Review FTSE Russell Ditunda, IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi Jangka Pendek

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Review FTSE Russell Ditunda, IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi Jangka Pendek

Review FTSE Russell Ditunda, IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi Jangka Pendek

Redaksiku.com – Keputusan FTSE Russell menunda peninjauan indeks saham Indonesia untuk periode Maret 2026 menjadi perhatian serius pelaku pasar modal.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek, seiring meningkatnya sikap kehati-hatian investor, terutama dari kalangan institusi global.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan fase koreksi pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Menurutnya, sentimen penundaan review FTSE Russell, meskipun bersifat teknis, tetap memberikan dampak psikologis yang cukup signifikan bagi pasar.

â⚬ÅPenundaan review FTSE bisa mendorong investor mengambil posisi wait and see. Di tengah terbatasnya katalis positif baru dari global, pasar cenderung menguji kembali area support terdekat sebagai upaya mencari keseimbangan,â⚬ ujar Hendra kepada Antara di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan Sentimen dan Uji Support IHSG

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan berpotensi kembali menguji area support di kisaran 7.863, yang sebelumnya menjadi level terendah pada perdagangan terakhir. Area ini dinilai krusial karena mencerminkan zona mulai munculnya minat beli dari pelaku pasar.

Hendra menjelaskan, selama level support tersebut mampu bertahan, koreksi yang terjadi masih tergolong wajar dan dapat dikategorikan sebagai pullback dalam fase konsolidasi. Kondisi ini belum mengindikasikan adanya pembalikan tren besar ke arah bearish.

â⚬ÅSelama 7.863 tetap terjaga, koreksi masih sehat. Ini lebih ke proses penyesuaian pasar, bukan sinyal pelemahan struktural,â⚬ jelasnya.

Sebaliknya, IHSG dihadapkan pada tantangan cukup berat di sisi atas. Area 8.100 dinilai sebagai resistance psikologis yang kuat. Selain merupakan angka bulat yang sensitif, level tersebut juga menjadi area distribusi sebelumnya, di mana tekanan jual cenderung meningkat.

â⚬ÅTanpa katalis yang kuat, baik dari kebijakan global maupun domestik, peluang menembus 8.100 dalam waktu dekat relatif terbatas,â⚬ tambah Hendra.

Makna Penundaan Review FTSE Russell

Lebih lanjut, Hendra menekankan bahwa keputusan FTSE Russell menunda review indeks Indonesia bukan mencerminkan penurunan kualitas fundamental pasar modal nasional. Penundaan ini lebih menyoroti ketidakpastian teknis dalam proses reformasi pasar, terutama terkait aturan free float minimum dan potensi gangguan mekanisme perdagangan selama masa transisi kebijakan.

â⚬ÅBagi penyedia indeks global, kepastian regulasi dan stabilitas struktur pasar adalah prasyarat utama sebelum melakukan penyesuaian komposisi indeks,â⚬ ujarnya.

Sebagai konsekuensi langsung, seluruh perubahan indeks FTSE untuk Indonesia dibekukan sementara. Artinya, tidak akan ada penambahan saham baru, termasuk dari hasil penawaran umum perdana (IPO), maupun penghapusan saham akibat evaluasi berkala.

Selain itu, tidak terjadi perubahan klasifikasi emiten berdasarkan kategori kapitalisasi pasar, baik large cap, mid cap, maupun small cap. Penyesuaian bobot investasi akibat perubahan jumlah saham beredar juga ditangguhkan.

Bahkan, aksi korporasi berupa rights issue diasumsikan tidak terjadi dalam perhitungan indeks selama periode penundaan. Kondisi ini membuat struktur indeks FTSE Indonesia bersifat statis hingga evaluasi berikutnya dilakukan.

Review FTSE Russell Ditunda, IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi Jangka Pendek
Review FTSE Russell Ditunda, IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi Jangka Pendek

Perubahan Wajib Tetap Diproses

Meski demikian, FTSE Russell menegaskan bahwa indeks tetap mencerminkan kondisi pasar yang sehat secara struktural. Saham yang keluar dari bursa akibat merger, akuisisi, suspensi berkepanjangan, kebangkrutan, atau delisting tetap akan dikeluarkan dari indeks.

Di sisi lain, aksi korporasi non-penambahan modal seperti stock split, saham bonus, konsolidasi saham, spin-off wajib, serta pembagian dividen reguler maupun dividen khusus tetap diproses sebagaimana mestinya.

â⚬ÅFTSE hanya menahan perubahan yang bersifat diskresioner, bukan yang wajib dan fundamental,â⚬ kata Hendra.

Dampak terhadap Aliran Dana Investor

Dari perspektif pasar, kebijakan ini berimplikasi pada tertahannya katalis teknikal yang biasanya muncul dari proses rebalancing indeks. Aliran dana pasif asing cenderung lebih stabil karena tidak adanya perubahan komposisi indeks.

Namun di sisi lain, potensi tambahan inflow ke saham-saham yang sebelumnya berpeluang masuk indeks juga ikut tertunda. Situasi ini mendorong pelaku pasar untuk bersikap lebih defensif.

â⚬ÅDalam jangka pendek, volatilitas cenderung dipengaruhi sentimen, bukan faktor fundamental,â⚬ ujar Hendra.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini tidak berkaitan dengan klasifikasi status Indonesia dalam Equity Country Classification. Review klasifikasi negara tetap akan dilakukan sesuai jadwal dan diumumkan pada 7 April 2026.

â⚬ÅArtinya, risiko penurunan status negara tidak melekat pada penundaan review indeks ini. Sentimen negatif seharusnya bersifat sementara,â⚬ jelasnya.

Menanti Reformasi dan Review Berikutnya

Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada perkembangan reformasi pasar modal Indonesia menjelang review kuartalan FTSE selanjutnya pada Juni 2026, dengan pengumuman dijadwalkan pada 22 Mei 2026.

Kejelasan arah kebijakan free float serta konsistensi implementasinya dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan penyedia indeks global dan investor institusional.

Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, Hendra menyarankan investor untuk tetap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko. Koreksi pasar dapat dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi saham berfundamental kuat, khususnya di area support yang solid.

â⚬ÅStrategi paling rasional saat ini adalah akumulasi bertahap pada saham berkualitas, sambil menjaga risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi,â⚬ pungkasnya.

Kinerja IHSG Terakhir

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan Senin (9/2/2026), IHSG tercatat menguat 96,61 poin atau 1,22 persen ke level 8.031,87. Indeks LQ45 turut naik 5,36 poin atau 0,66 persen ke posisi 820,94.

Frekuensi transaksi tercatat mencapai 2,27 juta kali dengan volume perdagangan 40,69 miliar saham senilai Rp17,86 triliun. Sebanyak 433 saham menguat, 252 saham melemah, dan 136 saham stagnan.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Menguat Hari Ini, Ini Faktor yang Mendorong Nilai Tukar Naik
IHSG Dibuka Merah Hari Ini, Investor Menanti Pidato Prabowo
Tak Kebagian ORI030? SR025 Segera Hadir, Ini Jadwal, Tenor dan Cara Belinya
Bank Sultra Perkasa di Finspora 2026, Borong 5 Emas dan Bawa Pulang Piala Bergilir
Harga Emas Dunia Berpeluang Terbang Lagi, Ahli Bidik US$4.493 Pekan Ini
IHSG Melesat 2,78 Persen, Asing Kembali Belanja Saham Rp1,24 Triliun
Emas Antam Melonjak Lagi! Harga 1 Gram Nyaris Rp2,7 Juta, Buyback Naik Rp50 Ribu
India Ramai-ramai Jual Saham BUMN, Target Raup Rp126 Triliun demi Jaga Defisit

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Rupiah Menguat Hari Ini, Ini Faktor yang Mendorong Nilai Tukar Naik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:11 WIB

IHSG Dibuka Merah Hari Ini, Investor Menanti Pidato Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Tak Kebagian ORI030? SR025 Segera Hadir, Ini Jadwal, Tenor dan Cara Belinya

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Bank Sultra Perkasa di Finspora 2026, Borong 5 Emas dan Bawa Pulang Piala Bergilir

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Harga Emas Dunia Berpeluang Terbang Lagi, Ahli Bidik US$4.493 Pekan Ini

Berita Terbaru

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop

Teknologi

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:38 WIB