Redaksiku.com – Persebaya Surabaya langsung menghadapi ujian konsistensi pada pekan perdana BRI Super League 2026/27. Bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, tim berjuluk Green Force tersebut menolak terbuai dengan keberhasilan menjuarai turnamen pramusim Piala Presiden 2026.
Laga tandang ini menjadi pembuktian awal kesiapan skuad asuhan Bernardo Tavares dalam mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional. Target membawa pulang poin penuh menuntut disiplin dan fokus sejak peluit awal dibunyikan.
Kesiapan Fisik dan Mental Skuad Bajul Ijo
Gelandang serang Persebaya, Francisco Rivera, menegaskan bahwa seluruh pemain berada dalam kondisi bugar dan siap tempur. Pengalaman serta menit bermain yang didapat selama fase pramusim dinilai menjadi fondasi penting bagi skuad Bajul Ijo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemain bernomor punggung 10 itu menuturkan bahwa rangkaian pemusatan latihan di Thailand dan partisipasi di turnamen pramusim telah membentuk kekompakan antarlini. Proses adaptasi taktikal dinilai berjalan sesuai rancangan yang disiapkan tim pelatih.
Rivera juga menyadari tingginya ekspektasi suporter terhadap kiprah tim asal Kota Pahlawan tersebut pada musim kompetisi baru. Tekanan publik justru dipandang sebagai dorongan positif untuk selalu mengerahkan kemampuan maksimal di atas lapangan hijau.
“Main di Persebaya selalu ekspektasi tinggi. Musim ini kita sudah siap dan besok akan memberikan 100 persen.”
— Francisco Rivera
Kesiapan mental seluruh pemain diuji sejak menit awal demi meredam ambisi tuan rumah yang ingin mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri. Soliditas lini tengah yang dikomandoi Rivera diharapkan mampu menjaga ritme permainan tim tamu.
Kewaspadaan Bernardo Tavares terhadap Euforia Pramusim
Di sisi lain, Bernardo Tavares memilih bersikap sangat hati-hati dan meminta para pemainnya segera melupakan euforia trofi pramusim. Menurut juru taktik asal Portugal tersebut, torehan positif di masa persiapan tidak memiliki pengaruh otomatis terhadap hasil di liga resmi.
Tavares menilai gelar kampiun pramusim berpotensi menjadi bumerang jika para pemain kehilangan rasa lapar akan kemenangan. Tim lawan dipastikan memiliki dorongan psikologis ekstra untuk menumbangkan tim yang baru saja menyandang predikat juara.
Status juara turnamen pramusim kerap memberi motivasi tambahan bagi tim lawan untuk tampil habis-habisan demi menumbangkan tim unggulan.
Mantan pelatih yang pernah sukses bersama PSM Makassar ini secara terbuka memperkirakan Bhayangkara FC akan bermain tanpa beban. Tuan rumah diprediksi tampil agresif guna memanfaatkan momentum laga perdana di kandang.
Kondisi tersebut menuntut Persebaya untuk tidak menurunkan intensitas permainan sedikit pun. Tavares menekankan pentingnya kerja keras secara kolektif daripada mengandalkan reputasi tim di atas kertas.
Pelajaran dari Jebakan Turnamen Pramusim
Tavares turut menyinggung dinamika yang kerap dialami sejumlah klub di Indonesia setelah menjuarai turnamen pemanasan. Salah satu contoh yang ia sorot adalah perjalanan kompetisi Arema FC pada musim-musim sebelumnya.
Klub asal Malang tersebut tercatat beberapa kali sukses merengkuh trofi turnamen pramusim bergengsi. Kendati demikian, pencapaian tersebut sering kali tidak berlanjut secara mulus ketika kompetisi liga yang panjang dan melelahkan dimulai.
Fenomena tersebut menjadi pengingat penting bagi Persebaya agar tidak terjebak dalam rasa puas diri yang semu. Menurut Tavares, atmosfer pertandingan di liga resmi menuntut daya tahan fisik dan mental yang jauh lebih konsisten.
Oleh karena itu, Tavares menuntut komitmen penuh dari anak asuhnya untuk menunjukkan rasa lapar kemenangan yang lebih besar daripada lawan. Performa di atas lapangan hijau selama sembilan puluh menit penuh dinilai menjadi satu-satunya penentu hasil akhir.
Tantangan Mengawali Musim di Bandar Lampung
Bermain di hadapan pendukung Bhayangkara Presisi Lampung FC menuntut kedisiplinan organisasi permainan yang rapat. Tekanan suporter tuan rumah serta motivasi tinggi skuad asuhan lawan diprediksi menyulitkan skema serangan yang dirancang Persebaya.
Tavares mengingatkan bahwa transisi permainan dari bertahan ke menyerang harus dieksekusi secara cepat dan rapi. Efektivitas dalam memanfaatkan setiap peluang di lini depan akan menjadi pembeda utama dalam duel ketat tersebut.
Kemenangan pada laga pembuka dipandang krusial untuk membangun kepercayaan diri dan momentum psikologis tim. Hasil positif di laga tandang pertama akan menjadi modal berharga bagi Persebaya dalam menatap persaingan panjang BRI Super League musim ini.
Pertanyaan Umum
Kapan dan di mana pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persebaya berlangsung?
Pertandingan pembuka BRI Super League 2026/27 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persebaya Surabaya digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Sabtu sore, 5 September 2026.
Mengapa pelatih Bernardo Tavares meminta pemain Persebaya melupakan juara Piala Presiden 2026?
Bernardo Tavares menegaskan bahwa pencapaian pramusim tidak menjamin kesuksesan di kompetisi resmi. Status juara justru memberikan motivasi tambahan bagi lawan untuk mengalahkan Persebaya, sehingga tim dituntut bekerja lebih keras.
Bagaimana persiapan skuad Persebaya Surabaya menjelang laga perdana liga?
Persebaya telah menjalani pemusatan latihan intensif di Thailand dan menjuarai turnamen pramusim Piala Presiden 2026, yang membuat kondisi fisik serta pemahaman taktik para pemain berada dalam level optimal.
Ringkasan
Persebaya Surabaya akan mengawali musim BRI Super League 2026/27 dengan laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda. Pelatih Bernardo Tavares menekankan pentingnya menjaga fokus dan melupakan euforia juara pramusim agar tim tetap tampil maksimal.






