Redaksiku.com – Rencana penggabungan atau merger perusahaan konstruksi pelat merah hingga saat ini masih berada dalam fase transisi yang penuh tanda tanya. Dua pemain besar di sektor infrastruktur, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT PP (PTPP), secara resmi menyatakan bahwa mereka masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah selaku pemegang saham terkait skema konsolidasi BUMN Karya yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Direktur Keuangan ADHI, Bani Iqbal, menjelaskan bahwa proses yang sedang berjalan saat ini masih sebatas kajian dan pembahasan awal. Pihak perusahaan belum berani melangkah lebih jauh, termasuk melakukan studi kelayakan mendalam maupun uji tuntas, karena seluruh keputusan strategis harus selaras dengan arahan dari PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) serta Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
Target penyelesaian merger BUMN karya yang ditetapkan oleh pemegang saham mayoritas berada pada akhir tahun 2026 sebagai target indikatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketidakpastian juga menyelimuti aspek teknis perusahaan pasca-merger. Hingga Minggu (6/9/2026), belum ada keputusan resmi mengenai entitas mana yang akan menjadi surviving entity atau perusahaan yang bertahan sebagai entitas utama setelah penggabungan. Bani menegaskan bahwa penentuan tersebut akan mempertimbangkan berbagai variabel krusial seperti kesehatan keuangan, efisiensi operasional, tata kelola perusahaan, hingga manajemen risiko.
Proses Konsolidasi dan Tantangan Internal
Meskipun target waktu telah dipatok, pihak manajemen ADHI menekankan bahwa jadwal tersebut bersifat indikatif. Pelaksanaan nyata di lapangan akan sangat bergantung pada kesiapan masing-masing pihak dan pemenuhan seluruh prosedur hukum yang berlaku. ADHI sendiri memandang langkah konsolidasi ini sebagai bagian dari transformasi besar untuk memperkuat daya saing industri konstruksi nasional di masa depan.
Di sisi lain, ADHI saat ini tengah menghadapi tantangan operasional yang cukup serius. Perusahaan masih belum melakukan pembayaran Bunga ke-17 untuk Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022. Kondisi ini menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham perseroan. Untuk merespons hal tersebut, ADHI menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 11 September 2026 sebagai langkah penyelesaian.
Status perdagangan saham ADHI saat ini dihentikan sementara oleh bursa, yang menambah kompleksitas dalam proses transisi korporasi ke depan.
Strategi PTPP di Tengah Masa Transisi
Senada dengan ADHI, PT PP (PTPP) juga mengambil sikap serupa dengan menekankan bahwa mereka masih berada di tahap evaluasi. Direktur Keuangan PTPP, Faizal Rahmad, mengungkapkan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini bukan sekadar merger, melainkan penyelesaian proses restrukturisasi yang sedang berjalan.
Fokus PTPP saat ini mencakup beberapa poin strategis agar fundamental perusahaan tetap terjaga:
- Memperkuat fundamental keuangan dan operasional perusahaan agar lebih stabil sebelum memasuki fase penggabungan.
- Mengoptimalkan bisnis inti di bidang konstruksi dengan meningkatkan kualitas kontrak dan pelaksanaan proyek di lapangan.
- Melakukan evaluasi menyeluruh serta penataan portofolio anak perusahaan agar benar-benar selaras dengan strategi bisnis inti PTPP.
- Meningkatkan sistem manajemen risiko guna memitigasi potensi kerugian selama masa transisi industri konstruksi nasional.
Faizal juga menambahkan bahwa prospek usaha pascakonsolidasi belum bisa dipetakan secara spesifik karena bentuk skema penggabungan itu sendiri belum final. Hingga ada ketetapan lebih lanjut dari pemegang saham, PTPP akan terus menjalankan rencana bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya tanpa mengabaikan persiapan untuk potensi penggabungan di masa depan.
Investor dan pemangku kepentingan disarankan untuk terus memantau keterbukaan informasi resmi di BEI guna mendapatkan kepastian mengenai jadwal dan mekanisme final restrukturisasi BUMN Karya.
Pertanyaan Umum
Apakah merger BUMN Karya sudah pasti dilakukan tahun ini?
Belum. Target penyelesaian pada akhir 2026 bersifat indikatif atau sebagai acuan awal. Pelaksanaannya sangat bergantung pada hasil kajian, kesiapan masing-masing pihak, dan arahan resmi dari pemegang saham.
Bagaimana nasib saham ADHI saat ini?
Saham ADHI saat ini sedang dihentikan sementara perdagangannya oleh BEI akibat belum dilakukannya pembayaran bunga obligasi. Perusahaan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 11 September 2026 untuk membahas masalah ini.
Apa fokus utama PTPP sebelum melakukan penggabungan?
PTPP saat ini berfokus pada penyelesaian program restrukturisasi internal serta penguatan fundamental keuangan dan operasional agar perusahaan berada dalam kondisi yang lebih baik sebelum proses merger dilakukan secara formal.
Ringkasan
Rencana merger antara ADHI dan PTPP saat ini masih dalam tahap kajian awal dan menunggu arahan resmi dari pemerintah selaku pemegang saham melalui Danantara. Proses penggabungan ini ditargetkan selesai pada akhir 2026, namun statusnya masih bersifat indikatif dengan fokus utama perusahaan saat ini tetap pada penguatan fundamental dan restrukturisasi internal.






