Viral Aksi Satpam Diduga Arogan Usir Pedagang Air Mineral di Kawasan Islamik Center Dumai

- Penulis

Wednesday, 29 October 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Aksi Satpam Diduga Arogan Usir Pedagang Air Mineral di Kawasan Islamik Center Dumai

Viral Aksi Satpam Diduga Arogan Usir Pedagang Air Mineral di Kawasan Islamik Center Dumai

Redaksiku.com – Video berdurasi singkat yang memperlihatkan aksi seorang pria berseragam satpam di kawasan Islamik Center Dumai, Riau, menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, satpam itu tampak menegur bahkan mengusir seorang pedagang air mineral yang tengah berjualan di sekitar area taman. Aksi tersebut menuai beragam reaksi warganet, banyak di antaranya menilai tindakan sang satpam terlalu arogan dan tidak manusiawi.

Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Senin (27/10/2025) siang. Dalam video yang diunggah oleh salah satu akun media sosial, tampak pedagang yang duduk di pinggir taman mendadak didatangi oleh seorang pria berseragam lengkap satpam. Suasana tampak tegang ketika satpam tersebut berbicara dengan nada tinggi, sementara sang pedagang hanya duduk diam tanpa banyak bicara.

Tulisan overlay di video tersebut memperjelas pesan yang ingin disampaikan oleh pengunggah: Satpam Islamik Center Dumai-Riau arogansi dan usir pedagang air mineral. Tak berhenti di situ, pengunggah juga menambahkan keterangan pada unggahan tersebut yang berbunyi, Omongin baik-baik kan bisa, Pak. Nggak usah sok kuasa banget.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Unggahan itu langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga X (Twitter). Dalam hitungan jam, video tersebut ditonton puluhan ribu kali dan memunculkan ribuan komentar dari warganet. Sebagian besar dari mereka mengecam tindakan sang satpam yang dinilai tidak pantas, terlebih karena pedagang yang diusir tampak berjualan dengan cara yang sopan dan tidak mengganggu.

Masih satu bangsa, satu negara, harusnya saling menghargai. Nggak perlu marah-marah, tulis salah satu pengguna media sosial. Komentar lain juga menimpali dengan nada serupa, Kalau cuma mau ngingetin, kan bisa dengan cara yang halus. Kasihan pedagangnya.

Viral Aksi Satpam Diduga Arogan Usir Pedagang Air Mineral di Kawasan Islamik Center Dumai
Viral Aksi Satpam Diduga Arogan Usir Pedagang Air Mineral di Kawasan Islamik Center Dumai

Namun, tidak semua komentar bernada kecaman. Beberapa warganet mencoba bersikap netral dan mengingatkan bahwa setiap area publik biasanya memiliki aturan tersendiri, termasuk larangan berjualan di area tertentu. Mungkin satpam cuma menjalankan tugas. Tapi ya caranya aja yang perlu diperbaiki, jangan pakai emosi, tulis seorang pengguna lainnya.

Fenomena ini kemudian memunculkan perdebatan lebih luas soal sikap aparat keamanan di ruang publik, terutama terkait cara mereka menegakkan aturan. Dalam konteks profesionalitas, seorang satpam memang memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan area kerja. Namun, menurut pakar komunikasi publik, tindakan itu tetap harus dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi.

Profesionalisme seorang petugas keamanan tak hanya dilihat dari seragam dan ketegasannya, tapi juga dari cara mereka berkomunikasi. Pendekatan yang kasar justru bisa menimbulkan resistensi dan merusak citra institusi tempat mereka bekerja, ujar pengamat sosial, Rachmat Saputra, saat dimintai pendapat terkait kejadian ini.

Menurut Rachmat, dalam situasi seperti ini, komunikasi empatik menjadi kunci. Kalau tujuannya menertibkan, sampaikan alasan dengan sopan. Pedagang kecil biasanya akan memahami kalau dijelaskan baik-baik. Tapi kalau diserang dengan nada tinggi, yang muncul justru konflik dan viral seperti ini, tambahnya.

