Hujan Deras Bikin Sungai Meluap, Canggu Bali Lagi-Lagi Dilanda Banjir

- Penulis

Selasa, 16 September 2025 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan Deras Bikin Sungai Meluap, Canggu Bali Lagi-Lagi Dilanda Banjir

Hujan Deras Bikin Sungai Meluap, Canggu Bali Lagi-Lagi Dilanda Banjir

Redaksiku.com – Beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem kembali menghantam Bali. Hujan deras mengguyur cukup lama hingga akhirnya bikin beberapa wilayah di Denpasar, Kabupaten Badung, dan sekitarnya terendam banjir.

Kondisi ini langsung bikin aktivitas masyarakat terganggu, apalagi di kawasan yang selama ini jadi pusat wisata.

Yang paling parah terdampak adalah kawasan Canggu dan Berawa, Kuta Utara. Dua area ini memang terkenal sebagai spot ramai dengan wisatawan lokal maupun mancanegara. Tapi karena intensitas hujan tinggi dan sungai nggak mampu menampung debit air, akhirnya meluap ke jalan dan pemukiman warga.

Sungai Meluap Jadi Pemicu Utama

Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana, mengungkap bahwa penyebab utama banjir adalah debit air sungai yang naik drastis. Dalam penjelasannya, ia bilang aliran air paling parah terjadi di Jalan Sri Kayangan. Debit air besar di sungai, sehingga aliran yang ada di jalan, khususnya di Sri Kayangan, itu yang paling besar sampai mobil tergenang, jelas Eka pada Selasa (16/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari keterangan itu bisa disimpulkan kalau persoalan banjir ini bukan cuma soal hujan deras, tapi juga kapasitas sungai yang udah nggak sanggup menampung air. Makanya, begitu meluap, jalan-jalan utama langsung terendam dan bikin kendaraan sulit lewat.

Kondisi Mulai Surut di Beberapa Titik

Meski situasinya sempat bikin panik, kabar baiknya banjir perlahan mulai surut setelah air sungai kembali normal. Eka juga menegaskan kalau penanganan banjir di sejumlah titik sudah dilakukan. Salah satunya di kawasan Berawa, yang disebut sebagai lokasi paling parah.

Di Berawa, ketinggian air sempat bikin aktivitas warga lumpuh. Tapi setelah hujan reda dan aliran sungai mulai stabil, genangan air berangsur menyusut. Meski begitu, sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir tetap menyisakan pekerjaan rumah bagi warga sekitar.

Hujan Deras Bikin Sungai Meluap, Canggu Bali Lagi-Lagi Dilanda Banjir
Hujan Deras Bikin Sungai Meluap, Canggu Bali Lagi-Lagi Dilanda Banjir

Canggu Jadi Sorotan Lagi

Selain Berawa, kawasan Canggu juga nggak luput dari sorotan. Beberapa jalan ikonik di sana terdampak banjir, termasuk Jalan Pantai Batu Bolong yang terkenal ramai dengan kafe, restoran, dan spot nongkrong turis. Jalan shortcut CangguTibubeneng yang biasanya jadi jalur alternatif pun ikut tergenang.

Kondisi ini bikin banyak wisatawan terhambat. Bayangin aja, jalan yang biasanya padat motor dan mobil tiba-tiba berubah jadi kolam dadakan. Turis yang pengin menikmati suasana santai khas Canggu pun harus rela tertahan atau cari jalur lain.

Dampak ke Aktivitas Warga dan Wisata

Nggak cuma turis, warga lokal juga terkena imbas. Aktivitas sehari-hari seperti bekerja, berjualan, atau sekadar berbelanja kebutuhan jadi terganggu. Banyak pengendara motor yang terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok akibat mesin terendam air.

