Redaksiku.com – PT Sarana Menara Nusantara Tbk yang dikenal sebagai TOWR melihat peluang besar untuk memperluas ekspansi bisnis mereka. Dorongan ini datang dari perkembangan teknologi Fixed Wireless Access atau FWA serta pemanfaatan spektrum frekuensi baru oleh berbagai operator telekomunikasi di tanah air.
CEO SMN Group, Aming Santoso, memperkirakan bahwa dua inisiatif utama operator tersebut bakal mendongkrak kebutuhan infrastruktur digital secara signifikan. Peningkatan ini terutama akan berpusat pada penyediaan menara telekomunikasi dan jaringan kabel serat optik yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.
Peluang tersebut dinilai sebagai ruang terbuka bagi TOWR untuk mengoptimalkan aset yang sudah ada. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menangkap pertumbuhan permintaan infrastruktur telekomunikasi yang terus meningkat di berbagai wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkembangan Infrastruktur dan Portofolio Aset
Kinerja operasional perusahaan menunjukkan tren yang terus bergerak positif seiring dengan tingginya kebutuhan konektivitas masyarakat. Berbagai lini bisnis penunjang telekomunikasi mencatatkan pencapaian penting hingga pertengahan tahun ini.
Hingga Juni 2026, catatan aset perusahaan memperlihatkan skala operasional yang masif di sektor menara dan jaringan pendukung. Rincian kepemilikan infrastruktur tersebut meliputi:
- Jumlah menara telekomunikasi yang dikelola mencapai 36.892 unit di berbagai wilayah operasional.
- Total panjang jaringan serat optik telah menembus angka 182.559 kilometer per Juni 2026.
- Jumlah penyewa atau tenant meningkat menjadi 61.038 dengan rasio penyewaan di angka 1,65 kali.
Pertumbuhan infrastruktur fiber optik sendiri tercatat mengalami kenaikan sebesar 6,8 persen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ekspansi jaringan kabel ini terus diperluas demi memastikan kapasitas bandwidth yang memadai bagi kebutuhan operator seluler maupun pelanggan ritel.
Konektivitas internet berbasis kabel rumahan atau FTTH mencatatkan jumlah homepass mencapai 1,86 juta dengan basis pelanggan berbayar yang melonjak hingga 376.641 pelanggan.
Selain lonjakan pada pelanggan rumah tangga, aktivitas layanan konektivitas secara keseluruhan juga mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Angka aktivasi layanan tercatat naik sebesar 48,9 persen menjadi 28.153 aktivasi baru.
Strategi Pengelolaan Modal dan Pendapatan Jangka Panjang
Manajemen menegaskan bahwa ekspansi yang agresif selalu diiringi dengan prinsip kehati-hatian dalam alokasi anggaran. Perusahaan berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan jangka panjang.
Pihak manajemen selalu berupaya memaksimalkan nilai dari portofolio infrastruktur yang dimiliki. Upaya ini ditempuh melalui peningkatan pemanfaatan aset yang ada, penerapan keunggulan operasional, serta kedisiplinan yang ketat dalam pengelolaan modal.
Dari sisi finansial, kekuatan perusahaan ditopang oleh visibilitas arus kas yang sangat stabil. Stabilitas ini bersumber dari kontrak penyewaan jangka panjang dengan operator telekomunikasi yang bersifat tidak dapat dibatalkan.
Nilai pendapatan kontraktual jangka panjang yang sudah di tangan TOWR bahkan mencapai lebih dari Rp 100 triliun. Kontrak bernilai fantastis ini memiliki masa berlaku yang panjang hingga tahun 2045 mendatang, memberikan kepastian pendapatan bagi kelangsungan bisnis perseroan.
Pertanyaan Umum
Apa pendorong utama ekspansi bisnis TOWR?
Ekspansi bisnis TOWR didorong oleh perkembangan layanan Fixed Wireless Access serta pemanfaatan spektrum frekuensi baru oleh operator telekomunikasi yang meningkatkan kebutuhan menara dan fiber optik.
Berapa jumlah menara dan panjang fiber optik TOWR?
Hingga Juni 2026, TOWR mengelola sebanyak 36.892 menara telekomunikasi dan jaringan serat optik dengan panjang mencapai 182.559 kilometer.
Bagaimana kondisi pendapatan jangka panjang perusahaan?
Pendapatan jangka panjang perusahaan ditopang oleh kontrak sewa jangka panjang dengan nilai lebih dari Rp 100 triliun yang berlaku hingga tahun 2045.
Ringkasan
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memperluas ekspansi bisnis infrastruktur telekomunikasi untuk merespons perkembangan layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan penggunaan spektrum frekuensi baru oleh operator. Hingga Juni 2026, TOWR mengelola 36.892 menara dan jaringan serat optik sepanjang 182.559 kilometer, didukung kepastian pendapatan jangka panjang senilai lebih dari Rp100 triliun hingga 2045.






