Redaksiku.com – RANS resmi memasuki babak baru setelah PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 10 Juli 2026.
Perusahaan media dan hiburan yang lekat dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu langsung menjadi perhatian pasar setelah sahamnya menguat tajam pada hari pertama perdagangan.
Pada perdagangan perdana, saham RANS melonjak 34,12 persen dari harga penawaran umum perdana. Saham RANS diperdagangkan di level Rp228 per saham, naik Rp58 dari harga IPO Rp170 per saham.
RANS Resmi Jadi Emiten Publik
Pencatatan saham RANS di BEI menjadi tonggak penting bagi perusahaan yang tumbuh dari ekosistem konten digital, hiburan, event, intellectual property, dan lini bisnis gaya hidup. RANS kini tidak hanya dikenal sebagai brand hiburan populer, tetapi juga sebagai perusahaan terbuka yang sahamnya dapat diperdagangkan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam aksi IPO ini, RANS menawarkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Dengan harga IPO Rp170 per saham, perusahaan berhasil menghimpun dana Rp429,25 miliar.
Antusiasme pasar terlihat sejak masa penawaran. RANS menyebut IPO perseroan mengalami kelebihan permintaan dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan.
Saham RANS Langsung Sentuh ARA
Hari pertama perdagangan saham RANS berlangsung positif. Saham emiten media dan hiburan berbasis kreator itu naik 34,12 persen dan menyentuh level Rp228 per saham. Kenaikan tersebut membuat RANS mencatat performa kuat pada debutnya di BEI.
Lonjakan harga saham RANS memperlihatkan kuatnya perhatian investor terhadap emiten yang membawa nama besar Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Namun, euforia hari pertama tetap perlu dibaca secara hati-hati karena pergerakan saham IPO sering kali sangat fluktuatif.
Bagi investor, penting untuk melihat RANS bukan hanya dari popularitas figur pendirinya, tetapi juga dari fundamental bisnis, prospek monetisasi intellectual property, tata kelola perusahaan, dan kemampuan mempertahankan pertumbuhan pendapatan.
Profil Singkat RANS
RANS dikenal sebagai perusahaan gaya hidup dan media terintegrasi di Indonesia. Melalui situs resminya, RANS menyebut bisnisnya mencakup media, kecantikan, makanan dan produk konsumen, serta gaya hidup. Perusahaan juga mengembangkan studio animasi, creative hub, rumah produksi, event, media digital, ekosistem olahraga dan hiburan, manajemen talent, serta ekosistem perempuan Indonesia.
Model bisnis RANS berkembang dari kekuatan distribusi audiens dan intellectual property. Artinya, nilai bisnis perusahaan tidak hanya bertumpu pada produksi konten, tetapi juga pada kemampuan mengubah popularitas, komunitas, dan karakter IP menjadi produk komersial.
Inilah yang membedakan RANS dari perusahaan hiburan konvensional. RANS mencoba membangun ekosistem yang menghubungkan konten, event, talent, produk konsumen, kecantikan, hingga proyek hiburan keluarga.

Raffi Ahmad Tetap Jadi Pemegang Saham Pengendali
Sebelum IPO, Raffi Ahmad tercatat sebagai pemegang saham mayoritas RANS dengan kepemilikan 78,68 persen. Pemegang saham lain mencakup PT Indonesia Entertainment Grup, Soultan Ariq Rachman, Dony Oskaria, Sutanto Hartono, Nagita Slavina Mariana Tengker, Kaesang Pangarep, Hikmat Janika, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi.
Setelah IPO, sekitar 20,02 persen saham dilepas kepada publik, sementara sekitar 79,98 persen tetap dimiliki pemegang saham lama. Dengan struktur tersebut, Raffi Ahmad tetap menjadi pemegang saham pengendali perseroan.
Komposisi pemegang saham ini menjadi perhatian karena RANS tidak hanya didukung oleh figur selebritas, tetapi juga sejumlah nama yang dikenal di dunia bisnis dan industri media.
Free Float RANS Dinilai Memenuhi Ketentuan
Salah satu isu yang sempat dibahas menjelang IPO adalah porsi free float RANS. Bareksa melaporkan BEI mengonfirmasi free float RANS setelah IPO diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen, sehingga memenuhi ketentuan yang berlaku.
Angka tersebut tidak hanya berasal dari saham publik hasil IPO sebesar 20,02 persen, tetapi juga dari sebagian pemegang saham lama yang memenuhi kriteria free float. Dengan demikian, porsi saham yang dianggap beredar di publik secara total diperkirakan mencapai 28,85 persen.
Isu free float penting bagi investor karena berkaitan dengan likuiditas saham, tata kelola, dan keterbukaan perusahaan setelah menjadi emiten publik.
Dana IPO untuk Ekspansi Bisnis
Dana IPO RANS akan digunakan untuk berbagai kebutuhan pengembangan bisnis. Kontan melaporkan dana yang dihimpun dari IPO akan digunakan untuk pelunasan sebagian utang, pengembangan wahana edukasi Cipungland, penyelenggaraan konser, pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan, akuisisi bisnis kosmetik, serta modal kerja.
Sementara itu, Pluang mencatat porsi penggunaan dana IPO RANS mencakup konser dan event hiburan, akuisisi lini kecantikan Slavina, pembangunan Cipungland, joint venture AI dengan Feedloop, serta pelunasan utang dan modal kerja.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






