Saham Bank Jago Alami Kenaikan Harga

- Penulis

Rabu, 6 Maret 2024 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham Bank Jago Alami Kenaikan Harga

Saham Bank Jago Alami Kenaikan Harga

Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) telah mengalami periode koreksi yang panjang, namun dalam perdagangan terakhir, terjadi tanda-tanda pemulihan yang mengarah ke penguatan nilai saham. Pada hari Jumat (3/11/2023), saham ARTO berhasil ditutup dengan kenaikan signifikan sebesar Rp 190 (atau 11,8%) mencapai level Rp 1.800.

Saham dari bank digital pionir yang berbasis ekosistem ini bahkan melonjak hingga mencapai level Rp 1.900, naik sebanyak 18%. Peningkatan harga saham Bank Jago atau ARTO didorong oleh volume transaksi yang besar, yang mencapai nilai sebesar Rp 95,5 miliar, hampir tiga kali lipat dari nilai transaksi sehari sebelumnya. Investor asing juga terlibat dalam transaksi pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 4,5 miliar.

Saham Bank Jago Alami Kenaikan Harga
Saham Bank Jago Alami Kenaikan Harga

Peningkatan nilai saham ARTO terjadi setelah Bank Jago merilis laporan keuangan kuartal III-2023, serta kemajuan positif dari produk GoPay Tabungan by Jago, hasil kolaborasi dengan GoTo Financial, bagian dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga akhir kuartal III-2023, Bank Jago berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 50 miliar, menunjukkan pertumbuhan sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih ini didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 23% (yoy), mencapai Rp 1,2 triliun. Dari sisi pendapatan fee, perusahaan yang sahamnya terdaftar dengan kode ARTO mengalami peningkatan sebesar 2,5 kali lipat menjadi Rp 136 miliar.

Peningkatan pendapatan dari bunga maupun pendapatan non-bunga ini mendorong pendapatan operasional ARTO hingga mencapai Rp 1,35 triliun, mengalami peningkatan sebesar 30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun terjadi peningkatan beban operasional karena adanya program employee stock option (ESOP), namun beban biaya kredit ARTO berhasil ditekan sebesar 11%. Hal ini mengakibatkan laba sebelum pajak tumbuh sebesar 34%, mencapai Rp 70 miliar.

Seiring dengan kinerja yang solid, beberapa analis memberikan rekomendasi beli untuk saham ARTO. Sinarmas Sekuritas menempatkan rating beli dengan target harga Rp 1.840, mengaitkannya dengan kemitraan yang kuat dengan GOTO dan peluncuran produk baru, yaitu GoPay Tabungan by Jago, yang merupakan e-money GoPay dengan manfaat layanan bank.

Sementara itu, Mandiri Sekuritas menetapkan target harga saham ARTO sebesar Rp 2.000 dengan rekomendasi netral. Mereka mempertimbangkan kenaikan pendapatan bunga bersih ARTO menjadi Rp 1,88 triliun pada tahun ini, serta laba bersih sebesar Rp 141 miliar. Mereka juga memandang produk GoPay Tabungan by Jago sebagai penguat akses ARTO dalam menggarap pelanggan GOTO.

Di sisi lain, Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ARTO dengan target harga Rp 2.800. Mereka memproyeksikan kenaikan laba bersih ARTO menjadi Rp 63 miliar pada tahun ini, dan diharapkan meningkat menjadi Rp 231 miliar pada 2024, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16 miliar. Mereka juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan bunga bersih ARTO menjadi Rp 1,69 triliun pada 2023 dan melonjak menjadi Rp 2,13 triliun pada 2024, dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,35 triliun.

Bank Jago, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Artos Indonesia, berdiri pada tahun 1992 di Solo, Jawa Tengah. Bank ini mengalami restrukturisasi dan perubahan kepemilikan serta nama menjadi Bank Jago pada tahun 2020. Bank ini fokus pada teknologi dan layanan digital, menjadi pionir bank digital di Indonesia. Kolaborasi dengan GoTo Financial untuk GoPay Tabungan by Jago, serta fokus pada inovasi, telah menguatkan posisinya. Dengan kinerja yang kuat, Bank Jago mengalami pertumbuhan laba dan pendapatan, menarik minat investor dan menerima rekomendasi positif dari analis saham.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4 Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak
Tak Kebagian ORI030? SR025 Segera Hadir, Ini Jadwal, Tenor dan Cara Belinya
Tarif Listrik Agustus 2026 Resmi Tidak Naik, Ini Harga 450 VA, 900 VA, 1.300 VA dan 2.200 VA
Bank Sultra Perkasa di Finspora 2026, Borong 5 Emas dan Bawa Pulang Piala Bergilir
B50 Bikin Kebutuhan Sawit Melonjak, Pemerintah Kejar Produksi CPO Indonesia
Baru 2 Tahun Berdiri, Startup Chip AI OLIX Kini Bernilai Rp60 Triliun
RI-UEA Maksimalkan CEPA, Delegasi Bisnis Emirat Segera Dibawa ke Indonesia
Emas Antam Melonjak Lagi! Harga 1 Gram Nyaris Rp2,7 Juta, Buyback Naik Rp50 Ribu
Tag :

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:17 WIB

4 Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Tarif Listrik Agustus 2026 Resmi Tidak Naik, Ini Harga 450 VA, 900 VA, 1.300 VA dan 2.200 VA

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Bank Sultra Perkasa di Finspora 2026, Borong 5 Emas dan Bawa Pulang Piala Bergilir

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:42 WIB

B50 Bikin Kebutuhan Sawit Melonjak, Pemerintah Kejar Produksi CPO Indonesia

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Baru 2 Tahun Berdiri, Startup Chip AI OLIX Kini Bernilai Rp60 Triliun

Berita Terbaru

Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Life Style

5 Sifat Wanita Pemilik Weton Pon

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:34 WIB

Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak

Bisnis

4 Tips Menitipkan Produk Baru di Toko, Anti Ditolak

Selasa, 11 Agu 2026 - 07:17 WIB