Redaksiku.com – Bali lagi-lagi harus menghadapi cobaan alam. Hujan deras yang turun tanpa henti selama dua hari bikin sejumlah wilayah di Pulau Dewata terendam banjir bandang bali.
Salah satu kejadian paling mencolok terjadi di Jalan Sulawesi, Denpasar Barat, di mana dua bangunan rumah toko alias ruko tiba-tiba ambruk tergerus arus Sungai Tukad yang meluap deras.
Peristiwa ini nggak cuma bikin warga sekitar panik, tapi juga meninggalkan duka mendalam. Pasalnya, dari laporan awal, ada enam orang yang diduga tertimpa bangunan. Setelah pengecekan, ternyata dua orang berhasil selamat, tapi empat lainnya masih dalam status hilang. Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih terus berjuang melakukan pencarian.
Kronologi Ruko Ambruk di Denpasar
Kejadian bermula saat hujan deras mengguyur Bali sejak dua hari lalu. Sungai Tukad, yang jadi aliran utama di sekitar Denpasar, nggak mampu lagi menahan debit air. Arusnya makin deras dan menghantam fondasi bangunan yang berdiri tepat di pinggir sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sebuah video amatir yang sempat viral di media sosial, terlihat detik-detik mencekam saat dua bangunan ruko perlahan miring lalu ambruk bersamaan ke aliran sungai. Warga sekitar terdengar histeris menyaksikan peristiwa itu, sementara beberapa orang berusaha berteriak mengingatkan penghuni ruko lain yang masih berdiri.
Yang bikin makin menegangkan, belasan ruko lain di sekitar lokasi juga ikut miring. Warga khawatir bangunan itu bisa ikut runtuh kalau arus sungai tetap deras.
Penjelasan Pihak Kepolisian
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Krisna Dewi, langsung turun memberikan keterangan terkait insiden ini. Awalnya, laporan yang masuk menyebut ada enam orang hilang tertimbun reruntuhan. Tapi setelah dilakukan verifikasi, ternyata dua di antaranya berhasil ditemukan hidup.
Laporan yang masuk tadi pagi itu ada enam orang. Tapi setelah dicek, ternyata yang dua orang ditemukan selamat dan kini sudah berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan empat orang lainnya masih dalam pencarian, jelasnya.
Informasi ini sedikit melegakan, tapi tetap meninggalkan rasa khawatir karena empat orang lainnya belum ada kabar. Identitas para korban juga masih terus dipastikan oleh pihak berwenang agar tidak terjadi simpang siur.
Upaya Pencarian Korban
Tim gabungan dari Basarnas Bali, kepolisian, BPBD, dan relawan masyarakat masih terus berjibaku mencari korban yang hilang. Pencarian difokuskan di sepanjang aliran Sungai Tukad yang meluap deras akibat hujan tak kunjung reda.
Metodenya macam-macam. Ada yang menyusuri sungai dengan perahu karet, ada juga yang menyisir reruntuhan bangunan dengan alat berat. Tantangan utamanya tentu saja derasnya arus air dan kondisi tanah di sekitar lokasi yang labil.
Hingga malam, pencarian masih berlangsung. Tim SAR bilang mereka bakal bekerja non-stop dengan sistem bergantian. Harapannya, empat korban yang masih hilang bisa segera ditemukan.
Suasana Mencekam di Lokasi Kejadian
Warga sekitar mengaku masih trauma dengan kejadian ini. Banyak yang berkumpul di sekitar lokasi, sebagian membantu tim evakuasi, sebagian lagi hanya bisa menonton dengan rasa cemas.
Seorang warga bernama Made (40) mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum bangunan ambruk. Awalnya kayak suara retakan, terus nggak lama langsung gedebrak. Bangunannya amblas ke sungai. Orang-orang langsung teriak-teriak, ujarnya.
Belasan ruko yang masih berdiri di tepi Tukad juga terlihat retak dan miring. Aparat keamanan sudah memasang garis polisi dan melarang warga mendekat karena khawatir bangunan susulan juga bisa runtuh.
Dampak Banjir di Wilayah Lain Bali
Nggak hanya Denpasar Barat, beberapa wilayah lain di Bali juga terdampak banjir bandang. Di Kabupaten Badung, air setinggi pinggang orang dewasa merendam beberapa rumah dan jalan utama. Di Gianyar, sawah dan lahan pertanian terendam hingga berpotensi gagal panen.
Arus lalu lintas di sejumlah titik utama macet parah karena banyak kendaraan mogok terendam air. Di beberapa lokasi, listrik juga padam untuk menghindari korsleting.
BMKG Bali sendiri udah ngasih peringatan sejak awal, bahwa hujan ekstrem dengan intensitas tinggi bakal melanda wilayah selatan Bali dalam beberapa hari terakhir. Peringatan itu ternyata benar adanya.
Seruan Agar Warga Waspada
Pemerintah daerah melalui BPBD Bali mengimbau warga yang tinggal di dekat aliran sungai untuk segera mengungsi sementara waktu. Soalnya, potensi longsor dan ambruknya bangunan lain masih besar.
Selain itu, warga juga diminta nggak nekat melintas di jalan-jalan yang tergenang banjir deras. Beberapa kasus sebelumnya menunjukkan banyak korban justru hilang karena terjebak arus saat mencoba melewati banjir.
Keselamatan jiwa tetap nomor satu. Kalau rumah di tepi sungai sudah retak-retak, lebih baik pindah dulu sampai kondisi aman, kata salah satu pejabat BPBD.
Simpati dan Doa dari Warganet
Kejadian ini cepat banget viral di media sosial. Banyak akun Instagram dan TikTok lokal Bali yang membagikan video detik-detik ruko ambruk. Komentar warganet dipenuhi rasa simpati dan doa untuk para korban.
Ada juga yang menyuarakan kritik, kenapa bangunan bisa berdiri begitu dekat dengan aliran sungai tanpa memperhatikan faktor keamanan. Beberapa netizen bilang ini jadi peringatan keras agar pembangunan ke depan lebih memperhatikan aspek lingkungan.
Penutup: Harapan Agar Bali Cepat Pulih
Musibah banjir bandang dan ambruknya ruko di Denpasar jadi pengingat betapa rapuhnya manusia di hadapan alam. Hingga kini, empat orang masih dalam pencarian dan harapan terbesar adalah mereka bisa ditemukan dalam kondisi selamat.
Bagi warga Bali, peristiwa ini bukan cuma soal kehilangan bangunan, tapi juga kehilangan rasa aman. Harapannya, pemerintah bisa segera mengambil langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa nggak terulang.
Meski berat, masyarakat Bali dikenal kuat dan selalu bisa bangkit dari musibah. Dengan gotong royong dan dukungan bersama, semoga pulau ini bisa segera pulih dari luka bencana.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






