Redaksiku.com – Satpol PP Toraja Utara mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video penertiban di kawasan Pasar Rantepao viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan tindakan oknum petugas yang dinilai tidak konsisten saat menertibkan kendaraan dan aktivitas warga di area pasar.
Video yang beredar luas sejak Sabtu (20/12/2026) itu langsung memantik reaksi keras dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan profesionalitas aparat dalam menjalankan tugas, khususnya terkait penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penertiban.
Sorotan terhadap Satpol PP Toraja Utara semakin menguat setelah sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan pengalaman mereka, yang merasa diperlakukan tidak adil dan tidak mendapatkan penjelasan yang jelas dari petugas.
Viral Penertiban di Pasar Rantepao Jadi Perbincangan Publik
Satpol PP Toraja Utara menjadi bahan pembicaraan setelah video penertiban di Pasar Rantepao tersebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, tampak sebuah mobil warga didatangi petugas dan diminta pergi dari lokasi, sementara kendaraan lain di sekitar area yang sama terlihat dibiarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketidaksamaan perlakuan inilah yang memicu tanda tanya besar. Warganet menilai penertiban tersebut terkesan tebang pilih dan tidak mencerminkan penegakan aturan yang adil. Komentar publik pun bermunculan, mempertanyakan dasar kebijakan yang diterapkan di lapangan.
Video itu tidak hanya viral secara lokal, tetapi juga menyedot perhatian warganet di luar Toraja Utara. Banyak yang menilai kejadian tersebut mencerminkan persoalan klasik penegakan ketertiban di ruang publik.
Warga Akui Bingung dengan Aturan yang Diterapkan Petugas
Dalam keterangannya, salah satu warga yang terekam dalam video mengaku kebingungan dengan sikap Satpol PP Toraja Utara saat melakukan penertiban. Ia menyebut telah mengikuti arahan petugas dengan keluar dari area pasar, namun tetap didatangi dan diusir kembali saat berada di pinggir jalan.
Di dalam pasar saya disuruh keluar, saya keluar. Tapi di pinggir jalan juga saya didatangi lagi. Saya jadi bingung, sebenarnya SOP-nya seperti apa, ungkap warga tersebut.
Kebingungan ini diperparah dengan minimnya penjelasan dari petugas di lapangan. Warga mengaku sudah mencoba bertanya secara langsung terkait dasar aturan yang diterapkan, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Dugaan Tebang Pilih Memicu Protes Masyarakat
Sorotan terhadap Satpol PP Toraja Utara semakin tajam ketika warga menyebut adanya dugaan tebang pilih dalam penertiban. Menurut pengakuan warga, di sekitar lokasi kejadian terdapat sejumlah kendaraan lain yang terparkir, namun hanya dirinya yang diminta pergi.
Di situ banyak mobil lain, tapi kenapa cuma saya yang diusir? ujar warga tersebut dengan nada kecewa. Pernyataan ini kemudian menjadi pemicu diskusi luas di media sosial.
Banyak warganet menilai, jika penertiban memang dilakukan berdasarkan aturan, maka seharusnya diterapkan secara merata tanpa pandang bulu. Ketidakkonsistenan inilah yang membuat publik mempertanyakan integritas aparat penegak ketertiban.
SOP Penertiban Satpol PP Jadi Sorotan Utama
Secara regulasi, tugas dan kewenangan Satpol PP Toraja Utara diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa penegakan peraturan daerah harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan tidak diskriminatif.
Penertiban di ruang publik, termasuk pasar tradisional, seharusnya mengacu pada SOP yang jelas, mulai dari pendekatan persuasif hingga tindakan penegakan. Namun, video viral tersebut justru memunculkan kesan bahwa prosedur di lapangan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pengamat kebijakan publik menilai, jika SOP tidak dijalankan dengan konsisten, maka kepercayaan masyarakat terhadap aparat akan terus menurun. Hal ini berpotensi memicu konflik horizontal antara petugas dan warga.
Belum Ada Klarifikasi Resmi dari Satpol PP Toraja Utara
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satpol PP Toraja Utara belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden penertiban yang viral tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan untuk mendapatkan penjelasan langsung dari instansi terkait.
Ketiadaan klarifikasi membuat spekulasi publik semakin berkembang. Warganet berharap ada penjelasan terbuka mengenai SOP yang diterapkan serta alasan di balik tindakan petugas di lapangan.
Transparansi dinilai penting agar polemik ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan citra negatif berkepanjangan terhadap institusi penegak ketertiban daerah.
Respons Warganet Profesionalitas Aparat Dipertanyakan
Reaksi warganet terhadap video viral ini cukup beragam, namun mayoritas mempertanyakan profesionalitas Satpol PP Toraja Utara. Banyak komentar yang menyoroti pentingnya sikap humanis dan komunikatif dalam penertiban di ruang publik.
Sebagian warganet menilai bahwa pasar tradisional memiliki dinamika tersendiri, sehingga pendekatan yang digunakan seharusnya lebih persuasif, bukan konfrontatif. Video tersebut dianggap menunjukkan komunikasi yang kurang efektif antara petugas dan warga.
Isu ini pun kembali membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana aparat daerah menjalankan tugasnya di tengah tuntutan masyarakat akan keadilan dan keterbukaan.
Kasus video viral yang menyeret Satpol PP Toraja Utara menjadi cerminan pentingnya konsistensi dan kejelasan SOP dalam penertiban ruang publik.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels






