Redaksiku.com – Praktik mencampur bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai oktan berbeda aman dilakukan selama hasil akhirnya memenuhi spesifikasi mesin kendaraan. Hal tersebut ditegaskan oleh pakar bahan bakar HM Gazy Amin di Jakarta pada Jumat (4/9/2026), guna meluruskan kekhawatiran masyarakat terkait dampak pencampuran BBM oktan rendah dan tinggi terhadap performa mesin jangka panjang.
Menurutnya, anggapan bahwa mencampur dua jenis bahan bakar dapat merusak mesin secara instan adalah mitos yang tidak didukung oleh bukti ilmiah. Selama formula akhir dari percampuran tersebut tidak berada di bawah batas minimum yang disyaratkan oleh pabrikan kendaraan, performa mesin akan tetap terjaga dengan baik.
Karakteristik Kimiawi dan Kompatibilitas Bahan Bakar
Secara kimiawi, bensin dengan nilai oktan rendah dan tinggi memiliki sifat yang sepenuhnya miscible atau dapat saling melarutkan dengan sempurna tanpa menyisakan endapan. Kedua jenis bahan bakar tersebut tersusun dari senyawa hidrokarbon yang serupa, sehingga tidak akan memicu reaksi kimia negatif saat disatukan di dalam tangki kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gazy menjelaskan bahwa proses pencampuran ini tidak akan menyebabkan pemisahan fase zat cair, bahkan jika kendaraan didiamkan dalam waktu yang cukup lama. Kompatibilitas molekul yang tinggi ini membuat campuran bahan bakar tetap stabil dan siap dialirkan menuju ruang bakar melalui sistem injeksi maupun karburator.
“Secara teknis, tidak ada pengendapan atau pemisahan fase zat cair saat bensin dengan oktan berbeda disatukan dalam satu wadah.”
— HM Gazy Amin
Kendati aman dari sudut pandang kimiawi, para pemilik kendaraan tetap diimbau untuk memperhatikan kualitas masing-masing bahan bakar yang dicampur. Penggunaan bahan bakar yang telah terkontaminasi air atau kotoran tetap akan merusak sistem pembakaran, terlepas dari berapa pun nilai oktan yang dihasilkan.
Pengaruh Rasio Kompresi Terhadap Kinerja Mesin
Setiap mesin kendaraan dirancang dengan rasio kompresi tertentu yang menuntut penggunaan bensin dengan nilai Research Octane Number yang spesifik. Rasio kompresi yang tinggi membutuhkan bahan bakar dengan oktan tinggi agar proses pembakaran dapat dikendalikan dengan presisi oleh sistem komputer kendaraan.
Mesin modern dengan rasio kompresi di atas 10 banding 1 membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan minimal RON 92 untuk mencegah terjadinya kerusakan komponen internal.
Jika campuran bahan bakar menghasilkan nilai oktan yang terlalu rendah untuk mesin berkompresi tinggi, maka akan timbul gejala yang dikenal sebagai knocking atau ketukan. Fenomena ini terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar terbakar secara spontan akibat tekanan tinggi sebelum busi memercikkan api.
Ketukan yang terjadi secara terus-menerus dalam jangka panjang berpotensi merusak piston, membengkokkan stang seher, dan mengikis dinding silinder mesin. Oleh karena itu, pencampuran bahan bakar harus dilakukan dengan perhitungan yang cermat agar tidak menurunkan nilai oktan di bawah batas aman.
Perhitungan Matematis Nilai Oktan Campuran
Nilai oktan dari hasil pencampuran dua jenis bahan bakar dapat dihitung menggunakan pendekatan linier sederhana berdasarkan volume masing-masing komponen. Sebagai contoh, mencampur bahan bakar jenis Pertalite yang memiliki RON 90 dengan Pertamax yang memiliki RON 92 akan menghasilkan nilai oktan baru.
Pencampuran bahan bakar dengan volume yang sama antara RON 90 dan RON 92 akan menghasilkan bahan bakar dengan nilai oktan rata-rata sebesar RON 91.