Buat sektor wisata, tentu kondisi ini jadi PR besar. Canggu dikenal sebagai magnet turis mancanegara. Jadi, banjir berulang kali bisa mengurangi kenyamanan wisatawan. Kalau terus-terusan kejadian, nggak menutup kemungkinan ada dampak negatif ke citra pariwisata Bali, khususnya Canggu sebagai destinasi favorit.

Banjir di Bali, Fenomena yang Berulang

Kalau diperhatikan, banjir di Bali bukan hal baru. Hampir setiap musim hujan, ada saja titik yang tergenang. Canggu dan sekitarnya termasuk wilayah yang cukup sering kena. Hal ini makin diperparah dengan perkembangan pesat kawasan tersebut, di mana pembangunan yang masif bikin resapan air berkurang.

Alih fungsi lahan sawah atau ruang terbuka hijau menjadi villa, hotel, dan kafe memang mendongkrak ekonomi lokal. Tapi di sisi lain, daya serap tanah jadi berkurang drastis. Saat hujan deras, air nggak bisa meresap dengan baik dan akhirnya meluber ke jalan dan pemukiman.

Penanganan Cepat Jadi Kunci

Untungnya, aparat desa, kecamatan, hingga petugas kebersihan langsung turun tangan. Gotong royong jadi langkah awal untuk memastikan banjir cepat surut. Beberapa warga juga ikut membantu mengalirkan air dengan membuka saluran tersumbat.

Penanganan seperti ini penting banget, karena selain mempercepat surutnya air, juga bisa mencegah potensi penyakit pascabanjir. Genangan air yang lama bisa jadi sarang nyamuk dan sumber penyakit kulit. Jadi, aksi cepat tanggap benar-benar dibutuhkan.

Harapan Warga Canggu

Meski sudah sering terjadi, warga tetap berharap ada solusi jangka panjang. Mereka pengin ada perbaikan infrastruktur drainase dan pengelolaan sungai yang lebih baik. Kalau nggak, setiap musim hujan bisa dipastikan kawasan ini akan kembali terendam.

Selain itu, warga juga berharap pembangunan di Canggu dan Berawa lebih memperhatikan aspek lingkungan. Jangan sampai pembangunan besar-besaran justru bikin wilayah semakin rawan banjir.

Pariwisata Perlu Perlindungan Ekstra

Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia nggak boleh kecolongan dengan masalah banjir. Pemerintah daerah, aparat, dan pelaku wisata perlu duduk bareng mencari solusi. Misalnya, dengan mengatur tata ruang kota, memperbaiki drainase, dan menjaga keseimbangan alam.

Kalau masalah banjir bisa diminimalisir, wisatawan akan merasa lebih aman dan nyaman. Ini penting banget demi menjaga reputasi Bali sebagai pulau dengan sejuta daya tarik.

Penutup

Banjir di Canggu dan Berawa kali ini jadi pengingat kalau cuaca ekstrem makin sering terjadi. Hujan deras yang bikin sungai meluap udah jadi alarm bahwa tata kelola lingkungan harus lebih serius diperhatikan. Meski penanganan cepat bikin air cepat surut, tetap saja solusi jangka panjang sangat dibutuhkan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, warga, dan pelaku wisata, diharapkan kawasan Canggu bisa tetap jadi primadona pariwisata tanpa harus dihantui banjir musiman.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada Tsunami Hari Ini: Gempa M7,7 Guncang NTT, Ini Kondisi Terbarunya
Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api
Pasar Teluk Dalam Banjarmasin Terbakar, Api Berawal dari Warung dan Hanguskan Belasan Kios
Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa
Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri
Kebakaran Pulomas Jakarta Timur, Dua Anak Tewas Terjebak Api dan Fakta Terbaru
Gempa Hari Ini M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, Terasa hingga Medan
Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Waspada Tsunami Hari Ini: Gempa M7,7 Guncang NTT, Ini Kondisi Terbarunya

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Pasar Teluk Dalam Banjarmasin Terbakar, Api Berawal dari Warung dan Hanguskan Belasan Kios

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:59 WIB

Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB