Badai PHK Melanda P&G! 7.000 Karyawan Terancam Usai Perang Dagang Amerika Serikat

- Penulis

Monday, 9 June 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

P&G rencanakan pemangkasan atau PHK 7.000 karyawan sebagai langkah efisiensi hadapi perlambatan pasar Amerika Serikat. (Foto: Instagram @pgcareersid)

P&G rencanakan pemangkasan atau PHK 7.000 karyawan sebagai langkah efisiensi hadapi perlambatan pasar Amerika Serikat. (Foto: Instagram @pgcareersid)

Perusahaan barang konsumen besar asal Amerika Serikat,Procter & Gamble (P&G), mengumumkan rencana pemangkasan atau  PHK sekitar 7.000 karyawan atau 15% dari total tenaga kerja di divisi non-manufaktur.

Langkah ini merupakan bagian dari program efisiensi yang akan berlangsung dalam dua tahun ke depan.

Keputusan tersebut muncul sebagai respons terhadap perlambatan pertumbuhan penjualan di pasar utama mereka, Amerika Serikat, yang hanya tumbuh 1% pada kuartal III tahun fiskal terakhir.

Restrukturisasi P&G Hadapi Tantangan Pasar Amerika Serikat

P&G rencanakan pemangkasan 7.000 karyawan sebagai langkah efisiensi hadapi perlambatan pasar Amerika Serikat. (Foto: Instagram @pgcareersid)
Badai PHK Melanda P&G! 7.000 Karyawan Terancam Usai Perang Dagang Amerika Serikat

P&G sedang menghadapi tekanan besar akibat perubahan kondisi pasar yang dipengaruhi oleh kebijakan tarif tinggi yang diterapkan oleh pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden Donald Trump terhadap negara-negara mitra dagang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tarif ini berdampak langsung pada peningkatan biaya produksi karena bahan baku dan barang setengah jadi harus diimpor dengan tarif yang lebih tinggi.

Akibatnya, biaya produksi yang membengkak memaksa P&G menaikkan harga produk mereka guna menutup beban biaya tersebut.

Namun, kenaikan harga ini berujung pada penurunan daya beli konsumen yang menjadi faktor utama perlambatan pertumbuhan penjualan P&G di Amerika Serikat.

Selain itu, kompetisi di pasar produk barang konsumen juga semakin ketat, di mana konsumen kini lebih selektif dan mulai mencari alternatif produk yang lebih terjangkau.

Situasi ini menempatkan P&G pada posisi yang menantang untuk menjaga pangsa pasar sekaligus mempertahankan profitabilitas.

Restrukturisasi alias PHK massal yang dilakukan tidak hanya sekadar pengurangan tenaga kerja, tapi juga melibatkan perampingan rantai pasok dan penataan ulang organisasi untuk mempercepat proses pengambilan keputusan dan mengurangi tumpang tindih fungsi.

Kepala Keuangan P&G, Andre Schulten, menegaskan bahwa restrukturisasi ini adalah langkah strategis agar perusahaan tetap adaptif dan bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global selama dua hingga tiga tahun ke depan.

Schulten juga mengingatkan bahwa meskipun langkah ini akan membantu meningkatkan efisiensi dan ketahanan bisnis, tantangan jangka pendek seperti perlambatan pasar dan biaya tinggi akibat tarif masih perlu dihadapi dengan solusi lain.

Oleh karena itu, restrukturisasi dipandang sebagai langkah penting tetapi bukan satu-satunya solusi untuk masa depan P&G.

Dampak Kebijakan Tarif terhadap P&G dan Pasar Kerja

Kebijakan tarif tinggi yang diinisiasi oleh pemerintahan sebelumnya, yang ditujukan untuk melindungi industri domestik Amerika Serikat, ternyata memberikan dampak yang signifikan bagi perusahaan global seperti P&G.

Biaya impor bahan baku dan komponen meningkat drastis, memicu rantai pasokan yang kurang efisien dan biaya produksi melonjak.

Dalam menghadapi situasi ini, P&G memilih untuk menaikkan harga produk mereka. Namun, respons pasar tidak selalu positif, karena konsumen mengurangi konsumsi atau beralih ke merek yang lebih murah.

Kondisi ini menyebabkan perlambatan penjualan yang kemudian berimbas pada keputusan restrukturisasi yang berani seperti pengurangan tenaga kerja.

Pengurangan 7.000 karyawan di divisi non-manufaktur mencerminkan dampak luas kebijakan ini, tidak hanya pada aspek bisnis tapi juga pada pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.

Keputusan PHK tentu berdampak sosial signifikan, yang kemudian harus diiringi dengan program dukungan bagi karyawan terdampak dan perencanaan sumber daya manusia yang lebih efisien agar perusahaan tetap produktif.

Komitmen P&G untuk Bertahan dan Beradaptasi

Di tengah segala tekanan, P&G tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan bisnisnya dengan beradaptasi melalui langkah-langkah strategis.

Restrukturisasi atau rencana PHK massal yang tengah berjalan bertujuan memperbaiki struktur organisasi agar lebih ramping dan responsif terhadap perubahan pasar yang cepat.

Fokus utama adalah merampingkan rantai pasokan dengan menggunakan teknologi terbaru dan manajemen yang lebih efektif, sehingga biaya operasional dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas produk.

Selain itu, perusahaan ini juga terus berinovasi dalam pengembangan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin dinamis dan menuntut produk ramah lingkungan dan bernilai tambah.

Meski restrukturisasi membawa biaya besar pada awalnya, investasi ini diharapkan memberikan hasil jangka panjang berupa ketahanan perusahaan dalam menghadapi guncangan ekonomi dan persaingan global yang semakin ketat.

Dengan begitu, perusahaan ini berharap dapat mempertahankan posisi sebagai salah satu pemimpin pasar dalam industri barang konsumen.

Pemangkasan tenaga kerja oleh P&G merupakan langkah strategis menghadapi perlambatan penjualan di pasar Amerika Serikat akibat kebijakan tarif tinggi yang menaikkan biaya produksi.

Restrukturisasi atau PHK massal ini juga menandai usaha perusahaan untuk memperbaiki efisiensi dan ketahanan bisnis dalam jangka menengah dan panjang.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang
Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah
Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed
Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir
Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody
Viral: 5 Moments of Luna Maya and Cinta Laura Energizing HYROX Jakarta
Nathalie Holscher's viral 5 points silence wedding date rumors
Sarwendah's 5-Point Report on Defamation and Slander

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 13:30 WIB

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang

Thursday, 2 July 2026 - 11:44 WIB

Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah

Tuesday, June 30, 2026 - 9:30 PM WIB

Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed

Tuesday, June 30, 2026 - 9:25 PM WIB

Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir

Tuesday, June 30, 2026 - 9:22 PM WIB

Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody

Berita Terbaru

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Technology

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Thursday, 2 Jul 2026 - 13:19 WIB

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Sports

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Thursday, 2 Jul 2026 - 12:19 WIB