Karena itu, penginputan ke aplikasi IGA bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi.
Namun menjadi bagian penting untuk membuktikan kualitas sebuah inovasi.
Selama dua hari, peserta mendapat pendampingan secara intensif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulai dari penyempurnaan dokumen, verifikasi bukti dukung, hingga simulasi penginputan inovasi ke aplikasi IGA.
Salah seorang peserta, Hasby, S.Pd., M.Pd., inovator dari SMAN 4 Barru, mengaku memperoleh pemahaman baru melalui kegiatan tersebut.
Ia menilai inovasi tidak hanya dinilai dari kebaruannya.
Tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan.
“Bimbingan teknis ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Kami memahami bahwa inovasi harus memiliki dampak yang terukur, terdokumentasi dengan baik, mudah direplikasi, dan berkelanjutan. Ini menjadi bekal penting bagi kami dalam menghadirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Hasby.
Menurutnya, inovasi di dunia pendidikan harus mampu meningkatkan mutu layanan pembelajaran.
Inovasi juga harus terus dievaluasi agar manfaatnya dirasakan peserta didik, sekolah, dan masyarakat.
Hasby berharap pendampingan serupa terus dilakukan.
Sebab, kegiatan itu menjadi ruang bagi sekolah untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan memperkuat kolaborasi.
Sementara itu, pendamping inovasi daerah Rosmala Dewi Said menyampaikan apresiasi kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII beserta seluruh sekolah peserta.
Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan keseriusan seluruh peserta selama mengikuti bimbingan teknis.
“Kami mengapresiasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII dan seluruh sekolah yang telah berpartisipasi aktif. Semoga seluruh inovasi dapat terdokumentasi dengan baik, memenuhi indikator penilaian IGA, dan yang terpenting mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan mutu layanan pendidikan,” kata Rosmala.
Melalui kegiatan ini, Bappelitbangda Sulsel berharap seluruh inovasi daerah terdokumentasi secara lengkap, didukung data yang valid, serta terinput tepat waktu ke aplikasi IGA.
Harapannya, inovasi tidak berhenti sebagai syarat mengikuti kompetisi.
Tetapi menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Dengan langkah tersebut, Sulawesi Selatan diharapkan mampu meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah dan meraih hasil terbaik pada Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.
Editor : Hengki
Halaman : 1 2






