Strategi WIKA Beton (WTON) Jadikan ESG sebagai Penggerak Bisnis

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi WIKA Beton — Direktur Utama WIKA Beton Kuntjara saat memaparkan strategi perusahaan dalam acara Public Expose Live 2026.

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, memaparkan strategi integrasi ESG dalam operasional bisnis perusahaan pada Public Expose Live 2026.

Redaksiku.com – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) kini menempatkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) sebagai inti dari strategi pertumbuhan bisnis mereka untuk menghadapi tantangan industri konstruksi di tahun 2026. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memenuhi standar keberlanjutan, melainkan sebagai pintu masuk strategis guna mengakses pembiayaan hijau sekaligus memenangkan proyek-proyek dengan margin keuntungan yang lebih menjanjikan di masa depan.

Dalam ajang Public Expose Live yang berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengungkapkan bahwa perseroan saat ini berhasil meraih skor ESG sebesar 71 dari 100 berdasarkan penilaian S&P Global. Capaian ini menempatkan perusahaan sebagai salah satu pemimpin di sektor manufaktur global dalam hal praktik tata kelola dan keberlanjutan, sekaligus menjadi pembeda utama perusahaan di tengah ketatnya persaingan industri beton nasional.

WIKA Beton kini memegang skor ESG sebesar 71 dari 100 yang memberikan mereka keunggulan kompetitif dalam mengakses skema pembiayaan ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transformasi Menuju Blue Ocean di Sektor Konstruksi

Kuntjara menegaskan bahwa penguatan aspek ESG akan menjadi strategic value driver yang membuka akses bagi perusahaan terhadap green financing dan sustainability financing. Menurutnya, proyek-proyek yang mensyaratkan standar lingkungan tinggi kini menjadi ruang pertumbuhan baru karena tingkat persaingannya yang relatif lebih rendah dibandingkan proyek konvensional.

Strategi ini diyakini akan menjadi kunci bagi perusahaan untuk keluar dari persaingan harga yang ketat. Dengan fokus pada proyek berbasis keberlanjutan, WTON membidik margin yang lebih menarik melalui keunggulan teknis dan reputasi ESG yang solid. Beberapa inisiatif operasional yang telah dijalankan untuk mendukung visi ini meliputi:

  • Implementasi lean manufacturing guna menekan pemborosan material secara signifikan di seluruh lini produksi.
  • Pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai fasilitas pabrik.
  • Penggunaan material ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai substitusi bahan baku beton.
  • Pengembangan lini produk beton rendah karbon untuk memenuhi permintaan pasar konstruksi modern.

Penguatan Tata Kelola dan Model Bisnis

Di samping aspek lingkungan, perseroan juga memperkuat fondasi tata kelola perusahaan melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan sistem pelaporan pelanggaran atau whistleblowing system. Transparansi kinerja ESG kini dipantau secara ketat melalui dasbor khusus agar seluruh pemangku kepentingan dapat memantau progres keberlanjutan perusahaan secara real-time.

WTON sedang melakukan transformasi model bisnis dari sekadar produsen beton pracetak menjadi penyedia solusi infrastruktur terintegrasi yang mencakup perencanaan, produksi, hingga implementasi lapangan.

Transformasi ini juga dibarengi dengan kinerja kontrak yang stabil. Hingga akhir Juli 2026, perusahaan telah mencatatkan kontrak baru senilai Rp2,27 triliun. Sektor infrastruktur masih mendominasi portofolio dengan kontribusi sebesar 58,8%, disusul oleh sektor industri, kelistrikan, properti, hingga pertambangan.

Ekspansi dan Kinerja Keuangan

Target kontrak baru hingga akhir tahun 2026 dipatok pada kisaran Rp3,8 triliun hingga Rp4 triliun. Untuk mencapainya, perseroan saat ini tengah memproses penawaran dan negosiasi untuk proyek-proyek strategis dengan nilai mencapai lebih dari Rp1,5 triliun, termasuk rencana keterlibatan dalam proyek Giant Sea Wall dan pembangunan hilirisasi smelter alumina.

Di kancah internasional, WTON menerapkan strategi asset-light dalam ekspansinya, seperti yang terlihat pada keterlibatan mereka dalam proyek Metro Manila Subway di Filipina. Dengan skema joint venture dan jasa keahlian manajemen, perusahaan mampu mengekspor kompetensi sumber daya manusia tanpa harus terbebani oleh belanja modal yang besar di negara tujuan.

Kesehatan finansial perusahaan juga menunjukkan tren perbaikan. Hingga kuartal II 2026, likuiditas perusahaan meningkat dengan current ratio mencapai 130,9%. Selain itu, posisi kas perusahaan mengalami perbaikan signifikan, dari posisi negatif pada tahun sebelumnya menjadi saldo positif di pertengahan tahun 2026, yang mencerminkan efisiensi pengelolaan modal kerja yang lebih baik.

Pertanyaan Umum

Apa dampak utama penerapan ESG bagi WIKA Beton?

Penerapan ESG memungkinkan WIKA Beton mengakses pembiayaan hijau (green financing) dan membidik proyek-proyek dengan standar keberlanjutan tinggi yang memiliki persaingan lebih rendah serta margin keuntungan yang lebih baik.

Bagaimana strategi ekspansi internasional WTON saat ini?

Perseroan menggunakan skema asset-light, seperti pada proyek Metro Manila Subway, di mana mereka berperan sebagai penyedia jasa manajemen keahlian dan pengadaan melalui kerja sama dengan mitra lokal tanpa harus melakukan investasi aset besar di luar negeri.

Apa target kontrak baru WTON untuk tahun 2026?

WTON menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp3,8 triliun hingga Rp4 triliun pada akhir tahun 2026, dengan fokus pada proyek strategis nasional seperti infrastruktur jalan tol, hilirisasi smelter, dan pengembangan gas.

Ringkasan

WIKA Beton (WTON) menjadikan prinsip ESG sebagai strategi utama untuk mengakses pembiayaan hijau dan memenangkan proyek bernilai margin tinggi dengan persaingan lebih rendah. Perusahaan kini fokus pada operasional ramah lingkungan serta efisiensi produksi untuk mencapai target kontrak hingga Rp4 triliun di 2026.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transformasi Digital BNI Dorong Pertumbuhan Bisnis Semester I 2026
Dukungan BNI untuk Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026
IHSG Turun 0,14% di Sesi I, Asing Catat Net Sell Rp1,31 T
Rupiah Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,62 Juta per Gram, Ini Prospeknya
Proyeksi IHSG 10 September 2026 dan Rekomendasi Saham Pilihan
Saham LQ45 PER Terendah dan Tertinggi: INDY dan AADI Disorot
Proyeksi Rupiah Hari Ini 10 September 2026: Cenderung Menguat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:13 WIB

Transformasi Digital BNI Dorong Pertumbuhan Bisnis Semester I 2026

Kamis, 10 September 2026 - 13:53 WIB

Dukungan BNI untuk Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 12:59 WIB

IHSG Turun 0,14% di Sesi I, Asing Catat Net Sell Rp1,31 T

Kamis, 10 September 2026 - 12:09 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

Kamis, 10 September 2026 - 11:29 WIB

Harga Emas Antam Turun ke Rp2,62 Juta per Gram, Ini Prospeknya

Berita Terbaru

Pengendara harus waspada saat melintasi jalanan yang terpapar asap tebal atau abu vulkanik.

Otomotif

Cara Aman Mengemudi Saat Melintasi Jalan Berasap atau Berdebu

Jumat, 11 Sep 2026 - 01:47 WIB

Wisatawan kini lebih memilih destinasi tersembunyi di Bali untuk mencari ketenangan dan pengalaman yang lebih otentik.

Review

Alasan Wisatawan Kini Lebih Memilih Hidden Gems di Bali

Jumat, 11 Sep 2026 - 01:42 WIB

Citra satelit NASA menangkap momen erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Viral

Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau dari Satelit NASA

Jumat, 11 Sep 2026 - 01:37 WIB