Novel: Nayanika (Part 4)

- Penulis

Minggu, 22 September 2024 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel: Nayanika (Part 4)

Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor aku merasa dekat dengannya, sebab kami memiliki persamaan. Memiliki impian yang berbeda dengan orangtua. Dengan kemampuan Arya yang teramat baik di bidang sains, wajar saja jika ayahnya menginginkannya untuk mengambil jurusan kedokteran, namun laki-laki itu justru tertarik dengan hal-hal yang terkait dengan konstruksi bangunan. Akhirnya dia memilih untuk kuliah di jurusan arsitektur.

Setelah selesai berbicara, Mama kembali ke kamar, tepat Diandra datang membawa kotak kecil di tangannya. Aku yang tadinya ingin melanjutkan langkahku kembali terhenti. Penasaran dengan apa yang mereka ingin bicarakan.

Ini untuk Mas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arya mengernyitkan dahi. Apa ini?

Diandra tersenyum malu-malu. Sebentar. Apa yang kulihat barusan? Wajah Diandra memerah. Entah karena cuaca yang terasa panas menyengat dari luar, ataukah karena rasa malu?

Buka aja sendiri.

Arya kembali menatapnya, lalu menunduk membuka bungkusan kotak tersebut. Sebuah jam tangan yang kuperkirakan harganya cukup mahal untuk ukuran siswa yang tidak berpenghasilan seperti kami.

Nggak. Ini saya nggak bisa terima. Jam tangan ini mahal. Arya menggeleng, lalu menyerahkan kembali jam tangan yang sudah disimpan ke dalam kotaknya kembali.

Namun Diandra menolak mengambilnya, dia memasang wajah memelas. Mas, nggak pa-pa. Ini kubeli dari uang jajan yang kusisihkan selama ini.

Tetap saja ini mahal. Kamu bisa pakai uangnya untuk hal lain.

Mas Arya tidak menyukai jam itu?

Suka. Tapi rasanya tidak sepadan kamu melakukan ini. Lagian saya memberikan bimbingan ke kamu juga tidak gratis. Mama kamu memberikan saya fee.

Tapi ini lain, Mas. Ini bentuk terima kasihku karena Mas Arya sangat membantuku selama ini.

Arya menghela napas. Menatap lurus ke arah Diandra. Itu memang tugas saya kan?

Diandra menggeleng. Sebenarnya ada hal lain yang ingin kubicarakan, Mas.

Mendadak aku didera rasa tidak nyaman melihat raut wajah Diandra, semakin bersemu dan memalu.

Karena Arya hanya terdiam dan menunggu, Diandra melanjutkan. Sebenarnya, aku sudah lama menyukai Mas Arya. Kemudian ada jeda beberapa saat, yang justru membuatku menahan napas. Kalau Mas Arya nggak keberatan, aku mau kita lebih dekat lagi dari sebelumnya.

Dan runtuhlah perasaanku. Kedua kaki yang menopang tubuhku rasanya melunak secara tiba-tiba. Seperti ada sebuah pukulan di tengah-tengah dadaku, menyebabkan peganganku di teralis tangga semakin kuat karena takut jatuh.

Diandra, bukannya bagaimana. Tapi tidakkah sebaiknya kamu fokus untuk UN dan persiapan kuliahmu dulu? tanya Arya setelah cukup lama terdiam.

Diandra mengangguk. Aku bakal tetap fokus ke sana kok, ini aku bilang lebih awal justru agar tidak mengganggu konsentrasiku. Kalau sudah bilang begini rasanya jadi lega.

Sejenak Arya menatap lekat ke wajahnya. Seolah menikmati senyum manisnya. Sementara aku menunggu dengan was-was apa yang akan keluar dari mulut Arya.

Jadi apa yang kamu mau?

Diandra mengatupkan bibir, menatap percaya diri. Kalau aku bilang, Mas Arya mau mengabulkannya?

Arya kembali terdiam, namun kembali membuka mulut. Apa yang kamu mau?

Aku mau Mas Arya jadi pacarku.

Arya tidak tampak kaget, pasti sudah mengira ujung dari obrolan mereka siang itu akan ke mana. Laki-laki itu menunduk sebentar, lalu kembali menatap Diandra. Tatapan yang teduh, dan penuh kasih.

Sudah. Sudah tidak ada kesempatan untukku lagi. Jika perempuan lain, mungkin aku masih mau mencoba peruntunganku, namun kalau itu Diandra, aku cukup tahu diri. Sekali lagi, Diandra jauh di atasku. Rasanya aku tidak memiliki keunggulan yang berarti jika disandingkan dengannya. Aku pasti akan kalah telak. Hanya laki-laki bodoh yang akan memilihku.

Dan masalahnya Arya bukan lah laki-laki bodoh. Dia bisa membedakan mana buah salak dan mana kelubi. Kelubi yang berukuran lebih kecil dengan tekstur yang lebih keras, dan memiliki rasa asam. Tentu saja dia akan memilih salak yang lebih lunak dan manis.

Ini bukan bentuk diskriminasi pada buah, atau menghina buah khas daerah tertentu. Maksudku jelas. Arya akan memilih sesuai standarnya, dan itu bukan aku.

Dengan rasa malu dan tidak berarti, aku mendekap kado yang kupegang. Perlahan naik kembali ke kamarku dengan langkah yang kubuat seringan mungkin agar mereka tidak menyadari kehadiranku. Aku tidak bisa membayangkan akan seperti apa jika ketahuan, mungkin aku akan berpura-pura santai, atau justru menyerang mereka dengan membabi buta karena membuatku patah hati. Patah hati pertamaku sejak mengenal apa itu asmara.

Sejak itu, aku mencoba mengurangi komunikasi dengan Arya. Laki-laki itu masih mengirimkan chat, menanyakan soal-soal ujianku. Apakah aku melewati dengan mudah atau memiliki kendala. Tentu saja aku membalas seperlunya. Tidak pernah menghubunginya lebih dulu, atau pura-pura tidur di kamar ketika dia bertamu ke rumah.

Buat apa dia masih ke rumahku? Tentu saja untuk bertemu dengan Diandra. Hubungan mereka semakin dekat seiring waktu. Merayakan atas lulusnya Diandra pada seleksi SNMPTN jalur undangan, dan menemaninya ke kampus untuk berkenalan dengan beberapa calon senior yang merupakan adik tingkat Arya juga. Ya, mereka berdua berada di kampus yang sama. Searasi sekali, bukan?

Sementara aku, berjuang meminta restu pada Mama untuk kuliah di kampus yang kuinginkan. Yang kusyukuri berada di Jakarta. Sejak dulu aku memang mengincar kampus tersebut, hanya saja sedikit sayang jika harus berpisah dengan Mama dan Diandra. Namun ketika perasaanku harus dipaksa mati kala kejadian itu, aku semakin yakin jika pilihanku untuk melanjutkan pendidikan di kampus itu sudah tepat.

Selamat tinggal, Surabaya.

Selamat tinggal, Arya Baga.

 

Part sebelum dan selanjutnya -> Nayanika

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)
Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 7)

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Senin, 20 Januari 2025 - 10:31 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)

Berita Terbaru

Rayap Datang Diam-Diam, Kenali 8 Tanda Sebelum Rumah Rusak

Bisnis

Rayap Datang Diam-Diam, Kenali 8 Tanda Sebelum Rumah Rusak

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WIB