Bennu, asteroid yang menjadi sasaran misi ini, diketahui memiliki potensi ancaman bagi Bumi dengan kemungkinan 1 dalam 2.700 untuk bertabrakan dengan Bumi pada tahun 2182, menjadikannya sebagai salah satu objek luar angkasa yang paling berisiko yang pernah diidentifikasi.
Namun, ketertarikan para ilmuwan bukan semata pada potensi bahaya tersebut, melainkan lebih kepada apa yang terkandung di dalam batu luar angkasa ini, yakni kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.
“Ini adalah sampel asteroid kaya karbon terbesar yang pernah kembali ke Bumi,” ujar Direktur NASA, Bill Nelson, seperti yang dikutip dari NASA News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Unsur karbon dan air menjadi fokus utama penelitian. Molekul-molekul ini penting dalam proses pembentukan planet Bumi, dan penemuan terhadap asal-usul dari unsur-unsur ini dapat membantu dalam pemahaman akan kemungkinan munculnya kehidupan.
Air di Bumi diyakini lebih tua daripada planet itu sendiri, dan sebagian besar diperkirakan dibawa oleh asteroid dan komet.
Namun, air mungkin bukan satu-satunya materi yang disumbangkan oleh asteroid, sebab bahan penyusun kehidupan juga diperkirakan ikut terbawa oleh batuan luar angkasa tersebut. Menyelidiki sampel asteroid ini membuka pintu lebar bagi pemahaman lebih mendalam mengenai asal-usul kehidupan dan proses evolusinya.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