Metode pencampuran ini sering kali dijadikan alternatif oleh sebagian masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar dengan kualitas menengah dengan biaya yang lebih terjangkau. Namun, konsistensi takaran saat pengisian di stasiun pengisian bahan bakar menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas nilai oktan tersebut.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh pemilik kendaraan saat memutuskan untuk mencampur bahan bakar antara lain:
- Memastikan rasio kompresi mesin kendaraan mendukung nilai oktan hasil pencampuran.
- Melakukan pengisian secara bergantian di stasiun pengisian resmi untuk menjamin akurasi takaran volume.
- Menghindari pencampuran bahan bakar yang memiliki basis aditif yang bertolak belakang atau tidak kompatibel.
Kandungan Aditif dan Efisiensi Pembakaran
Salah satu perbedaan utama antara bahan bakar oktan rendah dan tinggi, selain ketahanan terhadap tekanan, adalah kandungan zat aditif pembersih atau detergen. Bahan bakar dengan oktan tinggi biasanya dilengkapi dengan paket aditif yang lebih lengkap untuk menjaga kebersihan katup dan ruang bakar dari tumpukan karbon.
Ketika bahan bakar oktan tinggi dicampur dengan oktan rendah, konsentrasi zat aditif pembersih tersebut otomatis akan mengalami pengenceran. Hal ini dapat mengurangi efektivitas pembersihan ruang bakar jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar oktan tinggi secara murni.
Pencampuran bahan bakar secara mandiri di luar tangki kendaraan sangat tidak disarankan karena risiko kontaminasi debu dan penguapan yang tinggi.
Di sisi lain, penggunaan bahan bakar dengan oktan yang terlalu tinggi pada mesin berkompresi rendah juga tidak memberikan manfaat tambahan yang signifikan. Tekanan yang rendah pada ruang bakar tidak mampu membakar habis bensin oktan tinggi, sehingga sisa pembakaran justru berpotensi membentuk kerak karbon baru.
Perspektif Industri dan Perilaku Konsumen
Dari sudut pandang industri otomotif, para pabrikan tetap merekomendasikan penggunaan satu jenis bahan bakar secara konsisten sesuai dengan buku panduan pemilik. Konsistensi ini memudahkan sistem manajemen mesin (ECU) untuk melakukan kalibrasi waktu pengapian dan semprotan bahan bakar secara optimal.
Namun, faktor ekonomi sering kali menjadi pendorong utama di balik keputusan konsumen untuk melakukan pencampuran bahan bakar secara mandiri. Selisih harga yang cukup signifikan antar-varian BBM membuat metode pengoplosan ini dianggap sebagai solusi kompromi yang rasional bagi sebagian pengendara.
Gunakan bahan bakar dengan nilai oktan tunggal yang sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga garansi mesin tetap berlaku dan performa tetap konsisten.
Selama regulasi dan ketersediaan bahan bakar di pasar tetap mendukung, fenomena pencampuran BBM secara mandiri diprediksi akan tetap menjadi bagian dari kebiasaan berkendara masyarakat. Edukasi mengenai batasan rasio kompresi mesin menjadi kunci agar praktik ini tidak merugikan pemilik kendaraan di kemudian hari.
Pertanyaan Umum
Apakah mencampur BBM RON 90 dan RON 92 bisa merusak mesin motor?
Tidak merusak secara instan, asalkan nilai oktan hasil campuran tersebut masih memenuhi batas minimum rasio kompresi mesin sepeda motor Anda.
Bagaimana cara menghitung nilai oktan dari bahan bakar yang dicampur?
Nilai oktan dapat dihitung secara linier berdasarkan perbandingan volume, misalnya mencampur RON 90 dan RON 92 dengan porsi seimbang akan menghasilkan RON 91.
Apakah garansi kendaraan bisa hangus jika sering mencampur bahan bakar?
Beberapa pabrikan dapat membatalkan garansi mesin jika kerusakan terbukti disebabkan oleh penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi minimum dalam buku panduan.
Ringkasan
Mencampur bensin dengan oktan berbeda aman dilakukan selama nilai akhirnya sesuai rasio kompresi mesin. Simak syarat pakar agar performa kendaraan tetap terjaga.






