Tafsir Ayat tentang Perintah Berkurban dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang perintah berkurban. Di antaranya terdapat dalam Surah Al-Kautsar dan Surah Al-Hajj. Ayat-ayat tersebut memberikan pemahaman bahwa kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketaatan, rasa syukur, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lantas, apa saja tafsir ayat-ayat tentang perintah berkurban? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Tafsir Surah Ali Imran Ayat 1-6
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tafsir Surah Al-Kautsar Ayat 2
Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”
(QS. Al-Kautsar 108: Ayat 2)
Menurut Tafsir Tahlili, pada ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW agar mengerjakan salat dan menyembelih hewan kurban hanya karena Allah semata. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh bentuk ibadah, baik salat maupun kurban, harus dilakukan dengan ikhlas dan ditujukan hanya kepada Allah.
Perintah berkurban dalam ayat ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat besar yang telah Allah berikan. Sebab, hanya Allah yang melimpahkan karunia dan kebaikan kepada hamba-hamba-Nya.
Tafsir Surah Al-Hajj Ayat 28
Allah SWT berfirman:
لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
“Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa hewan ternak. Maka, makanlah sebagian darinya dan sebagian lainnya berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 28)
Berdasarkan tafsir ringkas Kementerian Agama, ayat ini menjelaskan bahwa dengan memenuhi seruan Nabi Ibrahim AS untuk mengunjungi Baitullah dan menunaikan ibadah haji, kaum muslimin memperoleh manfaat dunia dan akhirat. Salah satu manfaat tersebut adalah menguatkan rasa persaudaraan di antara sesama umat Islam.
Ayat ini juga menjelaskan anjuran menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan, terutama dalam rangkaian ibadah haji dan kurban. Hari-hari tersebut berkaitan dengan Hari Raya Iduladha dan hari Tasyrik, yaitu tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Dalam ayat ini, Allah juga memerintahkan agar sebagian daging kurban dimakan sebagai bentuk rasa syukur, sementara sebagian lainnya diberikan kepada orang-orang fakir dan membutuhkan. Dengan demikian, ibadah kurban tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga nilai sosial berupa kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Tafsir Surah Al-Hajj Ayat 34
Allah SWT berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
“Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan kurban agar mereka menyebut nama Allah atas hewan ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat kepada Allah.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 34)
Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa kepada setiap umat para nabi terdahulu telah disyariatkan ibadah penyembelihan kurban. Tujuannya adalah agar mereka mendekatkan diri kepada Allah dan menyebut nama-Nya ketika menyembelih hewan kurban.
Ayat ini juga menegaskan bahwa Tuhan yang disembah hanyalah Allah Yang Maha Esa. Karena itu, ibadah kurban harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, ketundukan, dan ketaatan kepada-Nya. Allah kemudian memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati dan taat dalam menjalankan perintah-Nya.
Kesimpulan
Dari beberapa ayat tersebut, dapat dipahami bahwa kurban merupakan ibadah yang memiliki makna mendalam. Berkurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketaatan, rasa syukur, dan kepedulian sosial.
Allah memerintahkan umat Islam untuk berkurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya. Melalui ibadah kurban, seorang muslim diajak untuk memperbanyak zikir, mengagungkan Allah dengan takbir, serta berbagi rezeki kepada orang-orang yang membutuhkan.
Dengan demikian, ibadah kurban menjadi salah satu bukti nyata keimanan seorang hamba kepada Allah SWT.
Sumber: Tafsir Kemenag
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






