Redaksiku.com – Rachmat Irianto menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian setelah Persebaya Surabaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026.
Bukan karena selebrasi berlebihan, pemain yang akrab disapa Rian itu justru memilih menepi ketika rekan-rekannya merayakan keberhasilan menaklukkan Persib Bandung.
Persebaya memastikan gelar setelah mengalahkan Persib melalui drama adu penalti 6-5, usai kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Laga dimainkan Kamis malam, 6 Agustus 2026. Trofi tersebut menjadi gelar Piala Presiden pertama dalam sejarah Persebaya.
Bagi Rachmat Irianto, kemenangan kali ini memiliki makna sangat personal. Ia mempersembahkannya kepada mendiang ayahnya, Bejo Sugiantoro, mantan pemain dan legenda Persebaya yang menjadi salah satu sosok terpenting dalam perjalanan karier sepak bolanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rachmat Irianto Tak Ikut Selebrasi Berlebihan
Ketika para pemain Persebaya larut dalam pesta juara, Rian terlihat mengambil sikap berbeda.
ANTARA melaporkan pemain kelahiran Surabaya tersebut memilih berada agak jauh dari kerumunan dan hanya memberikan tepuk tangan. Sikap itu juga dikaitkan dengan penghormatannya kepada Persib Bandung, klub yang pernah dibelanya selama tiga musim.
Persib bukan tim asing bagi Rian.
Ia memperkuat Maung Bandung sejak 2022 hingga 2025 dan ikut mengantarkan klub tersebut meraih dua gelar liga secara beruntun, sebelum akhirnya kembali ke Persebaya.
Karena itu, final Piala Presiden menghadirkan situasi emosional: Rian harus membantu klub masa kecilnya mengalahkan klub yang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan karier profesionalnya.
Pakai Kaus Bergambar Bejo Sugiantoro
Ada detail lain yang membuat momen setelah pertandingan semakin emosional.
Rian mengenakan kaus hitam bergambar wajah Bejo Sugiantoro dengan tulisan “Legend”. Ia memilih mengenang sang ayah di tengah perayaan gelar Persebaya.
Setelah pertandingan, Rian juga tidak menjadikan foto mengangkat trofi sebagai unggahan utama yang berkaitan dengan momen tersebut.
Ia justru mengunggah foto lama bersama ayahnya ketika keduanya sama-sama berada di lingkungan Persebaya pada musim 2018/2019. Saat itu Rian merupakan pemain, sementara Bejo berada dalam jajaran staf kepelatihan.
Dalam unggahan itu, Rian menuliskan kalimat pendek yang kemudian banyak mendapat perhatian.
“Saya datang, saya berucap, saya tepati. Persebaya juara yah.”
Kalimat itu memperlihatkan betapa personalnya trofi Piala Presiden 2026 bagi pemain berusia 26 tahun tersebut.
Janji Rian kepada Sang Ayah
Hubungan keberhasilan tersebut dengan Bejo Sugiantoro bukan muncul setelah final saja.
Pada 27 Februari 2025, dua hari setelah ayahnya meninggal dunia, Rian pernah menyampaikan bahwa dirinya dan Bejo memiliki sebuah mimpi yang sama. Ia berjanji akan berusaha mewujudkan mimpi tersebut meski kini harus melanjutkannya seorang diri.
Lebih dari satu tahun kemudian, Rian kembali berseragam Persebaya dan ikut membawa Bajol Ijo menjadi juara.
ANTARA menilai kemenangan Piala Presiden menjadi salah satu bagian dari janji yang kini berhasil diwujudkan Rian.
Kisah tersebut juga mempunyai hubungan panjang dengan sejarah keluarganya di Persebaya.
Bejo pernah menjadi bagian dari Persebaya ketika meraih gelar Liga Indonesia 1996/1997 dan 2004. Rian kemudian menjadi bagian dari skuad Persebaya yang menjuarai Liga 2 pada 2017 dan membawa klub kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kini pada 2026, Rian kembali menambahkan trofi untuk klub asal kota kelahirannya.

Persebaya Kalahkan Persib Lewat Adu Penalti
Final Piala Presiden sendiri berlangsung sangat ketat.
Persebaya dan Persib tidak mampu menentukan pemenang selama 90 menit. Skor 1-1 kemudian bertahan sepanjang babak tambahan sehingga laga harus ditentukan melalui adu penalti.
Rachmat Irianto turun sejak awal dan bahkan membuat penyelamatan penting pada menit ke-50 dengan menggagalkan serangan Persib sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.
Pelatih Bernardo Tavares kemudian menarik Rian pada menit ke-64 bersama sejumlah pemain lain sebagai bagian dari penyegaran tim.
Dalam babak tambahan, Persib harus bermain dengan 10 pemain setelah salah satu penggawanya menerima kartu merah pada menit ke-111. Namun Persebaya tetap tidak berhasil mencetak gol kemenangan sehingga laga berlanjut ke adu penalti.
Kiper Reza Arya menjadi salah satu penentu dengan menggagalkan dua tendangan Persib. Persebaya akhirnya menang 6-5 dalam adu penalti.
Sempat Singkirkan Arema FC di Semifinal
Perjalanan menuju final juga tidak mudah.
Persebaya harus menghadapi rival Jawa Timur, Arema FC, di semifinal. Bajol Ijo menang tipis 1-0 melalui gol sundulan Yuran Fernandes pada menit ke-45+5.
Setelah laga tersebut, Rachmat Irianto secara terbuka mengakui kondisi fisik para pemain terkuras akibat jadwal pertandingan yang sangat padat dan waktu pemulihan terbatas.
