Isu tentang food tray atau nampan Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak viral di media sosial, memancing reaksi masyarakat luas.
Akun X @fahr**** menyebut nampan yang dipakai dalam program pemerintah itu berasal dari China dan mengandung lemak babi. Tuduhan ini memicu kekhawatiran, khususnya dari keluarga muslim yang mempertanyakan kehalalan produk.
Selain isu minyak babi, unggahan itu juga menyinggung bahan stainless steel tipe 201 yang dianggap kurang aman untuk kontak dengan makanan.
Masyarakat ramai berdiskusi di berbagai platform daring, mempertanyakan kualitas dan keamanan tray MBG. Badan Gizi Nasional (BGN) pun langsung merespons, memastikan pengecekan menyeluruh akan dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Isu Minyak Babi dan Food Tray MBG

Narasi viral ini pertama kali diunggah pada Senin (25/8/2025), menyebut bahwa nampan MBG sengaja dilabeli Made in Indonesia tetapi sebenarnya diproduksi di China. Akun tersebut mengklaim penggunaan lemak babi sebagai pelumas dalam proses produksi, yang dilarang di negara asalnya.
Tak hanya itu, unggahan itu juga memperlihatkan tangkapan layar e-katalog yang menampilkan nampan tercatat sebagai produk lokal, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan publik.
Isu ini cepat menyebar dan memancing kekhawatiran orang tua serta guru di sekolah-sekolah yang menerapkan program MBG.
Beberapa pihak bahkan menilai tudingan itu bisa merusak citra program yang bertujuan menambah asupan gizi anak-anak sekolah. Meski demikian, publik menekankan pentingnya klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Klaim Stainless Steel 201 Berisiko
Selain soal lemak babi, unggahan di media sosial menyebut bahwa nampan MBG dibuat dari stainless steel tipe 201, yang diklaim lebih mudah melarutkan logam.
Kontak dengan makanan asam disebut dapat memicu pelepasan logam ke makanan, sehingga dianggap berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak.
Narasi ini memicu perdebatan mengenai standar keamanan produk dan bahan yang boleh digunakan untuk peralatan makan sekolah.
Masyarakat mempertanyakan apakah benar produk yang dipakai dalam program MBG sesuai standar keamanan pangan nasional.
Sebagian pihak meminta agar BGN segera menguji coba sampel tray untuk memastikan tidak ada risiko. Di sisi lain, beberapa netizen menekankan agar tuduhan tetap dibuktikan dengan fakta ilmiah sebelum dianggap sebagai kebenaran.
Respons Resmi Badan Gizi Nasional: Pengecekan Sedang Berlangsung
Menanggapi isu tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan pihaknya sedang melakukan pengecekan menyeluruh. Sedang check and recheck, ujarnya dikutip Selasa (26/8/2025).
Dadan menegaskan sejauh ini BGN belum pernah mengadakan pengadaan food tray MBG, sehingga penting memastikan asal-usul dan kualitas produk yang beredar.
Pengakuan Pernah Impor dari China
Dadan juga mengakui bahwa pemerintah sempat mengimpor food tray dari China pada awal pelaksanaan program. Hal ini dilakukan karena kala itu Indonesia belum memiliki produsen lokal yang mampu memproduksi tray dengan kapasitas yang dibutuhkan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.