Seorang anak jalanan bernama Feri ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke aliran sungai Banjir Kanal Barat, Semarang.
Kejadian tragis ini terjadi di bawah Jembatan Kaligarang dan terekam dalam sebuah video yang kini beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat Feri sempat terseret oleh salah satu pria sebelum akhirnya diceburkan ke sungai yang memiliki arus deras.
Beberapa saksi di lokasi menyebut bahwa sebelum insiden, korban bersama beberapa rekannya sempat menggelar pesta minuman keras di bantaran sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan publik, memunculkan banyak kecaman terhadap pelaku dan sorotan tajam terhadap kondisi sosial anak jalanan di kota besar.
Kronologi Kejadian Tragis yang Menewaskan Seorang Anak Jalanan

Peristiwa ini pertama kali mencuat lewat unggahan akun Instagram @beritasemaranghariini yang menampilkan tiga pria berada di pinggiran sungai.
Salah satunya tampak menarik kaki korban yang masih terlihat lemah namun bernyawa. Tak lama kemudian, tubuh korban terjatuh ke sungai dan langsung terseret arus.
Menurut keterangan warga sekitar, korban dan beberapa temannya telah berada di lokasi sejak sore hari.
Mereka terlihat mengonsumsi minuman keras dan sempat terlibat cekcok. Situasi memanas dan diduga berujung pada tindak kekerasan terhadap korban.
Beberapa warga yang melihat upaya pendorongan terhadap Feri berusaha memberi pertolongan. Namun upaya tersebut terlambat, dan nyawa anak jalanan itu tidak dapat diselamatkan.
Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan dan Tindak Kekerasan
Pihak Polrestabes Semarang kini telah menangani kasus ini dan masih melakukan penyelidikan mendalam.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena menyebutkan bahwa pihaknya sudah mengidentifikasi korban dan sedang mendalami keterlibatan pihak lain dalam insiden ini.
“Informasinya korban meninggal dunia. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil otopsi dari rumah sakit,” kata AKBP Andika.
Meski hasil medis belum keluar, pihak kepolisian menduga bahwa ada unsur penganiayaan dalam kasus ini. Ketiga pria yang terekam dalam video akan diperiksa untuk mengetahui motif serta kemungkinan adanya unsur pembunuhan.
Viral di Media Sosial, Netizen Desak Penegakan Hukum Tegas
Video yang beredar dengan cepat di berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X (sebelumnya Twitter) menuai respons emosional dari netizen.
Banyak yang mengecam tindakan pelaku dan berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas.
“Gak manusiawi! Anak jalanan pun punya hak hidup yang layak,” tulis akun @diantrisna di X.
Ini bukan sekadar masalah kekerasan, ini soal ketidakadilan terhadap anak-anak marjinal. Harus ada keadilan untuk korban, tulis komentar lain.
Sorotan juga mengarah pada pemerintah yang dianggap kurang memberikan perlindungan bagi kelompok anak jalanan. Mereka yang hidup tanpa perlindungan sosial disebut rentan menjadi korban kekerasan di ruang publik.
Pemerintah dan Masyarakat Didorong Lakukan Evaluasi Perlindungan Anak Jalanan
Banyak warganet yang tak hanya mengecam pelaku, tetapi juga mengkritisi lemahnya sistem perlindungan sosial.
Mereka menilai seharusnya di kota besar seperti Semarang, pemerintah daerah sudah memiliki sistem perlindungan terpadu untuk anak-anak rentan.
Harusnya udah gak ada lagi yang namanya anak jalanan di kota seperti Semarang. Ini kegagalan sistemik, ujar akun @andikspj123.
Kritik ini menunjukkan bahwa kasus Feri membuka diskusi lebih luas tentang tanggung jawab negara dan masyarakat terhadap kesejahteraan anak-anak yang hidup di jalanan.
Tanpa tempat tinggal tetap, akses pendidikan, atau dukungan keluarga, anak jalanan sering kali hidup tanpa perlindungan hukum maupun sosial.
Penutup: Tragedi yang Membuka Mata Publik akan Nasib Anak Jalanan
Kematian tragis yang dialami Feri bukan hanya soal kriminalitas antar remaja, tetapi juga cerminan dari lemahnya sistem sosial yang melindungi anak jalanan.
Tanpa jaring pengaman, anak-anak seperti Feri mudah terjebak dalam lingkungan berisiko tinggi, termasuk kekerasan, narkoba, dan eksploitasi.
Polisi menyatakan bahwa proses penyidikan masih berlangsung dan akan terus dikembangkan berdasarkan bukti video serta kesaksian warga.
Sementara itu, masyarakat diharapkan turut aktif melaporkan kejadian serupa agar tindakan keji terhadap kelompok rentan bisa dicegah lebih awal.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk pikuk kota, masih banyak anak jalanan yang hidup tanpa perlindungan dan keadilan. Perubahan hanya bisa terjadi jika semua pihak, baik pemerintah maupun warga, mau bersuara dan bertindak nyata.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan video kejadian demi menghormati privasi korban dan proses hukum.
Pemerintah kota disebut sedang mengevaluasi program penanganan anak jalanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penetapan tersangka, namun proses pemeriksaan terhadap para saksi terus berjalan.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak jalanan yang luput dari perhatian publik dan negara.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest





