikejar warga sambil berusaha melarikan diri. Namun beberapa orang berhasil menghadangnya dan langsung menjatuhkannya ke tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pria itu kemudian diikat menggunakan bambu sebagai pengunci tangan dan kaki. Warga tampak menggotong tubuhnya secara terbalik, memperlihatkan bahwa suasana saat itu benar-benar dikuasai emosi massa.
Video lain menunjukkan motor menyeret tubuh terduga pelaku di jalanan kampung, diikuti iring-iringan warga yang berteriak dan merekam kejadian tersebut. Cuplikan ini menuai jutaan penonton dalam hitungan jam.
Kronologi Penangkapan Versi Warga
Menurut keterangan warga yang terekam dalam video, pria tersebut dituduh melakukan pemerkosaan di kampung mereka. Saat kabar menyebar, warga langsung melakukan pengejaran. Setelah berhasil menangkapnya, massa langsung membawa pria itu ke tengah kampung untuk dihakimi secara terbuka.
Keterlibatan banyak warga memperlihatkan bahwa situasi saat itu benar-benar tidak terkendali. Emosi memuncak, dan tidak ada upaya untuk menahan massa agar menyerahkan terduga pelaku secara damai ke pihak berwajib.
Beberapa warga terdengar berteriak agar pria itu diikat dan tidak dibiarkan kabur. Aksi tersebut menjadi titik awal terjadinya persekusi.
Polisi Bergerak, tetapi Situasi Sudah Kritis
Ketika polisi menerima laporan soal pemerkosa diseret motor, anggota Resmob Polres Gowa langsung bergerak menuju lokasi. Namun saat petugas tiba, situasi di lapangan sudah jauh berkembang dan massa sudah melakukan tindakan ekstrem.
Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, mengonfirmasi bahwa pihaknya kemudian berjaga di rumah duka dan di sekitar kampung untuk mencegah kericuhan lanjutan.
Aparat memastikan keamanan wilayah kembali terkendali setelah kejadian, tetapi persekusi tersebut sudah memakan korban jiwa.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






