Banjir di Jalan Kaligawe SemarangDemak Surut, Lalu Lintas Kembali Lancar

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di Jalan Kaligawe Semarang–Demak Surut, Lalu Lintas Kembali Lancar

Banjir di Jalan Kaligawe Semarang–Demak Surut, Lalu Lintas Kembali Lancar

Redaksiku.com – Setelah lebih dari sepekan lumpuh akibat banjir, kawasan Jalan Kaligawe yang menjadi jalur utama Pantura penghubung SemarangDemak kini kembali berfungsi normal.

Genangan air yang sempat merendam jalur strategis ini akhirnya surut sepenuhnya pada Senin (3 November 2025) pagi, membuat arus lalu lintas berangsur pulih dan aktivitas warga kembali menggeliat.

Air Sudah Surut, Hanya Tersisa Lumpur

Pantauan di lapangan menunjukkan, ruas jalan di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung, Kecamatan Genuk, yang sebelumnya menjadi salah satu titik terdalam genangan, kini tampak kering. Air telah surut sepenuhnya, menyisakan lapisan lumpur tipis di permukaan jalan serta beberapa lubang kecil yang masih menampung air setinggi 5 sentimeter.

Hari ini, Senin tanggal 3 November 2025 pukul 07.10 WIB, Jalan Kaligawe KM Raya 4 di depan RSI dari arah Semarang menuju Demak sudah kembali normal, kata Suliman, salah satu petugas lapangan yang ditemui di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tidak ada lagi genangan besar di jalur utama Pantura, baik dari arah Semarang menuju Demak maupun sebaliknya. Lalu lintas sudah lancar. Warga bisa beraktivitas seperti biasa, ujarnya.

Kendati demikian, Suliman tetap mengimbau pengendara agar waspada terhadap jalan yang masih licin akibat sisa lumpur. Kondisi tersebut dinilai rawan menyebabkan tergelincir, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Kawasan Kaligawe Kembali Hidup

Kawasan Kaligawe dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di jalur Pantura Jawa Tengah. Selama sepekan terakhir, kawasan ini nyaris lumpuh total akibat genangan setinggi hingga 60 sentimeter yang menutup jalan raya dan memutus akses transportasi antarwilayah.

Kini, pemandangan yang semula didominasi air bah berubah total. Lalu lintas kendaraan, terutama truk logistik dan bus antarprovinsi, tampak kembali memenuhi ruas jalan. Beberapa warga terlihat membersihkan sisa lumpur di depan pertokoan dan bengkel yang sebelumnya tergenang air.

Alhamdulillah, akhirnya bisa buka toko lagi, kata Yanto, pedagang onderdil di sekitar Kaligawe. Selama banjir, jalan sepi. Sekarang pelanggan sudah mulai datang.

Rasa lega juga disampaikan para pengemudi yang sempat terjebak kemacetan panjang selama banjir berlangsung. Kemarin bisa sampai dua jam baru tembus Demak. Sekarang lancar lagi, ujar Andi, sopir truk asal Gresik.

Banjir di Jalan Kaligawe SemarangDemak Surut, Lalu Lintas Kembali Lancar
Banjir di Jalan Kaligawe SemarangDemak Surut, Lalu Lintas Kembali Lancar

Lumpur dan Jalan Berlubang Masih Jadi Tantangan

Meskipun banjir telah surut, tantangan lain kini muncul. Kondisi jalan di beberapa titik masih dipenuhi lumpur dan lubang yang membahayakan.

Beberapa aspal terkelupas karena terlalu lama tergenang air. Saat ini kami sedang melakukan pembersihan dan pemantauan untuk menentukan langkah perbaikan, jelas pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang, yang turut memantau kondisi pascabanjir.

Petugas gabungan dari Satlantas Polrestabes Semarang dan BPBD juga terlihat di lokasi untuk membantu pengaturan lalu lintas dan membersihkan sisa lumpur dengan alat berat. Upaya ini dilakukan agar arus kendaraan benar-benar bisa berjalan lancar dan aman.

Banjir Akibat Kombinasi Hujan dan Rob

Banjir yang melanda kawasan Kaligawe kali ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur Semarang sejak pekan lalu, diperparah dengan fenomena pasang air laut atau rob yang membuat air sulit mengalir ke laut.

Kondisi geografis Kaligawe yang berada di dataran rendah dekat pantai utara menjadikannya salah satu wilayah paling rentan tergenang setiap musim hujan. Ketika rob datang bersamaan dengan hujan deras, air dari sungai-sungai sekitar tidak bisa mengalir keluar sehingga menyebabkan genangan luas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Heru Santoso, menjelaskan bahwa banjir di Kaligawe merupakan masalah klasik yang membutuhkan solusi struktural jangka panjang.

Setiap tahun wilayah ini mengalami hal yang sama. Kami terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat pembangunan tanggul dan sistem pompa air permanen, ujarnya.

Respons Cepat Pemerintah Daerah

Pemerintah Kota Semarang bersama pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani dampak banjir di kawasan Pantura. Sejumlah langkah darurat dilakukan, mulai dari pengerahan pompa air berkapasitas besar, pembuatan saluran sementara, hingga pengaturan arus kendaraan berat agar tidak menambah tekanan di jalur yang tergenang.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, bahkan turun langsung meninjau lokasi banjir beberapa hari sebelumnya. Ia memastikan bahwa pemerintah akan memperkuat infrastruktur drainase serta mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah Genuk dan Kaligawe.

Masalah utama Kaligawe ini adalah kombinasi antara air hujan, air pasang, dan penurunan tanah. Jadi harus diselesaikan secara terpadu, katanya.

Kabar Gembira Bagi Pengguna Jalan dan Pengusaha Logistik

Surutnya banjir di Jalan Kaligawe menjadi kabar baik bagi dunia transportasi dan logistik. Jalur SemarangDemak merupakan bagian vital dari Jalur Pantura, yang menghubungkan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selama banjir, distribusi barang sempat terganggu. Banyak kendaraan berat yang terpaksa berhenti atau memutar arah ke jalur alternatif, seperti Tol SemarangDemak dan Jalur Arteri Timur.

Kini, dengan kondisi jalan yang kembali normal, kegiatan logistik mulai berjalan lancar. Kami bersyukur jalur ini sudah bisa dilalui lagi. Selama banjir, biaya operasional naik karena harus mutar jauh, ujar Sugeng, pengusaha transportasi asal Kudus.

Warga Harap Pemerintah Lakukan Pencegahan Permanen

Meski lega dengan surutnya air, warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan sementara. Mereka meminta solusi permanen agar banjir serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Setiap tahun begini terus. Air cepat surut, tapi nanti hujan besar datang lagi, banjir lagi, keluh Ibu Nurhayati, warga Genuk yang rumahnya sering tergenang.

Warga juga mengusulkan agar sistem drainase diperluas dan dibersihkan secara berkala. Selain itu, dibutuhkan pembangunan tanggul laut dan kolam retensi tambahan untuk menampung limpasan air dari sungai sekitar.

Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih

Pasca surutnya banjir, denyut ekonomi kawasan Kaligawe mulai terasa kembali. Banyak toko, bengkel, dan warung makan yang kembali beroperasi setelah sempat tutup hampir seminggu.

Selama banjir, omzet turun drastis. Sekarang sudah bisa buka lagi dan pelanggan mulai datang, kata Titin, pemilik warung di pinggir jalan.

Sejumlah perusahaan di kawasan industri Terboyo dan Genuk juga telah melanjutkan aktivitas produksi setelah sebelumnya menonaktifkan sebagian karyawan karena akses jalan terputus.

Imbauan untuk Tetap Waspada

Meskipun kondisi sudah normal, petugas tetap mengingatkan warga agar tidak lengah. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi mengingat puncak musim hujan di wilayah utara Jawa biasanya berlangsung hingga Desember.

Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika curah hujan tinggi kembali terjadi, segera laporkan jika ada tanda-tanda air mulai naik, ujar perwakilan BPBD Semarang.

Ia juga menekankan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan ke selokan atau sungai, karena hal itu memperparah genangan saat debit air meningkat.

Penutup: Jalan Kaligawe, Simbol Ketahanan Warga Semarang

Surutnya banjir di Jalan Kaligawe tidak hanya menandai pulihnya mobilitas warga, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan masyarakat Semarang dalam menghadapi bencana tahunan.

Meski masih menyisakan pekerjaan rumah besar dalam hal mitigasi dan infrastruktur, semangat gotong royong warga bersama aparat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan.

Kini, di bawah langit cerah Semarang, kendaraan kembali melaju di Jalur Pantura, menghubungkan kehidupan dan perekonomian antarwilayah. Dan di antara sisa lumpur dan bekas genangan, tersimpan harapan baru agar banjir Kaligawe tidak lagi menjadi rutinitas tahunan.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada Tsunami Hari Ini: Gempa M7,7 Guncang NTT, Ini Kondisi Terbarunya
Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api
Pasar Teluk Dalam Banjarmasin Terbakar, Api Berawal dari Warung dan Hanguskan Belasan Kios
Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa
Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri
Kebakaran Pulomas Jakarta Timur, Dua Anak Tewas Terjebak Api dan Fakta Terbaru
Gempa Hari Ini M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, Terasa hingga Medan
Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Waspada Tsunami Hari Ini: Gempa M7,7 Guncang NTT, Ini Kondisi Terbarunya

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Ungkap Dugaan Sumber Api

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Pasar Teluk Dalam Banjarmasin Terbakar, Api Berawal dari Warung dan Hanguskan Belasan Kios

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:59 WIB

Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB