Peredaran narkoba semakin berani dengan berbagai modus baru yang sulit terdeteksi. Baru-baru ini, Polda Sumut berhasil menggagalkan penyelundupan sabu.
Sabu yang diselundupkan adalah seberat 16 kg yang disembunyikan dalam sebuah mobil dan hendak dikirim ke Jakarta.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa aparat kepolisian terus memperketat pengawasan demi memberantas jaringan narkotika yang semakin canggih.
Kronologi Pengungkapan Kasus Penyelundupan Sabu

Kasus penyelundupan sabu ini terungkap pada awal bulan lalu ketika seorang sopir ekspedisi menemukan bungkusan mencurigakan dalam sebuah mobil Toyota Sienta berpelat B 2041 BOC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mobil tersebut berada di kantor PT Harapan Indah Transport, Jalan Sunggal, Kota Medan, dan akan dikirim ke Jakarta menggunakan towing (truk pengangkut mobil rusak). Sopir yang curiga kemudian melaporkan temuannya kepada pihak kepolisian.
Setelah menerima laporan adanya penyelundupan sabu tersebut, Tim Unit 2 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut segera melakukan penyelidikan dan penggeledahan.
Hasilnya, ditemukan 16 bungkus plastik teh emas bertuliskan aksara Mandarin yang ternyata berisi sabu dengan berat total 16.000 gram netto.
Barang haram ini diperkirakan bernilai miliaran rupiah jika berhasil beredar di pasaran.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa mobil tersebut berasal dari Aceh dan dikirim melalui beberapa pihak sebelum akhirnya tiba di Medan.
Kendaraan itu pertama kali diterima oleh dua orang bernama Wardiono dan Azuar dari seorang perantara bernama Dedi.
Dedi sendiri mendapatkan mobil tersebut dari seseorang tak dikenal di PT Mandiri Jaya Ekspres, Aceh.
Setelah tiba di Medan, mobil itu kemudian diserahkan ke PT Tirta Jaya untuk dikirim ke Jakarta, sebelum akhirnya keberadaan sabu di dalamnya terungkap.
Strategi Baru Sindikat Narkoba
Menurut Dirresnarkoba Polda Sumut, Kombes. Pol. Yemi Mandagi, pengungkapan kasus penyelundupan sabu ini menunjukkan adanya pergeseran strategi yang dilakukan oleh jaringan narkoba.
Mereka mencoba memanfaatkan jasa ekspedisi untuk mengelabui petugas dan meminimalkan risiko tertangkap tangan.
Mereka mencoba memanfaatkan jasa ekspedisi untuk menyelundupkan narkotika, tetapi kami tidak tinggal diam. Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan yang lebih luas, ujar Kombes. Pol. Yemi Mandagi dalam keterangannya pada Senin, 10 Maret 2025.
Polda Sumut juga telah mengambil sejumlah langkah penting dalam penanganan kasus ini.
Selain mengamankan barang bukti, polisi telah melakukan pemeriksaan awal, termasuk tes urine terhadap saksi yang hasilnya negatif.
Analisis forensik terhadap ponsel yang ditemukan juga sedang berlangsung untuk menelusuri komunikasi para pelaku.
Selain itu, rekaman CCTV di lokasi-lokasi terkait telah diperiksa guna mendapatkan petunjuk tambahan.
Kapolda Sumut menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari laporan masyarakat.
Ia mengapresiasi peran aktif warga dalam membantu kepolisian memberantas peredaran narkoba.
Saya berterima kasih atas laporan masyarakat yang turut membantu kami dalam mengungkap penyelundupan sabu ini. Saya juga mengimbau agar masyarakat terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkotika di sekitar mereka, ujar Kapolda Sumut.
Keberhasilan dibongkarnya kasus penyelundupan sabu ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara masyarakat dan aparat sangat penting dalam upaya pemberantasan narkoba.
Polda Sumut juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkotika, terutama di wilayah perbatasan yang sering dijadikan jalur penyelundupan.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat.
Polda Sumut memastikan akan terus memburu pelaku utama dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peredaran narkoba di Indonesia.
Polda Sumut juga berkoordinasi dengan aparat di Aceh untuk menelusuri lebih lanjut asal-usul narkotika tersebut.
Jaringan narkoba internasional sering memanfaatkan jalur laut dan darat di Sumatra untuk memasok barang haram ke berbagai kota besar.
Oleh karena itu, pengawasan di pelabuhan, terminal, dan jalur distribusi utama semakin diperketat guna mencegah penyelundupan serupa.
Sementara itu, polisi masih memburu Dedi dan sosok tak dikenal yang menyerahkan mobil berisi sabu tersebut di Aceh.
Jika jaringan ini berhasil diungkap, maka akan menjadi pukulan besar bagi peredaran narkotika di Indonesia. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan narkoba.
Dengan tertangkapnya kasus ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkotika.
Polda Sumut menegaskan bahwa pemberantasan narkoba akan terus dilakukan tanpa kompromi demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






