Redaksiku.com – Langit yang tampak terus cerah tanpa awan mendung selama beberapa pekan terakhir telah mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk mengambil langkah spiritual kolektif. Pada Selasa, 8 September 2026, ratusan warga bersama jajaran aparatur pemerintah memadati Lapang Mini Soccer Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) untuk menunaikan Salat Istisqa, sebuah ibadah khusus yang dilakukan untuk memohon turunnya hujan di tengah ancaman kekeringan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi cerminan dari kekhawatiran masyarakat akan dampak kemarau panjang yang mulai mengganggu stabilitas kehidupan sehari-hari. Salat tersebut dipimpin oleh K.H. Atep Saepuloh sebagai imam, sementara pesan-pesan spiritual mengenai pentingnya berserah diri dan introspeksi diri disampaikan dalam khotbah oleh K.H.M. Kholil.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang hadir langsung di tengah barisan jamaah, menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk ikhtiar batiniah setelah berbagai upaya teknis dilakukan di lapangan. Baginya, fenomena alam ini bukan sekadar persoalan kurangnya curah hujan, melainkan sebuah teguran untuk kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi kemarau yang terjadi saat ini telah memicu kekhawatiran di berbagai sektor, terutama mengingat dampak langsungnya terhadap ketersediaan air bagi ribuan hektar lahan pertanian dan kebutuhan rumah tangga warga Sumedang.
Keseimbangan Antara Ikhtiar Spiritual dan Langkah Nyata
Dalam pandangan pemerintah daerah, menghadapi bencana kekeringan tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan teknis atau sekadar bantuan distribusi air bersih. Bupati Dony menegaskan pentingnya menyeimbangkan antara olah pikir dan olah zikir agar masyarakat tetap tabah sekaligus produktif dalam menghadapi kesulitan ekonomi yang ditimbulkan oleh cuaca.
Beberapa sektor yang kini berada dalam pengawasan ketat pemerintah akibat dampak kekeringan meliputi:
- Sektor pertanian yang mulai mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air irigasi ke area persawahan.
- Sektor peternakan yang kesulitan mendapatkan sumber air bersih untuk kebutuhan hewan ternak.
- Ketersediaan air bersih bagi warga di wilayah-wilayah yang secara geografis rentan mengalami kekeringan ekstrem.
Selain upaya teknis seperti penyaluran air bersih melalui tangki-tangki ke wilayah yang terdampak, pemerintah daerah juga menginstruksikan agar setiap elemen masyarakat memperbanyak doa. Langkah ini dipandang sebagai cara untuk memperkuat ketahanan mental warga agar tidak panik dan tetap menjaga solidaritas antar sesama di masa-masa sulit.
“Ini ikhtiar kita bersama. Dengan penuh kerendahan hati dan menyadari berbagai dosa serta kekhilafan, kita memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.”
— Dony Ahmad Munir
Momentum Introspeksi Diri bagi Masyarakat
Lebih dari sekadar memohon air, Salat Istisqa di Sumedang ini juga dijadikan momentum untuk bermuhasabah. Bupati Dony mengajak seluruh ASN dan warga yang hadir untuk melihat kondisi kekeringan ini sebagai ajang untuk memperbaiki hubungan, baik dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia.
Ajakan untuk memperbanyak istigfar dan meninggalkan sifat sombong menjadi pesan utama yang ditekankan dalam khotbah. Pemerintah berharap bahwa dengan membersihkan diri dari perilaku yang tidak baik, rahmat berupa hujan akan segera turun untuk memulihkan ekosistem yang kini sedang tertekan oleh panas yang berkepanjangan.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan cadangan air yang tersisa serta segera melapor kepada otoritas setempat jika menemukan titik-titik krisis air di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari unsur Forkopimda hingga masyarakat umum, ini menunjukkan adanya sinergi dalam menghadapi krisis. Meski Salat Istisqa telah dilaksanakan, pemerintah daerah tetap akan melanjutkan program-program mitigasi kekeringan secara rutin hingga kondisi cuaca kembali normal dan ketersediaan air di waduk maupun sumber-sumber mata air kembali stabil.
Pertanyaan Umum
Apa tujuan utama dilaksanakannya Salat Istisqa di Sumedang?
Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan guna mengakhiri kekeringan yang mulai melanda wilayah Kabupaten Sumedang.
Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut?
Kegiatan ini diikuti oleh Bupati Sumedang, jajaran Pemerintah Daerah, unsur Forkopimda, ASN, serta masyarakat umum yang merasa terdampak oleh kondisi kemarau panjang.
Apa dampak kekeringan yang saat ini paling dirasakan di Sumedang?
Dampak yang dirasakan meliputi berkurangnya ketersediaan air bersih bagi rumah tangga, terganggunya sektor pertanian akibat kekeringan di area persawahan, serta tantangan dalam penyediaan air untuk sektor peternakan.
Ringkasan
Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menggelar Salat Istisqa pada 8 September 2026 di Lapang Mini Soccer PPS untuk memohon hujan guna mengatasi kekeringan panjang. Langkah spiritual ini dilakukan bersama warga sebagai ikhtiar batiniah di samping upaya teknis penyaluran air bersih bagi warga dan sektor pertanian yang terdampak.






