Bahaya Memberi Makan Monyet Liar: Dampak Buruk Bagi Kesehatan

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

memberi makan monyet liar — Monyet ekor panjang di area publik yang berpotensi membahayakan manusia akibat kebiasaan diberi makan.

Aktivitas memberi makan monyet liar di ruang publik meningkatkan risiko serangan terhadap warga.

Redaksiku.com – Aktivitas memberi makan satwa liar di ruang publik, seperti memberikan roti atau biskuit kepada monyet, kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian perilaku satwa. Hingga Jumat, 4 September 2026, otoritas kesehatan di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mencatat peningkatan insiden serangan monyet liar terhadap manusia yang dipicu oleh perubahan perilaku satwa akibat interaksi manusia yang tidak terkontrol.

Di Tembilahan, Riau, teror monyet ekor panjang telah menyebabkan sedikitnya 19 warga mengalami luka-luka akibat gigitan dan cakaran dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Fenomena ini menjadi pengingat keras bahwa niat baik memberikan makanan justru memicu perilaku agresif satwa yang menganggap manusia sebagai sumber makanan tetap, sehingga memicu konflik fisik yang membahayakan warga.

Dampak Kesehatan dan Disbiosis

Secara biologis, sistem pencernaan monyet liar dirancang untuk mengolah buah hutan, dedaunan, dan serangga. Ketika pola makan alami tersebut digantikan oleh camilan manusia yang tinggi gula dan lemak, terjadi gangguan serius pada komunitas mikroorganisme di dalam usus satwa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ketidakseimbangan mikrobiota usus ini dikenal sebagai disbiosis. Penelitian terhadap populasi beruk (Macaca nemestrina) di Perak, Malaysia, menunjukkan bahwa kelompok monyet yang sering berinteraksi dengan manusia memiliki keragaman mikrobiota usus yang jauh lebih rendah dibandingkan kelompok yang hidup di habitat alami.

Sekitar 20 persen sampel kotoran monyet di kawasan perkotaan terdeteksi mengandung antigen Giardia, yaitu parasit berbahaya penyebab diare pada manusia.

Selain parasit Giardia, peneliti juga menemukan keberadaan bakteri Helicobacter macacae yang berkaitan erat dengan infeksi usus. Kedekatan fisik yang intens antara manusia dan satwa menciptakan ruang bagi perpindahan patogen lintas spesies, yang berisiko memicu wabah penyakit baru di lingkungan permukiman.

Perubahan Perilaku dan Risiko Serangan

Interaksi yang didorong oleh pemberian makanan mengubah insting alami monyet dari pencari makan menjadi pengemis atau perampas makanan. Ketika pasokan makanan dari manusia terhenti, satwa cenderung menjadi agresif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Kasus di Tembilahan menunjukkan bagaimana ketergantungan satwa terhadap makanan manusia memicu teror di permukiman. Para korban yang mengalami luka gigitan harus segera mendapatkan perawatan medis serta vaksinasi untuk mencegah risiko penularan penyakit seperti rabies atau infeksi sekunder lainnya.

  • Pemberian makanan manusia merusak sistem kekebalan tubuh satwa melalui gangguan pencernaan.
  • Interaksi berlebihan meningkatkan risiko penularan penyakit zoonosis dari monyet ke manusia.
  • Perubahan perilaku satwa menjadi agresif merupakan dampak langsung dari ketergantungan pada makanan manusia.

Pakar satwa liar menekankan bahwa membiarkan monyet tetap mencari makan di habitat aslinya adalah langkah pencegahan paling efektif. Upaya ini tidak hanya menjaga kesehatan satwa, tetapi juga melindungi masyarakat dari risiko serangan fisik yang terus bertambah di berbagai daerah.

Warga diimbau untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami luka gigitan atau cakaran dari monyet liar guna mengantisipasi infeksi bakteri dan virus berbahaya.

Pertanyaan Umum

Mengapa memberi makan monyet liar dianggap berbahaya?

Memberi makan monyet liar mengubah perilaku alami mereka menjadi agresif dan menciptakan ketergantungan. Selain itu, interaksi ini memicu disbiosis pada sistem pencernaan satwa dan meningkatkan risiko penularan penyakit zoonosis kepada manusia.

Apa yang harus dilakukan jika bertemu monyet liar yang agresif?

Hindari melakukan kontak mata secara langsung, jangan menunjukkan makanan, dan segera menjauh secara perlahan. Jika terjadi serangan, segera bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir, lalu segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin atau pengobatan lanjutan.

Apakah monyet liar dapat membawa penyakit menular?

Ya, monyet liar dapat menjadi pembawa parasit dan bakteri, seperti Giardia dan Helicobacter macacae. Kedekatan yang tidak wajar dengan manusia mempercepat perpindahan patogen tersebut, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius bagi warga sekitar.

Ringkasan

Memberi makan monyet liar memicu perilaku agresif dan risiko serangan. Aktivitas ini juga menyebabkan disbiosis pada satwa serta meningkatkan penularan penyakit.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer AS di Iran
Solusi PETI Muratara, Gematara Desak Pemkab dan Polres
JBL EasySing Mic Mini dan Mics Resmi Rilis di Indonesia
Pintu Baja Fortress, Solusi Hunian Modern dari JBS Perkasa
RUU KKS: APJII Dorong Pengesahan demi Keamanan Siber
Hasil Coppa Italia: Cagliari vs Hellas Verona Berebut Tiket Roma
Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Evakuasi Korban
Penjelasan Eks Menag Yaqut Usai Marah di Rapat Pansus Haji DPR

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer AS di Iran

Jumat, 4 September 2026 - 16:01 WIB

Solusi PETI Muratara, Gematara Desak Pemkab dan Polres

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

JBL EasySing Mic Mini dan Mics Resmi Rilis di Indonesia

Jumat, 4 September 2026 - 15:45 WIB

Pintu Baja Fortress, Solusi Hunian Modern dari JBS Perkasa

Jumat, 4 September 2026 - 14:30 WIB

RUU KKS: APJII Dorong Pengesahan demi Keamanan Siber

Berita Terbaru

Manajemen PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menyatakan tidak ada informasi material tersembunyi di balik lonjakan harga sahamnya.

Keuangan

Saham SMBR Terbang 24% Ini Penjelasan Manajemen

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:06 WIB

Fitch Ratings mempertahankan peringkat Protelindo di level BBB namun memberikan outlook negatif.

Keuangan

Protelindo Dapat Outlook Negatif dari Fitch, Rating BBB

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:03 WIB

Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis ke level Rp 17.642 per dolar AS pada perdagangan Jumat.

Keuangan

Rupiah Menguat ke Rp 17.642 per Dolar AS Hari Ini

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:03 WIB

PT Buana Lintas Lautan Tbk mencatatkan lonjakan pendapatan signifikan pada semester I 2026.

Keuangan

BULL Semester I-2026: Pendapatan & Laba Melonjak

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:59 WIB

Pelatih Bali United Johnny Jansen harus memutar otak karena tiga pemain andalannya absen akibat cedera jelang laga perdana Super League 2026-2027.

Olahraga

Bali United Tanpa Tiga Pemain Lawan PSS Sleman

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:59 WIB