Viral Scam Keraton Yogyakarta Menyeret Nama Pemandu Palsu, Wisatawan Akhirnya Bongkar Modusnya!

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Scam Keraton Yogyakarta Menyeret Nama Pemandu Palsu, Wisatawan Akhirnya Bongkar Modusnya!

Viral Scam Keraton Yogyakarta Menyeret Nama Pemandu Palsu, Wisatawan Akhirnya Bongkar Modusnya!

Redaksiku.com – Kasus scam Keraton Yogyakarta kembali mencuat setelah pengalaman seorang wisatawan viral di media sosial. Akun @pakebatiktiaphari membagikan kisahnya saat berkunjung pada Minggu, 31 Agustus, dan mengaku menjadi korban penipuan berkedok pemandu wisata. Videonya langsung menyebar ke berbagai platform dan memicu diskusi besar di kalangan netizen.

Dalam unggahannya, wisatawan itu mengira Keraton sedang tutup karena renovasi. Informasi tersebut diberikan seseorang yang mengaku pemandu resmi berpakaian batik lengkap dengan nametag. Nyatanya, keraton tetap buka seperti biasa.

Kronologi yang dibagikan ini membuat publik sadar bahwa penipuan serupa mungkin sudah terjadi lama, hanya saja baru viral karena ada wisatawan yang berani blak-blakan mengungkapkannya.

Banyak yang akhirnya membagikan pengalaman mirip, sehingga kasus scam Keraton Yogyakarta tampak lebih luas dari dugaan awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus Penipuan yang Dikira Pemandu Resmi

Kasus scam Keraton Yogyakarta ini bermula ketika pemandu laki-laki berbaju batik mendekati wisatawan dan memberi tahu bahwa keraton tutup selama enam bulan karena renovasi.

Ia kemudian menawarkan alternatif tur ke museum kereta dan galeri lukisan yang diklaim berhubungan dengan Sultan.

Wisatawan percaya karena pelaku memakai nametag dan berdiri di pintu samping keraton lokasi yang seolah memberi kesan ia adalah petugas resmi. Modus ini sukses mengecoh banyak pengunjung luar kota yang tidak familiar dengan area keraton.

Wisatawan Diarahkan ke Gang Sempit dan Galeri Misterius

Setelah dibujuk, korban scam Keraton Yogyakarta diarahkan berjalan keluar kompleks keraton melalui gang kecil. Pelaku menunjukkan jalur khusus menuju galeri yang katanya sering didatangi Sultan untuk memesan lukisan.

Namun saat tiba di galeri itu, wisatawan langsung curiga. Penjelasan pelaku tentang lukisan raja-raja terdengar tidak masuk akal dan sangat dipaksakan.

Ketika ia menolak untuk membeli apa pun, situasinya berubah canggung dan membuatnya ingin cepat-cepat pergi.

Keraton Yogyakarta Tegaskan Pelaku Bukan Petugas Resmi

Usai video viral, pihak Keraton Yogyakarta menyampaikan klarifikasi resmi. Mereka menegaskan bahwa pelaku scam Keraton Yogyakarta bukan bagian dari keraton dan tidak berwenang memberikan informasi kepada wisatawan.

Gusti Kanjeng Ratu Bendara langsung mengadakan pertemuan dengan pihak kemantren (kecamatan) untuk membahas sosialisasi ulang tentang tata kelola pariwisata di kawasan keraton.

Selain itu, mereka menilai kawasan sekitar perlu diperketat agar tidak lagi dijadikan titik operasi pemandu ilegal yang memanfaatkan ketidaktahuan wisatawan.

Pihak keraton juga menekankan bahwa identitas pelaku tidak ada dalam daftar petugas resmi mana pun, sehingga masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan memastikan informasi hanya dari pintu utama atau loket resmi.

Pelaku Diminta Membuat Surat Pernyataan

Setelah kasus scam Keraton Yogyakarta viral, Carik Kawedanan Radya Kartiyasa, Nyi Raden Wedana Noorsundari, mengatakan pelaku telah diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatannya.

