Redaksiku.com – Kabar duka datang dari dunia media sosial. Kreator TikTok Sydney Towle, yang dikenal karena secara terbuka membagikan perjalanan hidupnya menghadapi kanker langka kepada lebih dari satu juta pengikut, meninggal dunia pada usia 26 tahun.
Keluarga mengonfirmasi bahwa Towle meninggal dengan tenang pada 5 Agustus 2026, setelah hampir tiga tahun berjuang melawan cholangiocarcinoma stadium 4, jenis kanker langka yang menyerang saluran empedu. Kabar kematiannya kemudian diumumkan kepada publik pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Keluarga Sydney Towle Umumkan Kabar Duka
Saudara laki-laki Sydney, Austin Towle, bersama sang ibu menyampaikan kabar tersebut melalui akun media sosial Sydney.
Austin mengatakan Sydney pergi dengan tenang setelah perjuangan hampir tiga tahun melawan cholangiocarcinoma. Keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada para pengikut yang terus memberikan dukungan selama perjalanan pengobatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahan lain, keluarga mengenang Sydney sebagai sosok yang membawa kebahagiaan bagi banyak orang dan menyebutnya sebagai anak, saudara perempuan serta teman bagi begitu banyak orang.
Unggahan keluarga mencantumkan nama lengkap serta tanggal hidupnya: Sydney Elizabeth Towle, 15 November 1999–5 Agustus 2026.
Hanya beberapa waktu sebelum kabar kematiannya diumumkan, keluarga telah memberi tahu para pengikut bahwa Sydney dipindahkan ke hospice care dan berada bersama keluarga serta sahabat terdekatnya.
Siapa Sydney Towle?
Sydney Towle merupakan lulusan Dartmouth College angkatan 2022. Setelah menyelesaikan kuliah, ia tinggal di Los Angeles dan sempat bekerja di bidang pemasaran sambil membangun karier sebagai kreator konten.
Pada awalnya, konten TikTok Sydney banyak berisi kehidupan sehari-hari, fesyen, perjalanan, tarian hingga aktivitasnya bersama teman-teman.
Hidupnya berubah drastis pada 2023.
Ketika itu Sydney berusia 23 tahun dan mengalami tonjolan serta sensasi terbakar pada bagian perut. Awalnya dokter menduga ia mengalami hernia dan memintanya menjalani pemeriksaan ultrasonografi sebagai langkah antisipasi.
Pemeriksaan tersebut justru menemukan adanya massa padat yang kemudian mengarah pada diagnosis cholangiocarcinoma.
Apa Itu Cholangiocarcinoma?
Cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu adalah kanker yang terbentuk pada saluran kecil yang membawa cairan empedu. Saluran tersebut menghubungkan hati, kantong empedu dan usus kecil.
Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada orang berusia di atas 50 tahun, meskipun dapat muncul pada usia berapa pun. Karena itu, diagnosis Sydney ketika masih berusia 23 tahun menjadi kasus yang tidak umum. Mayo Clinic juga mencatat penyakit ini kerap ditemukan ketika sudah berada pada kondisi lanjut sehingga pengobatannya dapat menjadi lebih sulit.
American Cancer Society menjelaskan cholangiocarcinoma dapat muncul pada berbagai bagian sistem saluran empedu, termasuk di dalam maupun di luar hati.
Perjalanan Melawan Kanker Dibagikan Terbuka di TikTok
Alih-alih berhenti membuat konten setelah menerima diagnosis, Sydney justru mulai menggunakan media sosial untuk mendokumentasikan kehidupannya sebagai pasien kanker muda.
Ia memperlihatkan berbagai bagian dari perjalanannya, mulai dari pengobatan, kemoterapi, perubahan fisik, perjalanan ke rumah sakit hingga aktivitas sehari-hari ketika kondisi tubuhnya memungkinkan.
Namun kontennya tidak hanya berisi momen berat.
Sydney tetap mengunggah perjalanan, kegiatan bersama keluarga, fesyen dan pengalaman menyenangkan lainnya. Cara tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya mendapatkan perhatian besar karena ia berusaha menunjukkan bahwa kehidupan seseorang tidak sepenuhnya berhenti setelah menerima diagnosis kanker.
Jumlah pengikutnya pun berkembang menjadi lebih dari satu juta orang.

Kondisi Sydney Memburuk pada 2026
Perjalanan pengobatannya mengalami tantangan semakin berat pada 2026.
Pada Maret 2026, Sydney mengungkap hasil CT scan yang menunjukkan perkembangan penyakit. Ia mengatakan tumor di hatinya membesar dan beberapa kelenjar getah bening juga mengalami perkembangan.
Meski mendapatkan sejumlah kabar buruk mengenai kondisinya, Sydney terus mencari pilihan pengobatan dan secara terbuka membagikan proses tersebut kepada pengikutnya.
Dalam perjalanan penyakitnya, ia menjalani berbagai tindakan medis termasuk operasi hati dan kemoterapi.
Menjelang akhir kehidupannya, kondisinya akhirnya membuat Sydney menjalani perawatan hospice dengan keluarga berada di sisinya.
Sempat Dituduh Berbohong soal Kankernya
Ada sisi lain dari perjalanan Sydney yang sempat menjadi pembicaraan luas.
Ketika masih menjalani pengobatan, ia menghadapi komentar serta tuduhan dari sejumlah pengguna internet yang meragukan apakah dirinya benar-benar menderita kanker.
Salah satu penyebab munculnya tudingan tersebut adalah Sydney masih terlihat bepergian, mengenakan pakaian modis dan menikmati sejumlah aktivitas meskipun sedang menjalani pengobatan.
Kontroversi itu bahkan pernah menjadi perhatian media. Dalam wawancara sebelumnya, Sydney menekankan bahwa kehidupannya di media sosial bukanlah sebuah acara televisi dan dirinya merupakan orang nyata yang benar-benar menjalani penyakit tersebut.
Perjalanan Sydney kemudian menjadi contoh mengenai bagaimana penampilan seseorang di media sosial tidak selalu menunjukkan kondisi kesehatan yang sedang dialaminya.
Tetap Aktif Mengampanyekan Kesadaran Kanker
Di luar konten pribadinya, Sydney juga menjadi salah satu suara yang aktif meningkatkan kesadaran mengenai cholangiocarcinoma.
Cholangiocarcinoma Foundation bahkan menobatkannya sebagai salah satu Community Champion pada Juli 2026.
Organisasi tersebut menyebut Sydney menggunakan pengalamannya untuk mendorong pasien agar berani bertanya, mencari berbagai pilihan pengobatan, mendapatkan pendapat medis kedua atau ketiga dan lebih aktif mengadvokasi kebutuhan mereka sendiri.
Sydney sebelumnya juga bergabung dengan Team CCF untuk rencana New York City Marathon 2026. Hingga Juli, ia telah mengumpulkan lebih dari US$10.000 untuk mendukung upaya melawan cholangiocarcinoma.
Ia juga berkolaborasi membuat gelang bertuliskan “Happy to Be Here”, dengan sebagian hasil penjualan disumbangkan kepada Cholangiocarcinoma Foundation. Pesan tersebut menggambarkan salah satu prinsip yang sering Sydney sampaikan mengenai menghargai keberadaan dan kehidupan yang masih dimiliki.
Banjir Penghormatan Setelah Sydney Towle Meninggal
Kabar meninggalnya Sydney dengan cepat memicu gelombang ucapan belasungkawa.
Unggahan terakhir keluarganya dipenuhi pesan dari pengikut yang selama bertahun-tahun mengikuti perkembangan kesehatannya.
Melinda Bachini dari Cholangiocarcinoma Foundation mengatakan Sydney memahami bahwa berbagi kehidupannya dapat membantu orang lain. Menurutnya, Sydney ikut meningkatkan pemahaman mengenai pasien kanker usia muda, pentingnya pendanaan penelitian serta bagaimana seseorang tetap dapat menjalani hidup di tengah penyakit serius.
Bagi para pengikutnya, Sydney bukan sekadar kreator yang menceritakan penyakit.
Selama hampir tiga tahun, jutaan orang dapat melihat sisi berbeda dari perjuangan melawan kanker: ada hari ketika seseorang merasa sakit dan takut, tetapi ada pula hari ketika ia masih dapat tertawa, bepergian, berpakaian indah dan menikmati waktu bersama orang yang dicintainya.
Sydney Towle meninggal pada usia yang sangat muda. Namun keterbukaannya mengenai cholangiocarcinoma meninggalkan jejak yang membuat penyakit langka tersebut dikenal oleh jauh lebih banyak orang dibandingkan sebelum ia membagikan kisahnya.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest





