Isu Pemasangan Eskalator di Candi Borobudur Jelang Kunjungan Presiden Prancis di Tahun 2025 Ini Gegerkan Publik, Fadli Zon Angkat Bicara

- Penulis

Senin, 26 Mei 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fadli Zon pastikan tak ada eskalator di Candi Borobudur, hanya fasilitas portable untuk akses kunjungan. (Foto: Instagram @fadlizon)

Fadli Zon pastikan tak ada eskalator di Candi Borobudur, hanya fasilitas portable untuk akses kunjungan. (Foto: Instagram @fadlizon)

Isu pemasangan eskalator di Candi Borobudur memicu perdebatan luas di media sosial.

Spekulasi ini muncul menjelang kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Berbagai pihak mempertanyakan kelayakan dan keabsahan pemasangan alat bantu modern di situs warisan dunia tersebut.

Viralnya Isu Pemasangan Eskalator di Candi Borobudur

Fadli Zon pastikan tak ada eskalator di Candi Borobudur, hanya fasilitas portable untuk akses kunjungan. (Foto: Instagram @fadlizon)
Isu Pemasangan Eskalator di Candi Borobudur Jelang Kunjungan Presiden Prancis di Tahun 2025 Ini Gegerkan Publik, Fadli Zon Angkat Bicara

Isu yang menyebut bahwa Candi Borobudur akan dipasangi eskalator menyebar cepat dalam bentuk video dan gambar editan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gambar-gambar itu memperlihatkan visualisasi eskalator yang ditempatkan di antara batuan kuno candi, menimbulkan kekhawatiran soal perusakan struktur asli.

Sejumlah netizen menyayangkan rencana tersebut karena dinilai mengganggu nilai sejarah dan keaslian Candi Borobudur.

Di sisi lain, ada juga yang mendukung jika memang dilakukan demi aksesibilitas, terutama bagi tamu negara yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Namun, munculnya istilah “eskalator” sebenarnya merupakan hasil salah paham dari penyebutan alat berat di area sekitar situs.

Faktanya, video yang beredar tidak menampilkan eskalator, melainkan ekskavator yang tengah digunakan dalam proyek konservasi rutin.

Ketidaktahuan beberapa pihak soal perbedaan istilah ini memicu kesimpulan keliru.

Selain itu, gambar viral yang menampilkan lift juga dipastikan merupakan hasil manipulasi visual, bukan rencana resmi dari pemerintah atau pengelola.

Karena itu, penting untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang sudah telanjur tersebar luas di media sosial.

Apalagi, isu ini muncul dalam momentum kunjungan kenegaraan yang sangat disorot publik.

Tanggapan Tegas Fadli Zon Soal Candi Borobudur dan Fasilitas Akses

Menanggapi kekacauan informasi tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberi klarifikasi tegas.

Menurutnya, tidak pernah ada rencana pembangunan lift permanen, apalagi eskalator, di Candi Borobudur.

Fadli menjelaskan bahwa apa yang dimaksud dalam isu tersebut sebetulnya adalah ekskavator, bukan eskalator.

Ia menilai bahwa penyebar isu gagal membedakan antara alat berat ekskavator dengan fasilitas umum seperti eskalator.

Yang kami upayakan adalah pemasangan chair lift sebagai pegangan naik. Ini untuk mendukung inklusivitas, kata Fadli.

Chair lift yang dimaksud bukanlah alat permanen, melainkan fasilitas sementara yang dapat dibongkar pasang.

Tujuannya adalah membantu pengunjung yang memiliki keterbatasan fisik agar tetap bisa menikmati warisan budaya ini.

Langkah ini disebut sesuai dengan standar konservasi dan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian maksimal.

Menurut Fadli, tidak ada sedikit pun niat merusak atau mengubah struktur asli Candi Borobudur.

Sebaliknya, segala tindakan dilakukan di bawah pengawasan ketat dan bekerja sama dengan para ahli warisan budaya.

Pemerintah juga memastikan bahwa setiap penyesuaian tidak mengubah nilai historis dan spiritual dari situs tersebut.

Candi Borobudur tetap dijaga sebagai monumen Buddha terbesar di dunia yang menjadi ikon penting pariwisata Indonesia.

Kunjungan Macron dan Prabowo, Alasan Di Balik Penyesuaian Akses Candi Borobudur

Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, juga angkat bicara soal fasilitas tambahan di Candi Borobudur.

Ia menyebut bahwa kunjungan Presiden Macron ke Indonesia akan mencakup tur ke Candi Borobudur bersama Presiden Prabowo.

Karena itu, pengelola sedang menyiapkan fasilitas portable untuk mempermudah akses, terutama bagi tamu kenegaraan.

Menurut Hasan, menaiki tangga hingga lantai 12 bisa sangat menguras tenaga dan kurang ideal untuk kegiatan formal kenegaraan.

Pihak istana menilai bahwa kenyamanan dan keamanan tamu negara harus tetap menjadi prioritas tanpa merusak nilai situs.

Hasan juga menegaskan bahwa lift yang digunakan bersifat portable, tidak menempel langsung ke struktur candi.

Fasilitas itu dipasang secara temporer dan diawasi langsung oleh Kementerian Kebudayaan serta para pakar arkeologi.

Penggunaan fasilitas semacam ini dinilai masih sesuai dengan prinsip pelestarian dan tidak mengganggu struktur asli.

Ketimbang membiarkan pengunjung lanjut usia atau difabel kesulitan, fasilitas ini justru membuka akses yang lebih inklusif.

Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia harus bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk dalam konteks diplomasi internasional.

Kehadiran Macron dan Prabowo menjadi momen penting yang perlu ditunjang dengan kesiapan teknis yang maksimal.

Namun, fasilitas tersebut tidak akan dibangun permanen dan tidak mengubah lanskap asli candi.

Candi Borobudur tetap menjadi simbol penting dalam kebudayaan Indonesia dan perhatian dunia.

Meski modernisasi dan aksesibilitas penting, pelestarian nilai budaya tetap menjadi prioritas utama.

Kementerian Kebudayaan memastikan bahwa segala bentuk fasilitas di Candi Borobudur tidak bersifat permanen dan harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etis.

Candi Borobudur tidak hanya menjadi destinasi wisata, tapi juga tempat ritual dan simbol spiritual bagi umat Buddha.

Setiap perubahan di sekitar candi harus dikaji secara mendalam, tidak hanya dari sisi teknis, tapi juga dari sisi filosofi dan spiritualitas.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apakah September 2026 Ada Tanggal Merah dan Libur Nasional? Cari Tahu di Sini ‎
Wanita Mabuk Pengemudi Outlander Maut Jadi Sorotan, Keluarga Korban Minta Keadilan
Eugene Panji Meninggal Dunia, Dunia Perfilman Indonesia Kehilangan Sineas Kreatif
Bantuan Gempa NTT Rp200 Miliar Dikucurkan Presiden Prabowo, Ini Rincian Dana untuk Daerah Terdampak
‎10 Drama Mirip Agent Kim Reactivated dengan Aksi Seru dan Cerita Menegangkan
Artis Revaldo Fifaldi Tersandung Kasus Narkoba Lagi, Ini Pasal yang Menjeratnya
‎10 Cara Mencegah Kebakaran Hutan, Ini Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan agar Tidak Meluas
Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Apakah September 2026 Ada Tanggal Merah dan Libur Nasional? Cari Tahu di Sini ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Eugene Panji Meninggal Dunia, Dunia Perfilman Indonesia Kehilangan Sineas Kreatif

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:32 WIB

Bantuan Gempa NTT Rp200 Miliar Dikucurkan Presiden Prabowo, Ini Rincian Dana untuk Daerah Terdampak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:16 WIB

‎10 Drama Mirip Agent Kim Reactivated dengan Aksi Seru dan Cerita Menegangkan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Artis Revaldo Fifaldi Tersandung Kasus Narkoba Lagi, Ini Pasal yang Menjeratnya

Berita Terbaru

Tanda Seseorang Sudah Menyia-nyiakan Masa Muda

Life Style

5 Tanda Seseorang Sudah Menyia-nyiakan Masa Muda

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:21 WIB