Meski banyak warganet menuntut tindakan lebih tegas, keraton menegaskan bahwa pemberian sanksi bukan wewenang mereka. Namun kelurahan telah memberikan pembinaan kepada pihak yang terlibat.

Langkah surat pernyataan ini diharapkan bisa mencegah kejadian serupa sambil menunggu payung hukum sanksi yang masih dalam proses penyusunan.

Keraton Fokus Benahi Sosialisasi dan Sapta Pesona

Pihak keraton juga menjadikan kasus scam Keraton Yogyakarta ini sebagai momentum untuk memperkuat edukasi pariwisata kepada warga sekitar.

Mereka menggalakkan kembali prinsip Sapta Pesona aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan agar kawasan keraton tetap nyaman bagi wisatawan.

Keraton bersama lurah, camat, polsek, hingga koramil berkolaborasi untuk memastikan tidak ada lagi pihak luar yang memanfaatkan keraton sebagai kedok penipuan.

Pengalaman Wisatawan Jadi Alarm Serius

Kisah wisatawan yang terkena scam Keraton Yogyakarta bukan hanya viral, tapi juga membuka mata publik bahwa masih ada celah besar dalam pengawasan di kawasan wisata tersebut.

Banyak pengguna internet mengaku waspada setelah melihat video itu. Bahkan beberapa warga Yogyakarta sendiri mengatakan mereka sering melihat orang tidak dikenal menawarkan tur dadakan di sekitar pintu samping keraton.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyamaran pelaku bisa sangat meyakinkan, membuat wisatawan mudah terkecoh jika tidak mengenali kondisi asli destinasi tersebut.

Kasus scam Keraton Yogyakarta menunjukkan bahwa penipuan bisa terjadi bahkan di lokasi wisata paling populer sekali pun.

Banyak pihak berharap kejadian ini menjadi titik balik bagi pengelolaan keamanan dan informasi di kawasan keraton, terutama di area pintu masuk yang sering jadi sasaran pemandu ilegal.

Masyarakat juga berharap keraton bisa bekerja sama lebih luas dengan aparat dan kelurahan, sehingga wisatawan mendapatkan perlindungan dan informasi yang jelas saat berkunjung.

Kejadian seperti ini juga menjadi pengingat bagi wisatawan untuk lebih berhati-hati dan selalu mengonfirmasi informasi dari petugas resmi.

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau 

Berita Terkait

Wanita Mabuk Pengemudi Outlander Maut Jadi Sorotan, Keluarga Korban Minta Keadilan
Eugene Panji Meninggal Dunia, Dunia Perfilman Indonesia Kehilangan Sineas Kreatif
Bantuan Gempa NTT Rp200 Miliar Dikucurkan Presiden Prabowo, Ini Rincian Dana untuk Daerah Terdampak
‎10 Drama Mirip Agent Kim Reactivated dengan Aksi Seru dan Cerita Menegangkan
Artis Revaldo Fifaldi Tersandung Kasus Narkoba Lagi, Ini Pasal yang Menjeratnya
‎10 Cara Mencegah Kebakaran Hutan, Ini Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan agar Tidak Meluas
Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG
Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:15 WIB

Wanita Mabuk Pengemudi Outlander Maut Jadi Sorotan, Keluarga Korban Minta Keadilan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:32 WIB

Bantuan Gempa NTT Rp200 Miliar Dikucurkan Presiden Prabowo, Ini Rincian Dana untuk Daerah Terdampak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:16 WIB

‎10 Drama Mirip Agent Kim Reactivated dengan Aksi Seru dan Cerita Menegangkan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Artis Revaldo Fifaldi Tersandung Kasus Narkoba Lagi, Ini Pasal yang Menjeratnya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:49 WIB

‎10 Cara Mencegah Kebakaran Hutan, Ini Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan agar Tidak Meluas

Berita Terbaru

Rusia Hadapi Krisis BBM, Mengapa Pasokan Energi Dunia Ikut Waspada?

Internasional

Rusia Hadapi Krisis BBM, Mengapa Pasokan Energi Dunia Ikut Waspada?

Rabu, 26 Agu 2026 - 22:53 WIB