Novel : Bertahan di Atas Luka Part 14

- Penulis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Bertahan di Atas  Luka Part 14

Lho, itu baik si Bayu.  Sama sekali nggak ngerendahin lo, Mir! Marisa menyela ceritaku sambil memasukkan singkong goreng ke mulutnya.

Aku mengembuskan napas dengan keras.  Bibirku terkatup rapat.

Salah ngomong lagi deh, gue. Marisa menutup mulutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nggak, kok. Lo bener, Sa.  Gue aja yang baper! sahutku ketus.

Amira ¦, lo itu harus lebih banyak bersabar.  Maaf, gue ngomong kayak gini karena gue kenal elo udah lama. Lo itu terlalu mikirin hal yang belum tentu benar.  Overthinking, gitu. Contohnya kayak cerita lo barusan. Bayu benar kan, dia bilang lo harus lebih rajin lagi belajar masaknya kalau mau bikin makanan lezat.

Gue tahu, Sa! Tapi ya nggak perlu bilang masakan ibunya lebih enak. Aku masih tidak terima.

Lho, yang ngomong kayak itu kan lo sendiri, Neng! Bukan Bayu. Coba deh, lo tenangin diri biar bisa mikir jernih. Jangan pake emosi. Sahabatku itu tersenyum lembut.

Aku cemberut.

Abisin dulu deh makanannya, nanti nggak enak kalau kelamaan didiemin gitu.

Tanpa banyak bicara aku segera menghabiskan sisa nasi bakar di piring. Setelah meneguk jus jeruk, aku melamun sambil memandang sekeliling restoran yang siang itu ramai oleh para pengunjung yang rata-rata profesional muda.

Terus? Suara Marisa menyadarkanku.

Eh, apa? sahutku kaget.

Lanjutin cerita lo! Marisa menatapku dalam. Ngelamun aja, Neng. Ingat Bayu, ya? godanya.

Aku mendelik.

Gue mau pesen hidangan penutup. Lo mau? tanyaku sebelum melanjutkan cerita.

Nggak ah. Udah full banget ini. Lanjut, Neng! Marisa menggelengkan kepalanya.

Sabar, ih! Kenapa jadi dia yang semangat gitu, ya? Aku memanggil pelayan untuk menambah pesanan.

Oke, gue lanjut, ya.

Kisah pun berlanjut.

Di tahun ketiga pernikahan kami, Mas Bayu mulai gelisah karena aku belum juga hamil. Aku tahu kalau dia mendapat tekanan dari ibunya. Aku harus bagaimana? Allah belum mengizinkan aku hamil. Apa lagi yang bisa aku lakukan? Aku sudah berikhtiar dan berdoa.

Minggu pagi itu setelah mandi dan menyiapkan sarapan, aku izin pada suamiku untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang tertunda. Aku berpikir toh semua pekerjaan rumah sudah selesai dan biasanya Mas Bayu pergi dengan teman-teman kelompok sepedanya. Jadi, daripada bengong menunggu dia pulang, lebih baik aku mengerjakan tugasku membuat proposal rencana peluncuran produk baru, dari mulai strategi, anggaran, hingga acara.

Masih kerja, Mir? Ini hari Minggu, lho. Istirahatlah! Suara keras Mas Bayu mengagetkanku. Rupanya ia sudah pulang dan gusar melihat aku masih berkutat di depan laptop. Sambil menyeka keringat di wajahnya, Mas Bayu mengempaskan tubuh di sofa ruang keluarga.

Eh, iya. Sebentar lagi, Mas. Kamu mau makan? Aku belum masak, nih. Biasanya kan kamu pulang menjelang zuhur, ini tumben baru jam 10 udah selesai gowesnya. Aku menjawab tanpa mengalihkan tatapanku dari layar.

Lelaki tegap itu lalu bediri dan berjalan mendekatiku. Wajahnya merah padam dengan bibir terkatup rapat.

Amira! tegurnya keras.

Aku terlonjak kaget.

Astaghfirullah! Kenapa sih, Mas? jawabku dengan suara tinggi.

Kamu ini terlalu banget! Masa dari tadi pagi sampai sekarang nggak selesai-selesai kerjanya? Ia memandangku. Kurang ya, dari Senin sampai Jumat kerja di kantor? Harus banget sampai dibawa ke rumah?

Baru sekali ini juga aku bawa kerjaan ke rumah, Mas! Aku tak mau kalah.  Lagipula, semua kerjaan rumah udah beres. Setelah ini aku akan masak untuk makan siang.

Jangan terlalu ngoyo gitu kalau kerja! Santai aja. Kamu kan perempuan, seharusnya nggak perlu kerja! sentaknya.

Mulai lagi. Kutahan air mata supaya tidak jatuh.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran
Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya
Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran
Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik
Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia
Larissa Chou Terbaru, Profil, Perjalanan Hidup, dan Aktivitas Terkini
Seindah Masa Remaja Jadi Sorotan, Sinopsis, Pemain, dan Fakta Terbaru Series Romantis Indonesia
Kanye West Jakarta Jadi Sorotan, Kabar Kedatangan Ye ke Indonesia dan Fakta Terbarunya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia

Berita Terbaru

Polres Barru menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) delapan pejabat utama dan kapolsek jajaran. Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat profesionalisme serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Internasional

Sertijab Polres Barru, Kapolres Dorong Pelayanan kepada Masyarakat

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:17 WIB