Meski demikian, ia menilai semangat, fokus, dan kemampuan pemain untuk saling membantu menjadi faktor penting keberhasilan Persebaya melewati semifinal.
Hanya berselang singkat, mereka kemudian harus menghadapi Persib di final.
Persebaya akhirnya melewati dua laga berat tersebut dan membawa pulang trofi ke Surabaya.
Rachmat Irianto Kembali ke Persebaya pada 2025
Keberhasilan ini terjadi sekitar satu tahun setelah kepulangan Rachmat Irianto ke klub yang membesarkan namanya.
Persebaya secara resmi mengumumkan kepulangan Rian pada 18 Juni 2025 setelah kontraknya bersama Persib berakhir. Ia menandatangani kontrak multi-tahun dengan Bajol Ijo.
Sebelumnya, Rian memperkuat Persebaya pada periode 2017–2022 sebelum hijrah ke Bandung.
Selama membela Persib, ia mencatatkan 66 penampilan liga dan ikut menikmati keberhasilan Maung Bandung menjadi juara dua musim berturut-turut.
Setelah tiga tahun pergi, ia akhirnya memilih pulang ke Surabaya.
Kini keputusan tersebut menghasilkan trofi Piala Presiden 2026.
Rian Pemain Serbaguna Persebaya
Rachmat Irianto lahir pada 3 September 1999 dan merupakan pemain yang dapat ditempatkan di sejumlah posisi.
Persebaya mencantumkannya sebagai bek, tetapi Rian juga dapat dimainkan sebagai bek tengah, bek kanan maupun gelandang bertahan. Fleksibilitas itu membuatnya menjadi salah satu pemain yang dapat digunakan untuk berbagai skema permainan.
Rian merupakan jebolan Indonesia Muda dan mulai masuk skuad senior Persebaya pada 2017.
Pengalamannya kemudian berkembang bersama klub dan Timnas Indonesia sebelum bergabung dengan Persib pada 2022.
Mengalahkan Persib, tetapi Tetap Hormati Mantan Klub
Salah satu bagian paling menarik dari final adalah respons Rian setelah kemenangan.
Alih-alih merayakan kemenangan di depan mantan klubnya secara berlebihan, ia memilih sikap lebih tenang. ANTARA menilai tindakan tersebut mencerminkan penghormatannya kepada Persib, tempat ia menghabiskan tiga musim penting dalam kariernya.
Hubungan emosional Rian dengan Persib memang cukup kuat.
Ia sebelumnya mengaku berat meninggalkan Bandung setelah berakhirnya kontrak, terlebih dua gelar liga berhasil diraih selama periode tersebut. Namun pada akhirnya ia memilih kembali ke Persebaya.
Final Piala Presiden 2026 kemudian mempertemukan kedua bagian penting dalam perjalanan karier tersebut secara langsung.
Kali ini Persebaya yang keluar sebagai pemenang.
Trofi Pertama Piala Presiden untuk Persebaya
Kemenangan tersebut juga mempunyai nilai sejarah bagi Bajol Ijo.
Persebaya belum pernah menjadi juara Piala Presiden sejak turnamen pramusim tersebut digelar pada 2015. Gelar 2026 menjadi trofi Piala Presiden pertama Persebaya.
Pelatih Bernardo Tavares memandang pencapaian itu sebagai awal positif menuju kompetisi resmi musim 2026/2027, bukan tujuan akhir tim.
Dengan demikian, Persebaya kini harus mengalihkan fokus dari pesta juara menuju persiapan menghadapi musim baru.
Bagi Rian, target berikutnya tentu akan lebih besar: membawa Persebaya bersaing dalam kompetisi resmi.
Dari Bejo Sugiantoro ke Rachmat Irianto
Kisah keluarga Rachmat Irianto dan Bejo Sugiantoro memang sulit dipisahkan dari Persebaya.
Bejo merupakan bagian dari generasi yang membawa klub Surabaya tersebut meraih gelar liga. Bertahun-tahun kemudian, putranya mengikuti jalan serupa sebagai pemain profesional.
Pada 2017, Rian masih dapat merayakan keberhasilan menjuarai Liga 2 bersama sang ayah.
Pada 2026 situasinya berbeda.
Ketika Persebaya mengangkat Piala Presiden, Bejo tidak lagi berada di sisinya. Rian hanya dapat mengenangnya melalui foto, kaus yang ia kenakan, dan pesan yang diunggah setelah pertandingan.
Itulah mengapa kemenangan kali ini terasa jauh lebih emosional daripada sekadar menambah koleksi medali.
Rachmat Irianto Mulai Babak Baru Bersama Persebaya
Perkembangan terbaru Rachmat Irianto sekaligus memperlihatkan babak baru dalam kariernya.
Setelah meninggalkan Persebaya pada 2022, memenangkan dua gelar liga bersama Persib, lalu kembali ke Surabaya pada 2025, kini ia sudah mengantarkan Bajol Ijo mendapatkan trofi baru.
Piala Presiden memang merupakan turnamen pramusim, tetapi keberhasilan tersebut dapat memberikan tambahan kepercayaan diri bagi Persebaya sebelum menjalani kompetisi 2026/2027.
Untuk Rian, maknanya bahkan lebih besar.
Trofi tersebut menjadi pembuktian atas keputusannya pulang sekaligus kesempatan memenuhi sebuah janji yang sangat personal kepada sang ayah.
Seusai final, ia merangkum seluruh perjalanan itu hanya dengan beberapa kata:
“Saya datang, saya berucap, saya tepati. Persebaya juara yah.”
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