Sementara itu, sejumlah netizen menilai tindakan sang satpam bukan hanya persoalan etika kerja, tetapi juga bentuk ketimpangan sosial yang sering terjadi di lapangan. Pedagang kecil selalu jadi korban. Padahal mereka cuma cari rezeki halal, tulis seorang pengguna di kolom komentar. Ada pula yang menyerukan agar pihak pengelola Islamik Center Dumai memberikan klarifikasi resmi dan memastikan tidak ada tindakan berlebihan dari petugas keamanan di kawasan tersebut.

Semoga ada penjelasan dari pihak pengelola. Kalau memang pedagang tidak boleh berjualan, harusnya diberi solusi, bukan diusir begitu saja, tambah komentar lainnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola Islamik Center Dumai belum memberikan keterangan resmi mengenai kejadian tersebut. Beberapa media lokal telah mencoba menghubungi pihak terkait untuk meminta klarifikasi, namun belum mendapat tanggapan.

Sementara itu, di dunia maya, video tersebut terus ramai dibagikan ulang. Tagar #SatpamDumai dan #IslamikCenterDumai sempat menempati jajaran tren topik populer di beberapa platform sosial media Indonesia. Banyak pengguna yang menyuarakan keprihatinan mereka terhadap perlakuan yang dinilai tidak pantas terhadap masyarakat kecil.

Di sisi lain, sejumlah warganet justru mengimbau publik agar tidak langsung menghakimi. Mereka menekankan pentingnya menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman. Zaman sekarang semua cepat viral, tapi belum tentu konteksnya benar. Bisa jadi ada aturan yang dilanggar si pedagang, tapi potongan video bikin kita salah paham, tulis seorang netizen.

Terlepas dari berbagai pandangan yang muncul, peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya etika komunikasi dan empati sosial di ruang publik. Dalam situasi ekonomi yang sulit, banyak masyarakat kecil menggantungkan hidup dari berdagang kaki lima. Mereka kerap berhadapan langsung dengan aparat keamanan yang menegakkan aturan di lapangan. Jika tidak diimbangi dengan empati dan komunikasi yang baik, gesekan sosial bisa muncul sewaktu-waktu dan menimbulkan kegaduhan publik.

Pakar hukum publik, Dwi Kurniawan, menilai bahwa penegakan aturan di ruang publik perlu disertai pendekatan sosial yang proporsional. Petugas keamanan memang berhak menegur atau menertibkan, tetapi caranya tidak boleh merendahkan martabat orang lain. Apalagi kalau pedagang itu tidak mengganggu ketertiban umum, ujarnya.

Kasus ini juga menunjukkan betapa cepatnya media sosial membentuk opini publik. Dalam waktu singkat, satu potongan video dapat mengundang simpati massal, tetapi juga potensi kesalahpahaman besar. Karena itu, Dwi mengingatkan pentingnya tanggung jawab pengguna media sosial untuk tidak langsung memperkeruh situasi. Kita perlu belajar memilah informasi. Kalau tujuannya mencari keadilan sosial, lakukan dengan cara yang konstruktif, bukan dengan caci maki, tegasnya.

Bagi sebagian pihak, viralnya peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran berharga, baik bagi masyarakat maupun aparat keamanan. Sikap tegas memang perlu, tetapi rasa hormat dan kemanusiaan tidak boleh dikesampingkan.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya viral, peristiwa seperti ini kian sering terjadi. Namun pada akhirnya, empati dan komunikasi manusiawi tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga harmoni sosialterlebih di tempat-tempat yang seharusnya menjadi simbol kedamaian seperti kawasan Islamik Center.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang
Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah
Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed
Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir
Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody
Viral: 5 Moments of Luna Maya and Cinta Laura Energizing HYROX Jakarta
Nathalie Holscher's viral 5 points silence wedding date rumors
Sarwendah's 5-Point Report on Defamation and Slander

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 13:30 WIB

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang

Thursday, 2 July 2026 - 11:44 WIB

Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah

Tuesday, June 30, 2026 - 9:30 PM WIB

Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed

Tuesday, June 30, 2026 - 9:25 PM WIB

Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir

Tuesday, June 30, 2026 - 9:22 PM WIB

Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody

Berita Terbaru

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Technology

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Thursday, 2 Jul 2026 - 13:19 WIB

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Sports

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Thursday, 2 Jul 2026 - 12:19 WIB