IHSG Turun 0,58% ke 6.647 Sesi I, BBCA dan MBMA Masuk Top Losers

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Turun — Grafik pergerakan IHSG yang menunjukkan penurunan ke level 6.647 pada perdagangan sesi I.

IHSG melemah 0,58% ke level 6.647 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (9/9/2026).

Redaksiku.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih harus berjuang di zona merah setelah mengalami tekanan jual yang cukup masif hingga perdagangan sesi pertama siang ini. Tekanan dari berbagai sektor membuat pergerakan pasar keuangan domestik tampak lesu di tengah dinamika perdagangan yang terus bergulir.

Berdasarkan data pasar yang dihimpun pada perdagangan sesi I, Rabu (9/9/2026), IHSG terpangkas sebesar 38,9 poin atau setara dengan penurunan 0,58% hingga akhirnya harus parkir di level 6.647,49. Angka ini mencerminkan sentimen negatif yang masih membayangi langkah para pelaku pasar di lantai bursa.

Kondisi pelemahan ini ternyata tidak hanya menimpa satu atau dua sektor saja, melainkan terjadi secara hampir merata pada mayoritas lini industri. Tekanan jual mendominasi sebagian besar indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia sepanjang sesi pagi menjelang siang hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinamika Sektor Saham di Lantai Bursa

Pelemahan mayoritas indeks sektoral dipimpin oleh sektor kesehatan yang mengalami koreksi paling dalam. Para investor terlihat mulai mengurangi porsi kepemilikan saham mereka di berbagai lini bisnis yang melantai di bursa.

Berikut adalah catatan pergerakan sektor sektoral yang mengalami tekanan hingga sesi siang:

  • Sektor IDX Kesehatan memimpin pelemahan dengan koreksi mencapai 1,45% secara harian.
  • Sektor IDX Teknologi ikut terpangkas sebesar 1,00% seiring dinamika sentimen teknologi global.
  • Sektor IDX Barang Konsumer Non-Primer melemah sebesar 0,91% di tengah kehati-hatian konsumen.
  • Sektor IDX Keuangan mengalami koreksi 0,75% yang turut memberatkan langkah indeks utama.
  • Sektor IDX Properti dan Real Estate turun sebesar 0,58% pada perdagangan siang ini.

Tekanan serupa juga dialami oleh sektor barang konsumer primer sebesar 0,54%, sektor barang baku turun 0,31%, serta sektor energi yang melemah tipis 0,25%. Kendati demikian, masih ada secercah kekuatan dari tiga sektor yang berhasil melawan arus dan mencatatkan penguatan.

Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan total volume transaksi mencapai 21,61 miliar saham dengan nilai perputaran uang menyentuh Rp 8,32 triliun.

Sektor transportasi menjadi bintang utama di antara sedikit sektor yang menghijau dengan lonjakan mencapai 2,15%. Diikuti oleh sektor infrastruktur yang menguat 0,63% serta sektor perindustrian yang naik tipis 0,07%.

Analisis Pergerakan Saham Unggulan LQ45

Secara keseluruhan, dinamika perdagangan siang ini mencatat ada sebanyak 355 saham yang mengalami pelemahan harga. Di sisi lain, tercatat ada 268 saham yang masih mampu bertahan di zona hijau dan 168 saham lainnya berada dalam posisi stagnan tanpa perubahan harga.

Pergerakan kelompok saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 juga menunjukkan variasi yang cukup menarik perhatian para trader harian. Sejumlah saham mengalami tekanan jual yang cukup signifikan hingga masuk dalam jajaran jajaran saham dengan penurunan terbesar.

Deretan saham yang tertekan di antaranya PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang melemah 2,68% ke level Rp 545 per saham. Menyusul di belakangnya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang terkoreksi 2,40% ke level Rp 3.260 per saham, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 2,25% ke posisi Rp 6.525 per saham.

Sebaliknya, beberapa emiten justru mampu unjuk gigi dan menjadi incaran akumulasi pelaku pasar di tengah ketidakpastian tren harian. PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan lonjakan paling moncer sebesar 6,76% ke level Rp 3.000 per saham.

Kenaikan juga dinikmati oleh PT Indosat Tbk (ISAT) yang menguat 3,39% ke posisi Rp 2.440 per saham, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 2,98% hingga menyentuh level harga Rp 12.100 per saham.

Pertanyaan Umum

Mengapa IHSG melemah pada perdagangan sesi I?

IHSG melemah akibat tekanan jual yang melanda mayoritas sektor di bursa, dipimpin oleh sektor kesehatan, teknologi, dan barang konsumer non-primer.

Berapa nilai transaksi total di bursa siang ini?

Total volume perdagangan saham mencapai 21,61 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 8,32 triliun.

Sektor apa saja yang masih bertahan menguat?

Di tengah pelemahan mayoritas, sektor transportasi, infrastruktur, dan perindustrian tercatat masih mampu ditutup di zona hijau.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I Rabu (9/9/2026) turun 0,58% atau 38,9 poin ke level 6.647,49 akibat tekanan jual pada mayoritas sektor, terutama kesehatan dan teknologi.

Pelemahan ini menyeret saham-saham seperti MBMA, CPIN, dan BBCA ke jajaran top losers, sementara sektor transportasi dan infrastruktur tetap menguat di tengah transaksi senilai Rp8,32 triliun.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bikin KTP Langsung Dapat Rekening Bank, Ini Rencana Pemerintah
Rencana Kerja Kemenkeu 2027: Fokus pada Lima Program Prioritas
Strategi Reksadana Saat Pasar Membaik untuk Investor
Fortune Indonesia Investment Forum 2026 Bahas Strategi Investasi Global
Analisis UBS untuk EXCL Usai Merger dan Tantangan Margin
Capex AKR Corporindo (AKRA) Semester I-2026 Tembus Rp 546 Miliar
Harga Minyak Tembus US$ 97 per Barel Dipicu Kesepakatan Iran-Oman
MBMA Pertimbangkan Jual Saham di Bursa Hong Kong

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:10 WIB

IHSG Turun 0,58% ke 6.647 Sesi I, BBCA dan MBMA Masuk Top Losers

Rabu, 9 September 2026 - 12:55 WIB

Bikin KTP Langsung Dapat Rekening Bank, Ini Rencana Pemerintah

Rabu, 9 September 2026 - 04:05 WIB

Rencana Kerja Kemenkeu 2027: Fokus pada Lima Program Prioritas

Selasa, 8 September 2026 - 19:00 WIB

Strategi Reksadana Saat Pasar Membaik untuk Investor

Selasa, 8 September 2026 - 17:45 WIB

Fortune Indonesia Investment Forum 2026 Bahas Strategi Investasi Global

Berita Terbaru

Saddil Ramdani resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya dengan status pinjaman untuk kompetisi Super League 2026-2027.

Sepak Bola

Saddil Ramdani Gabung Persebaya Ungkap Target Pribadi

Rabu, 9 Sep 2026 - 13:39 WIB