Setiap sekolah pasti punya cerita angker. Tapi di SMAN 5 Mandara, cerita itu bukan sekadar mitos. Semua murid tahu: jangan pernah duduk di bangku nomor 13, apalagi saat pelajaran kosong.
Tapi seperti biasa, selalu ada yang tak percaya.
Hari itu, guru Bahasa Indonesia mendadak izin karena sakit. Kelas 12 IPA 2 riuh seperti pasar malam. Beberapa main game, yang lain keluar cari jajan. Hanya Nadya yang masih di dalam kelas, membaca novel. Dia duduk di bangku nomor 12.
Tiba-tiba, Vinacewek baru pindahan dari luar kotamasuk dan duduk tepat di sebelah Nadya, di bangku nomor 13.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awas, Vin. Jangan duduk di situ!” bisik Nadya cepat.
“Kenapa? Emangnya kursi ini kerasukan?” jawab Vina sambil tertawa.
Nadya menelan ludah. “Dulu ada murid yang bunuh diri di situ. Gantung diri di kipas kelas. Namanya Rani. Sejak itu, siapa pun yang duduk di bangku 13… pasti ngalamin kejadian aneh.”
Vina nyengir, tidak takut. Malah makin santai selonjoran.
Beberapa menit berlalu. Ruangan terasa dingin, padahal kipas mati. Lampu sempat berkedip-kedip. Nadya merasa bulu kuduknya berdiri, dan Vina mulai terlihat gelisah.
“Aneh, leherku gatel banget,” kata Vina sambil menggaruk.
Goresan merah perlahan muncul di lehernya, seperti bekas tali. Semakin lama, semakin dalam.
“Aaaakh! Sakit!!” Vina menjerit dan jatuh dari kursinya.
Nadya panik, berusaha membantunya, tapi tiba-tiba seluruh ruangan berubah. Suasana jadi gelap. Di depan kelas, sosok perempuan dengan seragam sekolah berdiri dengan kepala miring, wajah pucat, dan lidah terjulur.
“Itu tempatku…”
Suara itu terdengar bukan dari mulutnya, tapi langsung di kepala Nadya. Vina menangis kesakitan di lantai. Ruang kelas mulai bau anyir.
Tiba-tiba, semuanya terang kembali. Guru masuk, dan semua anak kembali ke kelas.
“Kenapa Vina ada di lantai?” tanya guru.
Vina sudah tidak menjawab. Matanya kosong. Lehernya membiru, seperti dicekik tali.
Setelah kejadian itu, bangku nomor 13 dikosongkan. Diselimuti kain putih. Tidak ada yang berani duduk di sana lagi.
Sampai suatu hari… seorang guru magang baru, yang belum tahu cerita itu, masuk dan duduk di bangku tersebut.
Dan sejak itu, kelas 12 IPA 2 selalu kosong di hari Jumat.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku






