Redaksiku.com – Truk trailer lepas kendali di jalan turunan Bali menjadi sorotan luas setelah sebuah kecelakaan maut menewaskan dua orang pria di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (24/12) dini hari dan langsung viral di media sosial karena dampaknya yang fatal serta visual lokasi kejadian yang mengerikan.
Insiden tersebut berlangsung di Jalan turunan Pura Pengulapan, jalur yang dikenal memiliki kontur menurun tajam dan kerap dilalui kendaraan besar.
Dalam kondisi jalan yang sepi menjelang subuh, sebuah truk trailer tiba-tiba kehilangan kendali dan menghantam bangunan semi permanen di pinggir jalan. Dua korban yang berada di dalam bangunan itu meninggal dunia di tempat.
Video dan foto dari lokasi kejadian dengan cepat menyebar, memperlihatkan bangunan bedeng hancur, puing berserakan, serta truk trailer dengan bagian depan ringsek. Kasus truk trailer lepas kendali ini kembali memicu perhatian publik terhadap risiko kendaraan berat melintasi jalur turunan di Bali, terutama pada jam-jam rawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Truk Trailer Lepas Kendali di Jalan Turunan Ungasan
Menurut keterangan kepolisian, truk trailer lepas kendali saat melaju menuruni jalan dari arah timur menuju barat. Setelah itu, kendaraan berbelok ke arah utara dan tiba di lokasi kejadian yang merupakan tikungan menurun. Di titik tersebut, sopir diduga mengalami rem blong.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa sopir truk sempat terkejut saat menyadari kendaraannya tidak dapat dikendalikan. Dalam kondisi panik, sopir membanting setir ke arah kanan dengan harapan menghindari dampak yang lebih besar. Namun, manuver tersebut justru membuat truk menghantam bangunan bedeng di sisi barat jalan.
Benturan keras tidak terhindarkan. Bangunan semi permanen yang menjadi tempat tinggal dua korban roboh seketika. Dalam hitungan detik, kecelakaan tersebut mengubah suasana jalan yang semula sunyi menjadi lokasi tragedi maut.
Dua Korban Tewas Saat Tertidur di Dalam Bedeng
Fakta paling memilukan dari kasus truk trailer lepas kendali ini adalah kondisi para korban saat kejadian. Berdasarkan keterangan saksi dan pihak kepolisian, kedua korban diketahui sedang tertidur ketika truk menabrak bedeng tempat mereka berada.
Korban berinisial JA (44) mengalami luka berat berupa kepala pecah, luka terbuka dan patah pada tangan kanan, serta patah pada kaki. Sementara korban SA (44) mengalami luka parah di bagian kepala, darah keluar dari telinga dan mulut, serta sejumlah luka lecet dan benturan di tubuh. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Yusuf Dwi Admodjo, menyampaikan bahwa kondisi korban yang sedang tertidur membuat mereka tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri. Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Udayana untuk penanganan lebih lanjut.
Kondisi Sopir dan Dugaan Rem Blong
Dalam peristiwa truk trailer lepas kendali tersebut, sopir truk fuso bernomor polisi B 9483 TIN diketahui berinisial HFA (23). Sopir dilaporkan selamat dan hanya mengalami cedera berupa kaki kiri terkilir akibat benturan.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kondisi teknis kendaraan, termasuk sistem pengereman. Dugaan awal mengarah pada rem blong sebagai penyebab utama kecelakaan, mengingat medan jalan yang menurun dan tikungan tajam di lokasi kejadian.
Meski demikian, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan apakah ada faktor lain seperti kecepatan, kondisi kendaraan, atau kelalaian teknis yang berkontribusi terhadap insiden maut tersebut. Sopir juga dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Jalan Turunan Bali dan Risiko Kendaraan Berat
Kasus truk trailer lepas kendali di Ungasan kembali menyoroti risiko kendaraan berat melintasi jalur turunan di Bali. Jalan Pura Pengulapan dikenal memiliki kontur menurun yang panjang, dengan tikungan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, terutama bagi kendaraan bertonase besar.
Di sejumlah wilayah Bali Selatan, jalur turunan sering kali berbatasan langsung dengan permukiman atau bangunan semi permanen. Kondisi ini membuat potensi kecelakaan berdampak langsung pada warga sekitar, bukan hanya pengguna jalan.
Peristiwa ini juga memunculkan diskusi publik mengenai pengawasan kendaraan berat, khususnya terkait kelayakan rem dan pembatasan jam operasional truk trailer di jalur rawan kecelakaan.
Respons Polisi dan Penanganan Pasca Kejadian
Polresta Denpasar bergerak cepat setelah kejadian truk trailer lepas kendali tersebut. Petugas langsung mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan atau kecelakaan lanjutan.
Selain olah tempat kejadian perkara, polisi juga mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi dan mendokumentasikan kondisi kendaraan serta bangunan yang rusak. Proses penyelidikan difokuskan pada penyebab kecelakaan dan tanggung jawab hukum yang mungkin timbul.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk hasil pemeriksaan teknis kendaraan dan kondisi sopir sebelum kejadian.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels.






